Di Free! Magazine edisi 15 ada review tentang sebuah buku berjudul Everything Bad is Good for You (Steven Johnson). Gw belum baca bukunya; di Limma belum ada yg bisa disewa, dan rasanya sayang juga keluar Rp 146,000 untuk membelinya di Aksara ;-) *well, seperti layaknya isi majalah lifestyle seperti ini, everything comes with a price tag ;-)*
Tapi gw bener2 tertarik membaca resensinya! Mulai sekarang kita tidak perlu lagi merasa bersalah jika menghabiskan akhir pekan di depan layar TV menonton episode demi episode dari DVD serial TV kesayangan selama berjam2, demikian salah satu kalimat di resensi itu. Hmm.. sesuai banget sama pandangan gw yg selama ini ya ;-)?
| .. Penulis buku ini dengan cerdas dapat membuktikan kalau hal2 yang selama ini dianggap sebagai guilty pleasure atau yang sering dicap sebagai mindless entertainment ternyata sebenarnya bisa membuat kita lebih pintar. Buku ini membahas serial-serial TV yang selama ini membuat kita ketagihan untuk menontonnya secara berkesinambungan, ternyata cukup berisi. Mulai dari .. ER, Six Feet Under, Lost, 24, Scrubs, bahkan sampai Desperate Housewives (betul sekali, sebelumnya saya tidak pernah berpikir kalau serial yang satu ini bisa membuat saya jadi lebih pintar).. |
Hehehe.. sebelum buku ini dibahas, gw udah sering teriak2 di blog tentang apa yang gw pelajari dari film2 yg gw tonton atau buku2 yg gw baca. Nggak melulu film2 yg canggih dan bermutu, atau buku2 sastra dan filosofi; tapi juga film yang dibilang ecek2 dan buku2 novel ringan pengisi waktu luang. Dari dulu gw udah belajar banyak dari Desperate Housewives; karena film ini terlihat banget membentuk karakter2 tokohnya dengan kuat. Belajar, memang tidak melulu harus secara formal. Sebenarnya, apa pun yang ada di sekitar kita bisa jadi bahan pelajaran, asal kita mau terbuka pada informasi dan menggunakan informasi itu secara tepat.
Tahu caranya bikin
Tebak binatang apa yang struktur fisiknya paling mirip dengan manusia, tapi bukan sejenis primata! Jawabannya: BABI. Yup! Babi, aka the pig (English) aka das Schwein (Deutsch). Nggak nyangka ya? Tapi bener kok, babi itu mirip manusia. Makanya, kalau mau membuktikan memar atau senjata yg mematikan korban, yang dipakai sebagai percobaan adalah babi. Pengetahuan ini tidak gw dapatkan dari ensiklopedi, tapi dari pop culture: sebuah novel thriller (sayang gw lupa judulnya) dan beberapa episode CSI.
*hehehe.. jadi tambah setuju kenapa secara spesifik babi disebut sebagai makanan yg diharamkan. Kalau struktur fisiknya mirip manusia,
Kebingungan gw baru terjawab ketika suatu hari membaca novel tentang empat orang ex-con yang menuntut ganti rugi pada City of
Well.. masih banyak lagi hal2 yang gw pelajari secara nggak sengaja dari pop culture. Pop culture indeed makes me smarter ;-) Gw sudah menyadari ini sejak dulu. So.. rada nggak rela juga kalo di review tsb dikatakan bahwa ini adalah teori baru dari Steven Johnson. Si Pak Johnson ini cuma mematenkan duluan.. hehehe.. ;-)
Beneran kok! Gw bener2 merasa mendapat ujian untuk menjelaskan pada Ima tentang ketidaklogisan2 yang ada di sinetron2 kita. Gw harus putar otak untuk mentransfer pengetahuan2 gw dengan bahasa yang dimengerti Ima untuk membuktikan bahwa sinetron2 kita itu gak logis. Itu suatu bentuk getting smarter juga
Hmm.. Steven Johnson belum mematenkan pendapat yg ini
*Mimpi kali yee.. kapan juga gw sempet bikin buku.. HAHAHAHA.. ;-)*