Awal mulanya pesan lilin buatan Shirayuki Kasumi adalah karena sejak Ibu meninggal 29 Desember lalu gw mengalami kesulitan tidur. Gw cocok banget sama bath salt Shira yang selalu membuat gw auto-relax, jadi gw pikir lilin akan sangat membantu. Soalnya kan gak mungkin ya jam 3 - 4 pagi gw berendam pakai bath salt … bisa dikira sekte apaan.
Alih-alih memberikan gw lilin ready stock, Shira berbaik hati membuatkan tailor-made candle dengan “pesan rahasia”. Tahu aja nih si Shira temannya lagi galau dan suka mencari makna dengan teka-taki macam ini. LOL.
So … singkat cerita, beberapa malam lalu akhirnya gw bakarlah lilin tailor-made itu. Sesuai pesan Shira: perhatikan pesan yang muncul ya! Siapkan pena dan kertas kosong buat mencatat. OK sip! Siaplah semua.
Ternyata … tugas yang sederhana ini sulit sekali. LOL. Sebab … begitu lilin menyala, nggak lama gw langsung merasa ngantuk berat. Padahal pesannya baru nongol sedikit.
Lilin Shira ini sebenarnya baunya samar banget. Nggak seperti kalau gw pasang diffuser YLEO, atau lilin aromatherapy biasa. Tetapi … nggak tahu kenapa, emang “sentuhan Shira” itu punya efek sirep buat aku. Jadi … ditahan2lah untuk melek sampai pesan terbuka sempurna: “Knowing Yourself is the Beginning of All Wisdom”
Terdengar klise kan? Standard banget. Tetapi … NAMPOL!! Karena mendadak gw jadi mempertanyakan: “Iya ya, who am I?”. Gw nggak punya momen ikonik seperti Julia Roberts in Notting Hill yang bilang, “I’m just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her”. Dan jelas, gw gak pernah punya momen untuk berteriak lantang a la Jean Valjean, “Who am I? TWO-FOUR-SIX-O-ONEEEEEEE!”
Siapa gw?
Dan gw sadar: sekian puluh tahun terakhir “siapa gw” adalah didefinisikan melalui proximity dengan orang2 yang bermakna. Ibunya Ima & Nara. Pacar [kemudian istrinya] Japro. Pegawai di kantor X, lalu Y, lalu Z .. blablabla. Tetapi … siapa gw?
Gw ingat, waktu remaja dan berada di tahap krisis identitas, gw pernah mencoba mendefinisikan gw melalui apa yang gw bisa. Tetapi selalu mentok karena gw gak pernah sampai on the top. And I hate being runner up!.
Gw pikir gw ballerina, tetapi dulu ada teman sekelas gw ballerina di sanggar yang lebih top. Gw pikir gw jago main piano, tetapi sahabat gw malah melanjutkan belajar piano ke Jerman. Gw pikir gw jago menulis, eeeeh … sahabat gw yang lain malah menerbitkan buku duluan. Gw bangga jadi orang ketiga yang lulus di angkatan gw, lhaaaa … karirnya teman2 gw yang lulus belakangan lebih OK. Demikian juga dengan karir gw di marketing research ;-)
Bahkan, ketika semua orang menyelamati gw dan kagum karena berhasil lolos masuk Psikologi UI yang termasuk persaingan berat, sebenarnya gw adalah cucu terbelakang di both keluarga nyokap maupun bokap!!! 🙂 Gimana enggak? Di keluarga bokap, ada 2 sepupu yang lulus di tahun yang sama. Dua2nya sudah terima undangan IPB sebelum gw ujian UMPTN. Di keluarga nyokap? Dua sepupu yang lulus bareng satu dapat undangan IPB, satunya masuk PMDK di Undip. Jadi untuk beberapa waktu gw adalah beban negara, sementara sepupu2 gw sudah jadi harapan bangsa.
So … “who am I?” menjadi pertanyaan berat gw malam itu. Untungnya lilin Shira bikin gw ngantuk berat dan tertidur. Bangun2 sudah pagi dan lilin masih menyala. What a poetic thing bahwa yang terbakar adalah pesan yang berbunyi “Knowing Yourself”. Bagian “Beginning of All Wisdom” masih ada.
Wisdom. My first name, “Prajnya” means “wisdom” in Sanskrit. Poetic, karena seolah menjadi pertanda bahwa: “Hey, kamu yang ngakunya Wisdom. Ada bolong besar di dirimu: you don’t know yourself!”.Balik ke titik nol. Jadi … gw tuh siapa? Ada yang bisa bantu?
Atau … mungkin “knowing yourself” adalah proses organik yang memang tidak akan pernah terjawab? Yang harus dicari jawabannya hingga titik akhir perjalanan kita di dunia? Seperti kata Franz Kafka: “The meaning of life is that it stops”. Dan siapa kita adalah hari demi hari yang harus kita lewati dengan trial dan error. Karena di situlah letak wisdom: to accept the thing I cannot change, have the courage to change what I can … and most importantly the ability to know the difference.


