Sunday, June 15, 2008

How Deep is Her Love?

Suatu hari di pekan lalu, Ima berkata begini:

"Ibu, aku udah pesan kue susu sama Adela. Mamanya Adela pinter deh bikin kue susu. Rasanya enaak deh. Aku pesan buat Ibu. Harganya 5 ribu"

Tanggal 12 Juni 2008, saat menjemput the birthday girl dari sekolah, gw bertanya: jajan apa hari ini? Memang sengaja tanya begitu sebagai upaya untuk mengontrol jajanan Ima. Apalagi setelah baru2 ini ada kasus coklat narkoba.

"Aku nggak jajan apa2 hari ini. Uang jajanku kupakai buat bayar kue susu pesananku yang buat Ibu. Kuenya baguusss deh, Bu, bentuknya es krim. Nanti di rumah aku kasih Ibu"

-- sesampainya di rumah ... --

"Ini, Bu. Kue susu bentuk es krim-nya. Enak lho...!"

Gw tahu jaman sudah bergulir, tentu banyak perubahan di sana-sini. Termasuk bentuk es krim yang makin kreatif. Tapi.. kue bentuk es krimnya kok nggak kelihatan seperti es krim ya?

"Ini kue bentuk es krim atau bentuk wafel sih, Mbak? Atau seperti wafel-nya AW ya, yang dimakan pakai es krim di atasnya?"

"Bukan, Ibu. Itu bentuk es krim. TAPI TINGGAL CONE-NYA aja. Tadinya di atas cone-nya ada es krimnya, warnanya pink, kuning, sama putih. Tapi sudah kumakan."

Lho, kok?

"Iya, tadinya aku cuma mau makan choco-chip yang ada di es krimnya aja. Tapi susah nyopotnya. Jadi kumakan es krimnya"

Speechless ;-) Sambil sebuah puisi jaman TK dulu berdengung di kepala:

Dua ekor kelinci berebut sepotong roti
Minta tolong kepada kera
Roti dibelah menjadi dua
Ditimbang-timbang berat yang mana
Berat yang kiri, digigit
Berat yang kanan, digigit
Lama-lama rotinya habis
Dua ekor kelinci lalu menangis

"Tapi nggak apa-apa kan, Bu, tinggal cone-nya? Kan cone-nya masih gede"

Yah, nggak apa2, Mbak Ima. Cone juga enak kok ;-) Makasih ya, sayang :-)

Setidaknya gw masih lebih beruntung daripada dua ekor kelinci.. hehehe.. Setidaknya kue susunya nggak digigit sampai habis. Mungkin karena Ima bukan kera ;-)?

***

Ingat cerita kanak-kanak tentang seorang raja yang bertanya pada putri-putrinya tentang sedalam apa cinta mereka kepadanya? Para putri berebut menganalogikan betapa besar cinta mereka kepada ayahnya. Ada yang bilang seluas samudera, ada yang bilang seindah permata yang paling mahal, dll. Hanya putri bungsu yang mengatakan: cintaku kepada ayah sebesar sebutir garam ;-)

Sang raja sempat sangat marah mendengar jawaban itu. Terkesan seolah ayahnya nggak disayang, karena hanya dihargai sebagaimana sebutir garam. Si putri bungsu diusir. Tapi.. kemudian sang raja baru sadar bahwa makan pun jadi tak enak tanpa sebutir garam. Itulah bentuk cinta yang terbesar :-)

Yaah.. seandainya gw si raja, dan Ima si putri, maka mungkin jawabannya: cintaku pada Ibu sekenyang perutku ;-) Bahasa puitisnya: Cinta ibu sepanjang jalan, cinta anak selama perut kenyang ;-) Atau... bisa juga: perutku kenyang ibu disayang, perut tidak kenyang kue buat ibu melayang ;-) Hayooo.. ada yang tahu peri[h]bahasa aslinya nggak ;-)?

Tapi nggak apa2, darling Ima ;-) Bukan besar kuenya yang menunjukkan rasa sayang, melainkan kesediaan nggak jajan demi memesankan sebuah kue buat ibunya ;-). Kerelaannya nggak jajan selama sehari itu yang menunjukkan rasa sayang. Rasa sayang yang besar sekali kan ;-)? Sampai rela [berniat] berlapar-lapar sehari ;-)

***

BTW, soal rasa sayang ada juga cerita tentang rasa sayang ibu pada Nara ;-) Peribahasanya: cinta ibu sebesar rela nggak konsentrasi nonton Jerman, cinta anak semoga tidak sepenggalan ;-)

Iya, Nara sejauh ini sudah sukses membuat ibunya gagal menikmati Piala Eropa. Gara2 tiap pertandingan mau mulai dia pasti nangis minta digendong2. Jadi ketinggalan terus deh nonton bola :(

Yang paling parah, pas Jerman lawan Kroasia, Nara sama sekali nggak mau di depan TV. Nggak bisa nonton deh :( Mungkin gara2 gw nggak nonton makanya Jerman mainnya jelek banget dan kalah ya.. hehehe.. Atau kemungkinan lain sih sejak harga BBM naik, der Panzer minumnya bensin campur.. hehehe.. Jadi der Bajaj yang mesinnya suka mati mendadak ;-) Eh, kalau Bajaj itu artikelnya der, die, oder das ya?

Untung masih babak penyisihan grup, jadi pasti masih main 1x lagi. Masih ada kesempatan lolos ke babak selanjutnya, asal The Miracle of Cordoba gak terulang ;-). Moga2 Jerman lolos deh.. hehehe.. dan bisa menyelesaikan 3 pertandingan berikutnya ;-)

As for Nara.. gimana ya, biar ntar malem gak rewel? Kloroform aman gak sih buat bayi di bawah 3 bulan ;-)?