Thursday, June 19, 2008

ASI itu Mahal, Jenderal!

*Gw sadar bahwa posting ini akan membuat Umminya Ankaa menjitak gw, lantaran dianggap sejenis kampanye anti-ASI ;-)*

***

Minggu ini gw menemukan pengetahuan baru: ternyata, di republik ini, harga ASI bisa jadi sama mahal (atau bahkan lebih mahal) daripada susu formula ;-)

Ceritanya, minggu lalu daerah rumah gw kena pemadaman listrik. Entah bergilir, entah tidak direncanakan. Yang jelas, tiba2 mati jam 9:00 pagi, dan sampai hampir jam 11:00 belum nyala lagi. Yang bikin panik gw tentunya adalah timbunan ASI di freezer. Memang sih, menurut petunjuk dari berbagai situs yang dapat dipercaya, ASI itu punya daya tahan cukup baik. Dalam suhu ruang bisa tahan 4 – 5 jam. Dalam kulkas bisa tahan 24 – 48 jam. Dalam freezer bisa tahan hingga 3 bulan. Dan.. dalam deep freeze bisa tahan hingga 6 bulan.

Menurut situs2 itu juga, kalau mati lampu 2 jam aja sih nggak apa2... selama freezer tidak dibuka, ASI tetap beku dan tidak turun kualitasnya. Yang perlu diwaspadai adalah kalau ASI-nya cair, sebab.. sekali ASI beku mencair, haram hukumnya untuk dibekukan lagi. Anti-oxidantnya sudah hilang, dan malah berbahaya untuk bayi.

Naah.. berhubung sudah mati selama hampir 2 jam, tentu gw mulai panik akan kelangsungan pasokan makan Nara tersebut. Dalam kurun kurang dari 2 bulan ini, gw sudah berhasil mengumpulkan logistik sebanyak hampir 3 liter, yang dimasukkan dalam kantong2 es mambo dalam satuan 60ml – 120ml (tergantung produksi yg terkumpul). Kalau sampai cair, rugi bandar dong!

Maka langkah2 penyelamatan ASI segera dijalankan ;-)

Beberapa hari setelah Nara pulang dari RS, gw memang sudah menyusun Standard of Procedure penyelamatan ASI ;-) SOP itu disusun lantaran kena pemadaman listrik juga. Waktu itu memang ASI yang terkumpul belum banyak, baru sekitar 400ml, tapi.. secara gw ini kikir dan gak mau rugi, langsung aja deg2an ngebayangin harus membuang modal sebesar 400ml itu. Langsung bikin Plan A sebagai berikut:

1. Pasrah menunggu hingga kapan listrik menyala lagi

2. Jika listrik menyala, TAMPUNG ASI beku yang terlanjur mencair dalam satu botol untuk diminumkan kepada Nara sesegera mungkin

3. Sisanya, yang masih beku, dimasukkan kembali ke dalam freezer.

Tapi, setelah krisis berlalu, gw mulai memikirkan Plan B. Sayang dong kalau tiap kali ASI yang sudah susah payah disimpan harus dibuang sebagian? Apalagi kalau listriknya sering mati. So.. Plan B yang gw susun adalah sebagai berikut:

1. Blue Ice harus selalu dibekukan di freezer.

2. Manakala listrik sudah mati selama 1 jam 45 menit, segera masukkan ASI ke dalam cooler box bersama blue ice,

3. TITIPKAN KE FREEZER yang tidak kena pemadaman listrik

Beruntung cooler box dan blue ice gw, yang gw beli 9 thn lalu saat masuk kantor lagi setelah maternity leave, masih berfungsi dengan baik. Mungkin karena mereknya Coleman.. hehehe.. kata Umminya Ankaa yang hobi kampanye ASI ini, merek itu memang yahud ;-) Dan iya, memang di toko2 sekarang susah banget menemukan Coleman ;-)

Beruntung juga, ada lokasi penyelamatan ASI yang dekat dengan rumah: Warung Ayam Taliwang “RINJANI” milik adik gw ;-) Jaraknya kurang dari 4km dari rumah, atau kurang dari 10 menit perjalanan dengan mobil (kalau macet jadi 15 menit sih ;-)). Dan.. karena gardu listriknya beda, besar kemungkinan warung tersebut tidak mati listrik secara bersamaan dengan rumah kami.

Jadi begitulah!

Akhirnya Plan B ini terlaksana minggu lalu. Setelah terjadi pemadaman listrik, ASI segera pindah ke warung Oom-nya Nara. Disimpan bareng tumpukan ayam beku .. hehehe.. tapi nggak papa, kan kompartemennya beda ;-) Baru diambil lagi jam 17:30, setelah listrik menyala. Krisis teratasi dengan baik!

Tapi.. kemudian.. timbul satu masalah baru ;-)

Ternyata, adik gw nggak punya genset di warungnya. Baru niat beli, tapi belum kesampaian. Sementara.. ada kabar burung bahwa minggu2 depan akan terjadi pemadaman listrik bergilir lagi. ADA KEMUNGKINAN SELURUH JAKARTA TIMUR MATI LISTRIK, yang artinya perbedaan gardu antara rumah dan warung adik gw nggak akan bermanfaat.

Terpaksa bikin Plan C: beli genset untuk dipasang di rumah ;-)

Begitulah... ;-) Gw mulai browsing internet dan jalan2 ke ACE Hardware hendak melihat2 keramaian yang ada harga genset. Sekalian melihat2 harga deep freeze. Maklum, produksi sudah mulai banyak, sampai2 daging dan ikan nggak kebagian tempat di freezer ;-) Dan inilah perkiraan harga Plan C gw:

Harga genset 1.500 watt + pemasangan

Rp 3.600.000

Harga deep freeze 100lt

Rp 1.400.000

Bensin untuk genset 15lt

Rp 90.000

Program ASI Eksklusif & Kesejahteraan Nara

Priceless!



Hehehe.. jadi ingat iklannya Mastercard nggak? There are some things money can’t buy. For everything else, there’s Mastercard ;-)

Hanya saja.. jargonnya sedikit berbeda: there are some things money can buy. For everything else, just be reasonable and rational ;-)

Iya.. gw pikir nggak rasional kalau harus mengeluarkan Rp 5.090.000 untuk investasi 4 bulan.. hehehe.. ASI Eksklusif kan sampai 6 bulan, alias 4 bulan dari sekarang. Setelah itu, Nara sudah makan makanan pendamping. Artinya, kalau Nara sudah 6 bulan, gw nggak perlu terlalu khawatir kehilangan ASI, karena bisa diganti makanan lain sementara.

Nah, kalau untuk investasi 4 bulan aja gw mesti keluar Rp 5.090.000, berarti kan nilai investasi gw sebulan Rp 1.272.500? Kalau beli susu formula termahal yang kemarin gw lihat, Morinaga BMT (yang premium), bisa dapat 11 kaleng yang 800gr. Siapa yang butuh 11 kaleng susu per bulan? Emangnya Nara cowok metroseksual yang suka mandi susu? Hehehehe..

Itu sebabnya gw gak jadi beli genset ;-) Dan.. mungkin itu sebabnya si bayi di emperan stasiun Tanah Abang minum susu formula, nYam ;-). Ibunya nggak sanggup beli genset dan freezer ;-) Jatuhnya lebih murah minum susu formula.. HAHAHAHAHA...

So, nambahin kampanye ASI Eksklusifnya nYam: mestinya PLN juga diingatkan untuk segera meningkatkan produksi listrik. Biar nggak pemadaman bergilir melulu ;-) Pemadaman listrik bergilir itu merupakan bentuk kampanye anti-ASI eksklusif ;-)