Saturday, September 20, 2008

Bagaimana Datang?

Buat yang gemar nonton DVD bajakan, tentunya familiar dengan terjemahan yang “pasti modalnya cuma kamus bahasa Melayu di tangan”. Terjemahan yang malah bikin pusing, bukan membantu ngerti isi cerita. Bayangin aja, pada suatu hari, gw pernah nonton film yang adegannya berantem rebutan anak kecil. Terus... subtitle-nya bunyinya begini:

Tampak wajah! Anak kambing itu adalah ranjau darat!

Pusing nggak loe? HAHAHAHA... Itu terjemahan harafiah dari, “Look! That kid is mine!

Kata per kata sih emang bener ;-) Look itu bisa diartikan penampilan wajah. Kid itu memang aslinya anak kambing. Dan mine memang bisa diartikan ranjau darat. Tapi... kalau digabung ;-)?

Tambah pusing lagi waktu Ima pakai tanya, “Maksudnya apa sih, Bu? Anak kambingnya mana? Kok bisa jadi ranjau darat?”

Padahal, pekerjaan menerjemahkan bahasa itu kan seni, ya AyahnyaAra, ya ;)? Bukan cuma harus ngerti kedua bahasa tersebut, tapi pakai perasaan. Biar terjemahannya tidak mereduksi arti sesungguhnya. Apalagi kalau sudah pakai idiom dan sebangsanya, kan nggak bisa diterjemahkan harafiah ;-)

Tapi ya namanya beli barang bajakan. Nggak bisa nuntut macem2 dong ;-) Ada harga ada rupa. Cuma Rp 7,000 per keping kok minta bagus... hehehe... Sama kayak lelucon tukang becak jaman dulu. Kalau ditawarnya kebangetan, si tukang becak ntar ngebut. Sambil ngomong, “Bayar segitu kok minta selamet”... hehehe...

Itu kalau bicara DVD bajakan. Kalau bicara Mall of Indonesia? Mall gede yang masih under construction di bilangan Kelapa Gading? Mestinya sih nggak berlebihan kalau gw berharap nggak ketemu bahasa2 aneh di sini ya... hehehe...

Dan karena itulah, ketika pekan lalu gw & bapaknyaimanara belanja ke salah satu hypermarket di sana, kami tertawa2 melihat rambunya. Sebab... rambu parkirnya seperti ini:



Hihihihi.... ke kanan "Way Out" ke kiri "No Left Turn".

Ya, ya, secara perbendaharaan kata, artinya benar ;-) "Way Out" itu jalan keluar, dan "No Left Turn" itu dilarang belok kiri. Tapi... ada yang aneh nggak sih dengan penggunaannya dalam konteks lahan parkir sebuah pusat perbelanjaan ;)?

Way Out, walaupun artinya adalah "Jalan Keluar", setahu gw lebih lazim digunakan dalam konteks "keterperangkapan". Jadi... kalau orang tersesat di hutan, lantas menemukan jalan keluar, itu disebutnya way out. Atau... kalau seseorang pusing memikirkan suatu masalah, lantas menemukan jalan keluar pemecahannya, itu disebutnya juga way out. Jadi, way out ini artinya lebih dekat pada solusi, daripada dengan jalan keluar fisik.

No Left Turn... hmm... setahu gw istilah ini lazimnya dipakai di negeri yang mengendarai mobil di sebelah kanan (kemudi di sisi kiri mobil). Seperti diceritakan di artikel ini, tanda ini digunakan untuk "keep traffic flowing on the major arterial street". Sebab, kalau boleh belok kiri, ntar banyak mobil yang masuk di lajur tersebut menunggu lampu belok kiri hijau dan menghambat jalan mobil2 lainnya.

Nah... dengan demikian, rambu no left turn ini nggak lazim di negeri yang nyetirnya di kiri jalan (kemudi di sisi kanan mobil). Kalau di sini mestinya rambunya adalah turn left direct (hihihi... ini terjemahan bebas dari "Belok Kiri Langsung" ;-))

Lebih jauh lagi, gw berasumsi bahwa "No Left Turn" ini mengandung arti tersirat. Nggak tahu apa... tapi seperti di artikel ini dan ini, kesannya ada sesuatu di balik frasa ini. Something political... hehehe...

So... sebenernya kenapa ya, Mall of Indonesia memilih kedua frasa ini? Sekedar pingin beda? Atau modalnya cuma kamus bahasa Inggris di tangan? Hehehe... Atau mungkin, secara ini adalah mall yang diposisikan untuk para kaum the haves yang suka wara-wiri belanja ke negeri berbahasa Inggris, makanya mereka mencomot istilah yang juga ditemui di negeri berbahasa Inggris? Yang penting kedengeran dan kelihatan kayak di luar negeri... gak peduli konteksnya ;-)

Yaaah... mungkin kata "EXIT" dan "NO ENTRY" kedengerannya kurang keren buat mall semewah ini ;-)

Atau mungkin juga sebenarnya itu menunjukkan hasrat terpendam dalam pembuatan mall ini: mall ini diharapkan membuat orang "trapped" di dalamnya, sehingga harus mencari "way out"... hehehe... Kalau begitu, mungkin lahan parkir ini nama kerennya "Problem Solving Maze". Satpamnya nggak disebut satpam, atau security officer, tapi disebut "Advisor" atau "Counselor"

Anyway... rambu ini selain bikin kami tertawa tergelak2, juga menimbulkan tebak2an baru. Tebakannya: coba, apa KATA yang ada di atas pintu keluar darurat di mall ini? Biasanya kan tulisannya "Emergency Exit".

Tebakan gw sih, tulisannya: "ESCAPE ROUTE", hehehe.... Biar sama kerennya dengan dua yang lain ;-)

---------------
PS: Setelah baca tentang major arterial street di atas, gw jadi ngerti kenapa Ima harus menghafalkan jalan propinsi dan jalan kabupaten. Mungkin biar ntar dia gak salah bikin rambu... hehehe... Memang, rambu dan kode itu kalau nggak jelas bisa menyesatkan ;-) Jangan heran kalau orang nggak ngerti maksudnya ;-)