Mungkin mereka memperhatikan himbauan (baca: amukan) gw ya ;-) Meskipun proses belajarnya agak-agak gymanaaaa.... gitu: ada beberapa kali gw melewati masa dimana gw mesti bayar susu bayi di kasir susu, setelah itu si kasir melepaskan security tag-nya, kemudian SUSU DIMASUKKAN KE TAS MERAH DAN DIKASIH TAG BARU; dimana seorang petugas keamaan di kasir utama nantinya akan membuka security tag tersebut setelah sebelumnya meminta kita menunjukkan bukti pembayaran.
Tapi sudahlah... jangan diingat2 lagi. Sekarang para petugas keamanan itu sudah sadar dan insyaf mengenai betapa merepotkannya metode pembelian susu tersebut ;-) Atau sudah menyadari betapa "terhormat"-nya para konsumen di situ, sehingga tidak mencuri susu bayi ;-)
Dengan demikian, mereka sekarang perlu melatih "kekuasaan" mereka di bidang yang baru: bidang shopping cart ;-)
Yep! Sekali ini gw ngamuknya gara2 shopping cart ;-)
Jadi, di Carrefour MOI (nggak tahu ya Carrefour yang lain) kan ada shopping cart yang bisa dipakai untuk membawa anak dengan nyaman juga. Bentuknya ada dua macam: ada kereta belanja yang diatasnya dikasih semacam car seat buat bayi, serta kereta belanja yang di depannya dikasih mobil2an plastik ala Little Tikes itu.
Naah... sejak gw aktif belanja lagi, gw udah menggadang2 pingin bawa Nara belanja dan memasukkannya ke car seat tersebut. Keinginan tersebut terlaksana bulan lalu; waktu bapaknya tugas ke luar kota dan gw mesti belanja bulanan sendirian. Berperan sebagai "orang tua tunggal", rencana gw habis belanja ngajak Nara & Ima jalan2 ke Moiland, Dufan-wanna-be yang ada di atasnya Carrefour.
Sampai di Carrefour, gw langsung aja ngambil kereta belanja dengan car seat (atau cart seat ya ;-)?) di atasnya. Dan melengganglah gw masuk ke dalam Carrefour. Nggak pakai acara lapor2an segala, wong nggak ada pengumuman di tempat pengambilan kereta tentang kewajiban lapor. Pun, pas gw ngambil kereta, ada Mas-mas petugas yang baru ngembaliin troli dari lantai bawah. Si Mas itu dengan baik hati malah mengambilkan troli itu buat gw, tetap tanpa perintah lapor.
Dan maka dari itu, betapa terkejut dan malunya gw saat ada petugas keamanan yang meneriaki gw seperti maling!
"Hoi, Bu, Bu! Tinggalin KTP dulu kalau mau pakai kereta bayi!!"
Bujubuneng deh! Semua orang jadi ngeliatin gw, seolah2 gw itu mahluk tidak tahu aturan yang nyelonong gitu aja! Apalagi, kemudian si petugas keamanan itu menegur petugas informasi yang ada di dekatnya:
"Gitu ya! Kalau ada customer yang nggak ninggalin KTP, panggil! Kejar!"
Biarpun malu dan dongkol, sambil ninggalin KTP, gw masih berusaha sabar. Gw tanya kenapa nggak ada pengumumannya di tempat kereta mengenai tatacara peminjaman. Tapi si petugas keamanan masih nyolot dengan mengatakan bahwa peraturannya ada tertulis di sana. Katanya sejak dulu juga sudah ada peraturannya.
Ya suds, dengan menjerang2kan kesabaran gw yang sudah tipiiiiiisss banget kayak kain kassa, gw ngalah. Gw bilang mungkin gw nggak lihat. Jarang2 banget lho, gw ngalah... hehehe... Ini juga ngalah demi Nara. Gw nggak mau pengalaman belanja pertamanya membuat trauma karena ibunya membantai orang ;-)
Tetapi... sehabis belanja dan Nara sudah berada di Food Court bareng Ima dan pengasuhnya, it's time for revenge ;-) Sengaja tuh gw kembali ke tempat pengambilan troli untuk memastikan apakah gw yang salah nggak baca aturan, atau si petugas keamanan yang as-bun. Dan ternyata... memang si petugas yang asbun! Tidak ada aturan tertulis di situ.
Dengan demikian, pas ngambil KTP, gw labrak tuh si petugas. Gw bilang bahwa peraturannya nggak tertulis di sana, sehingga dia nggak boleh meneriaki konsumen seperti maling kalau konsumen tidak tahu. Beda ya, kalau aturannya udah ada dan konsumennya ngeyel atau lalai membaca.
Tapi si petugas keamanan masih kekeuh bahwa peraturan itu DULU sudah pernah dipasang. Konsumen seharusnya sudah tahu. Lha, emangnya gw paranormal, gitu, bisa tahu peraturan yang DULU pernah dibuat? Hehehe.... FYI, I'm a psychologist, not a psychic deh ;-)
Dan meledaklah si petugas waktu gw dengan sarkastik bilang mudah2an semua konsumen Carrefour adalah paranormal, atau setidaknya bisa telepati, sehingga tahu peraturan yang sudah tidak dicantumkan ;-) Dengan keras, si petugas keamanan itu membentak gw:
"Kalau gitu, lapor sana sama manajemen!! Bukan urusan saya kalau manajemen nggak pasang pengumuman!!"
OK, that's it. That's war... HAHAHAHA...
Nggak pakai ba-bi-bu, gw langsung lapor ke Manager-in-Duty, yang segera memanggil Security Leader. Rupanya memang petugas keamanan ini adalah third party, bukan pegawai Carrefour. Makanya kebijakannya sering nggak terintegrasi gitu. Pokoknya si Carrefour hanya mau tahu barang2nya aman, nggak ada kecolongan, terserah penyedia jasa keamanan mau gimana cara mengamankannya. Dengan tuntutan seperti itu, nggak heran jika kemudian penyedia jasa keamanan punya cara aneh2 untuk memastikan keamanan tanpa koordinasi menyeluruh dengan pihak manajemen Carrefour.

