Wednesday, August 09, 2006

Blog Comment: Analisa (sok) Ilmiah

Apa arti sebuah komentar di personal blog?

Beberapa orang mengartikannya sebagai indikasi bahwa teman loe banyak. Orang lain mengartikannya sebagai indikasi bahwa tulisan loe meaningful. Berikut ini dua komentar yang gw pinjam dari blog teman:

Dan hasil dari membuka dan menutup (yang tentunya plus membaca isi blog nya) monica wijaya, hmmm....i didn't find any meaning, plus, khususnya untuk posting 2 terakhir, tidak ada comments at all (walaupun belum pernah ada hasil dari satu research yg menyebutkan hubungan antara meaningful postings dan comments, maaf...)

(Komentar hapsara tentang blog yg menjiplak abis blog si sepatumerah )

------

Iya wan, kasian si Ada deh gk pernah punya temen baik kali, jd gk ada yg ksh komen/mampir ke blog dia makanya sepi n sifat buruknya keluar deh..hehe

(Komentar si Ogut di kotak teriaknya Iwan (ini si ogut yg cinta damai bukan sih ;-)?)

Gw pribadi sih menganggap komentar itu benar2 sekedar jumlah nominal dari orang yang mau komentar; entah karena merasa postingan gw punya makna, atau karena mau meninggalkan jejak kaki bahwa dia sudah berkunjung. Kalau pinjem teorinya Ajzen tentang Planned Behavior, maka perilaku nyata itu nggak bisa digunakan untuk memprediksi makna dari entry tersebut terhadap pembacanya atau hubungan antara pembaca dan penulis blog. Kalau kita tahu makna entry itu untuk seseorang dan/atau keakraban orang itu dgn penulisnya, kita bisa memprediksi perilakunya. Tapi proses ini tidak bisa dibalik, karena sebuah perilaku yg sama bisa dilandasi oleh latar belakang yg berbeda.

Gw mencoba bikin research tentang hal ini. Sekedar research (sok) ilmiah, karena saya belum menemukan web counter yang bisa memberikan informasi tepat tentang berapa banyak orang yang mengunjungi blog saya. Sebagus2nya data yang bisa mereka berikan adalah berapa unique users yang mengunjungi blog gw; artinya, kalau sebuah IP Address mengunjungi website gw, lantas mengunjungi lagi sebelum ada pengunjung lain, maka dia tidak dihitung 2x seperti dalam sistem hit counter.

Untuk kepentingan penelitian ini, beberapa hari lalu gw pasang web counter bersamaan dengan posting baru. Posting yg sehari2 banget, tanpa teori, sehingga semua orang bisa baca sampai habis dan bisa komentar. Pada saat web counter menunjukkan angka 160 (tepatnya 164, tapi sudah gw kurangi 4, sesuai dgn jumlah kunjungan pribadi gw saat memantau perkembangan web counter), gw mendapatkan 6 komentar.

Tanpa teori macem2 pun, asumsi gw terhadap data di atas adalah begini:

1. Anggaplah dari 160 kunjungan itu, hanya separuh (80) yang membaca entry saya. Yang 80 lagi kabur begitu melihat lay-outnya terlalu sederhana, tulisannya panjang, dan gak ada gambar2 menariknya (jangan lupa, manusia Indonesia katanya kurang gemar membaca, gemarnya melihat gambar ;-))

2. Dari 80 yang membaca, anggaplah separuhnya (40) yang membaca sampai habis. Yang 40 lagi coba2 baca, tapi bosen karena kepanjangan ;-)

3. Dari 40 yang membaca sampai habis, anggaplah separuhnya (20) yang menganggap tulisan saya bermakna. Yang 20 lagi menganggap saya sok paling ok, sok tahu, kelewat serius ngebahas hal sepele, bikin rumit hal yg gampang, kurang hedonis,.. you name it ;-)

4. Dari 20 yang menganggap tulisan saya bermakna, anggaplah separuhnya (10) yang tertarik memberi komentar. Yang 10 lagi lebih senang menyimpan makna itu sendiri

5. Dari 10 yang tertarik memberi komentar itu, anggaplah separuhnya (5) yang akhirnya benar2 memberi komentar. Yang lainnya mungkin gak punya waktu, bingung mau komentar apa, takut komentarnya kedengaran konyol,.. seperti kata teori Planned Behavior di atas, dari intensi menjadi perilaku nyata tuh jalurnya masih panjang ;)

Hmm.. walaupun gak ilmiah2 amat, kayaknya asumsi gw cukup meyakinkan ya? Jumlah komentar lebih merupakan konsekuensi logis dari jumlah kunjungan, bukan karena meaningful enggaknya ;-).

Terus.. kita coba yuuk kemungkinan tentang hubungan antara keakraban dan komentar di blog. Asumsi gw kalau komentar dihubungan dgn keakraban adalah adalah begini:

1. Dari 160 pengunjung, anggaplah hanya separuh (80) yang memang kenal sama gw (atau kenal sama tulisan gw). Yang 80 lagi nyasar saat blog-walking

2. Dari 80 orang yg kenal gw itu, anggaplah separuh (40) yang emang benar2 mau baca tulisan gw. Sisanya, 40, sekedar pingin tahu kabar gw; apa yg sedang menarik perhatian gw untuk gw ulas.

3. Dari 40 yang emang niat baca tulisan gw, anggaplah separuh (20) yang bener2 baca tulisan gw sampai abis. Sisanya males, bosen, atau pusing ;-)

4. Dari 20 yang baca tulisan gw sampai habis, hanya separuh (10) yg berniat mengomentari. Sisanya enggak; dengan alasan masing2.

5. Dari 10 yang berniat mengomentari, akhirnya, seperti asumsi di atas, hanya separuh (5) yang benar2 mengomentari.

See? Kalau kita pakai perhitungan ideal aja, 50-50 di setiap langkah, maka jumlah komentar adalah suatu konsekuensi logis dari jumlah kunjungan.

Tentu, perhitungannya nggak bisa matematis begini. Seperti gw bilang di atas, keakraban pengunjung dan penulis bisa meningkatkan jumlah komentar, demikian juga kebermaknaan dari entry tersebut. Di langkah2 tertentu dari asumsi di atas, bisa jadi faktor keakraban atau kebermaknaan entry memperbesar probabilitas jumlah komentar; dari yang tadinya 50-50 menjadi 60-40, 75-25, bahkan 90-10. Tentunya itu akan mengubah hasil akhir dari jumlah komentar, seperti 6 komentar yg gw dapat, walaupun secara teoritis harusnya cuma 5 komentar. Dan tentu juga, jumlah pengunjung terkait pada banyak hal, seperti keaktivan pemasaran tidak langsungnya (suka bikin link dimana2, misalnya ;-)), karakteristik blog providernya (kalo di blogspot, yg gampang di-googled, tentu lebih besar kemungkinan dikunjungi orang asing daripada di friendster), sampai pada word of mouth dari teman ke teman.

But, my point is: jangan memprediksi apa2 dari jumlah komentar yang ada. Jumlah komentar adalah hasil akhir yg bisa diprediksi, bukan titik tolak untuk memprediksi ke belakang, kecuali kalo kita punya data tambahan ;-).

Atau, kalau diimplementasikan ke dalam konteks yang lebih luas: jangan memprediksi penyebab atau latar belakang BERDASARKAN perilaku tertentu, kecuali kalau kita punya data tambahan yang mendukung ;-) Inget deh, manusia itu bukan mesin yang kalau dipencet tombol A maka hasilnya B, jadi kalau hasilnya B pasti karena yg ditekan tombol A.. ;-) Ingat selalu bahwa hasil B itu mungkin disebabkan oleh A, A1, A2, A3.. An ;-)

---

PS: Jadi, buat kalian2 yg telaten baca tulisan ini sampai habis, gw pingin tanya: apa alasan kalian memberikan atau tidak memberikan komentar di posting gw? Hehehe.. ;-) Anggap aja ini sesi kualitatif dari penelitian (sok) ilmiah ini ;-)

PPS: Yang mendaftarkan blog gw ke Blog Indonesia siapa ya? Baru nyadar kemarin nih ;-)! Well, whoever you are, tenkyu menkyu ya! Tersanjung deh ada yg mau susah2 memasarkan blog gw.. hehehe.. Padahal gw emang sengaja nggak melakukan kegiatan pemasaran aktif. Gw cuma seneng nulisnya doang, gak pingin berlomba2 cari pembaca yg banyak ;-). Tapi tentu, kalau ada yg baca celotehan gw, dan menganggapnya berguna, gw seneng sekali.