Thursday, December 17, 2009

Luna Lovejoke

Para penggemar Harry Potter tentu masih ingat cerita di buku ke-5. Saat2 muram ketika Harry Potter dibikin sengsara hidupnya oleh Rita Skeeter dari Daily Prophet; reporter yang tulisannya - menurut kata Dumbledore - "enchantingly nasty" ;-)? Di buku ini juga Harry pertama kali bertemu dengan Luna Lovegood.

Nggak disangka, nggak dinyana, di realitas paralel (huh? Realitas?) ada plesetannya. Tapi bukan Harry yang bentrok sama Rita, melainkan Luna ;-).

Habis bentrok. Luna ngomel lewat tweet. Kira2 ngomelnya begini deh:


"Infotemnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!may ur soul burn in hell,"


Naaah.... tentu saja yang didamprat marah. Cuma nggak tahu sebabnya apakah yang didamprat itu marah karena - seperti Rita Skeeter - merasa pekerjaannya "terhormat" (meskipun - sekali lagi kata Dumbledore lho, yaaa... - tulisannya enchantingly nasty ;-)), atau ... karena nggak bisa mencerna isi pesan dengan baik ;-) Kalau ditilik isi argumen2 berikutnya, kayaknya kemungkinan alasan kedua lebih besar. Bayangin, masak argumennya seperti ini:


"...Kalau lihat pernyataan Luna akan banyak orang yang tersakiti. Maaf, pelacur-pelacur bisa demo, lho,” katanya.


Uhhmmm.... call me stupid. Tapi gw nggak ngerti dasar logika pada argumen ini ;-) Kenapa ya, dia pikir pelacur bisa demo mendengar kata2 Luna? Bukannya si Luna, menurut rekonstruksi dari sejumlah berita online bunyinya seperti terkutip di atas?

So, kenapa pelacur bakal demo? Karena bersaing posisi "terhina" dengan infotainment, gitu? Hehehe.... Bukannya pelacur malah bakal senang, karena ada yang dianggap "lebih hina"? Berarti profesi mereka naik kelas kan ;-)?

Gw sih tahu bahwa ada yang namanya Ig Nobel, yaitu penghargaan [yang awalnya adalah] plesetan dari Nobel; dan diberikan pada penelitian2 yang paling improbable, aneh, ridiculous, atau apalah yang anti-tesis dari Nobel ;-) Tapi gw nggak tahu bahwa dalam masalah dikotomi hormat-hina juga ada persaingan sehingga para pelacur harus merasa tersaingi karena ada yang dikatai lebih hina darinya... hehehe...

Atau... pelacur2 akan demo karena dikatakan hina? Deuh... setahu gw, sejak jaman Nabi Musa menerima Ten Commandment, profesi ini sudah dianggap hina, bukan? Berprofesi menjual sesuatu yang jelas2 melanggar larangan Tuhan, apa bukan sesuatu yang hina?

Swear deh, gw rasanya jadi ingin memberi pencerahan berupa kursus logika... HAHAHAHA...

Tapi... rupanya realitas paralel dari Order of Phoenix ini emang sepanjang buku aslinya. Nggak puas mempermalukan diri dengan argumen "lucu" itu, besoknya, muncul headline yang lebih lucu lagi seperti ini

Luna Maya Lecehkan Profesi Wartawan


Asli, sekarang gw benar2 ingin bertanya: waktu kuliah [jurnalistik?] ada pelajaran logika, nggak sih? Pernah nggak belajar bahwa logika berikut ini adalah contoh logika yang salah:


Premis 1: Semua monyet makan pisang
Premis 2: Luna makan pisang
Kesimpulan: Luna adalah monyet


Kan jelas2 subyek pada tweet Luna adalah "infotainment"? Kenapa bisa jump to conclusion bahwa Luna melecehkan wartawan? Emangnya "infotainment" adalah bagian dari himpunan wartawan? Setahu gw sih infotainment itu adalah himpunan yang BERIRISAN dengan wartawan, bukan bagian ;-) Kenapa? Karena dalam infotainment itu ada wartawannya, tapi bukan hanya terdiri dari wartawan. Ada juga produser, kameramen, penulis skrip, dll.

Dengan kata lain... paling jauh, Luna Maya dapat dikatakan melecehkan PELAKU BISNIS INFOTAINMENT. Bukan wartawan ;-) Enak aja mengatasnamakan wartawan. Itu namanya libel. Fitnah ;-)

Himpunan wartawan sendiri adalah himpunan yang besar. Mencakup wartawan model2 wartawan infotainment yang ngejar2 gosip dan punya kecenderungan [thanks buat Radityadika yang mengingatkan kembali istilah yang pertama kali gw dengar di Cold Case ini] Schadenfreude, hingga wartawan2 senior berdedikasi tinggi seperti Bapak Rosihan Anwar, serta penerima2 Pulitzer Prize for Reporting. Menurut gw sih lebay ya, menggeneralisasikan makian terhadap [wartawan] infotainment sebagai pelecehan terhadap profesi wartawan ;-)?

Tadi, pas gw baca headline ini di perempatan, gw kira ini cuma judul heboh buat naikin oplah doang. Isinya nggak akan mengandung logical fallacy betulan ;-) Tetapi ternyata dugaan gw salah, karena isinya, seperti tersimak di sini mengatakan:

Gara-gara kesal kepada wartawan infotainment, artis Luna Maya memaki-maki wartawan dengan menyebut derajat wartawan lebih rendah dari pelacur, pembunuh.


Oh, well. Rupanya bukan cuma pelaku bisnis infotainment aja yang diragukan kemampuan logikanya... HAHAHAHA... Apa enaknya gw bikin kursus buat mereka aja ya ;-)?

***

Ngomong2 soal bikin kursus, selain pingin ngursusin orang2 di atas, gw sebenernya pingin kasih kursus buat Luna Maya juga sih ;-) Tapi kalau kursus buat Luna Maya sih bukan tentang logika, melainkan tentang, "How to say a harsh word... and get away with it" ;-)

Ya, menurut gw Luna Maya melakukan kesalahan fatal ;-) Bukan fatal dengan pemilihan kata2nya... hehehe... Kata2 Luna Maya itu sangat tidak nice, tetapi... sebagai sesama temprawati, gw sangat mengerti kenapa kata2 tidak nice itu keluar. Bahkan sesungguhnya para pelaku infotainment itu harus bersyukur bahwa yang keluar dari Luna "cuma" segitu doang... hehehe... Gw jamin, kalau gw jadi seleb, pasti kata2 yang keluar dari mulut gw akan "lebih colorful" ;-) Mejikuhibiniu ;-)

Yang salah fatal, menurut gw, adalah menghapus bukti kata2nya di Twitter ;-) Dengan ditutupnya rekening Jeng Luna, maka itu sekarang menjadi their words against her words. Dan dengan kecenderungan kekuranglogisan argumen yang berbanding lurus dengan esprit de corps membabi buta (seperti terlihat dari argumen2 yang gw kutip di atas PLUS re-tweet dari Ndoro Kakung bahwa tidak ada laporan jurnalistik yang mengupas tuntas penyebabnya), the future for her is not so nice.

Mungkin akan berbeda keadaannya jika Jeng Luna tidak menghapus buktinya. Ia akan bisa membuktikan bahwa dia mengatakan "infotainment", bukan "wartawan", dan bahwa kesimpulan telah terjadi "pelecehan terhadap wartawan" adalah kesimpulan yang lebay. Nggak usah ngebahas sebabnya juga nggak apa2 deh... udah kelihatan kok lebay-nya ;-)

Next time, Luna, don't compromise the evidence. Let them start a joke, which starts the whole world laughing. Only then, we'll see that the joke is on them ;-)

***
NB: ohya, buat yang terganggu dengan kata2 "enchantingly nasty", sekali lagi, itu kata Albus Dumbledore lho ya... bukan kata gw... HAHAHAHA... Kalau mau menuntut hukuman 6 thn penjara, monggo langsung ke Hogwarts aja :p



Suntingan 22 Desember:
Ternyata Twitter yang dikasih oleh Omme QQ itu cuma kloningan. Thanks Pops, JJ :) Sebagai gantinya, gw kasih tautan seru aja ya, dari JJ tentang seruan PWI Pusat bahwa kalo gak tersinggung sebaiknya berhenti jadi wartawan. Untuk seruan ini, ada background sound yang cocok untuk didengarkan:




Plis deh, jangan lebaaaaay.... Sibuk ngurusin rasa tersinggungnya, sampai2 artikelnya berantakan :) Satu paragraf bilang kalau wartawan nggak tersinggung, berhenti aja jadi wartawan. Eeeh... paragraf berikutnya bilang diragukan kepekaannya kalau tersinggung :) Jadi maksudnya gimana sih? Saking tersinggungnya, jadi bingung mau nulis apa, gitu? Itulah kalau jadi wartawan tapi "pendek sumbu" :) Jadi nggak bisa nulis dengan pikiran jernih toh ;-)?

*tapi untung mereka "cuma" jadi wartawan. Jadi "cuma" salah nulis doang. Coba kalau jadi tentara dengan sumbu sependek ini. Kan berabe kalau salah nembak orang ;-)*