Friday, August 11, 2006

Ponsius Pilatus

Di sela-sela berita tentang tanggul Lumpur LAPINDO yang jebol, tadi di TV ada berita tentang eksekusi Tibo, da Silva, dan Riwo. Ketiga terpidana mati ini akan menghadapi regu tembak tengah malam nanti di lokasi yang dirahasiakan. Tibo cs dijatuhi hukuman mati karena didakwa menjadi dalang kerusuhan Poso. Namun sebenarnya hingga saat ini masih banyak yang meragukan kebenaran berita itu.

Di antara yang meragukannya adalah Franz Magnis-Suseno, yang pada suatu waktu pernah menuliskan tentang keganjilan kasus ini; kerusuhan Poso itu antara kelompok Kristen dan kelompok Islam, sementara Tibo dkk beragama Katholik. Apa yang mereka raih dari kerusuhan ini, sementara Katholik sendiri adalah minoritas di daerah itu, dan dalam kerusuhan itu yang akhirnya dibakar adalah Gereja Katholik Santa Theresia?

Well, gw nggak sepenuhnya percaya bahwa kalau dia minoritas, dan kalau hasil akhirnya yang terbakar adalah rumah ibadahnya sendiri, maka pasti dia bukan provokator. Gw kan penggemar conspiracy theory, dan konspirasi tuh biasanya rumit; dalangnya justru biasanya punya alibi tak terbantah ;-). Tapiiii.. menurut gw penjelasan pihak keluarga korban ini juga amat sangat masuk akal. So.. sebenarnya hal ini masih perlu ditelaah lebih jauh lagi sebelum keputusan dijatuhkan. Jangan sampai kita mengeksekusi orang yang tidak bersalah.

Sebelum terlambat, gw ingin menunjukkan pada para pengambil keputusan (dan orang2 yang punya akses untuk ikut mempengaruhi keputusan) sebuah bagian menarik dari novel yang sedang gw baca:

“Actually, Ira, that’s the best question of the night - and the answer is the whole point of tonight’s lesson,” he said. “Pontius Pilate gave in to the mob and the Jewish leaders because he lacked integrity. Jesus, on the other hand..,” he said, turning towards the painting on the screen, “in those times just a Jewish carpenter and scholar, had integrity.”

“Look what it got him,” Zak pointed out.

“Ah, yes, but look how he’s remembered today by an awful lot of people,” Karp replied. “To some, he’s the Son of God. And even others, including Jews and Muslims, see him as a great man. But how is Pontius Pilate remembered? As a corrupt coward who wouldn’t stand up for justice, a man who washed his hands of a murder.”

(Robert Tanenbaum, Fury, p. 218)

Rasanya nggak perlu gw bahas ya, apa yang gw maksud dengan kutipan ini ;-). The quote speaks for itself. Mudah2an Tibo dkk benar2 bersalah. Karena kalau mereka tidak bersalah, maka kalian mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh Ponsius Pilatus dua ribu tahun silam. You’ll get away, but you’ll always be remembered as the icon of cowardice and corrupted conscience.