Friday, December 07, 2007

Serat Ulem

Sekitar seminggu yang lalu gw dibikin repot dengan pertanyaan seorang teman: “Does your husband love you?”

Reaksi awal gw sih pingin jawab dengan jutek, “It’s none of your business”. Namun.. berhubung intuisi (tsah!) gw bilang bahwa it’s – just like always – his indirect method of crying for help, nggak jadi jutek deh ;-) Diikuti aja permainannya sampai di mana ;-)

Tapi ngejawabnya juga gak gampang, sebab gw nggak pernah nanya2 sama suami gw apakah he loves me.. hehehe.. We’ve known each other for nearly 17 years, and married for nearly 10 years.. Anak juga udah mau dua. Cinta? Kayaknya udah bukan hot topic lagi deh! Kalah sama responsibility dan commitment ;-) Emang mau makan cinta doang.. HAHAHAHA..

Dan lagi.. bahkan jaman pacaran pun kata2 cinta seingat gw nggak pernah diumbar ;-). Malah gw sampai sekarang nggak ingat kapan sih tepatnya kami jadian. It must be sometime between waktu dia ngasih buku Scientific Method in Psychology dengan bonus tentoring seharian di Sabtu yang cerah and.. waktu dia ngasih satu set SPSS User’s Manual.

Buku pertama diberikan waktu gw masih semester II, pastinya belum pacaran sama dia, karena masih terjerat sama yang lain.. hihihi... Buku kedua diberikan pas gw udah mau bikin skripsi. Waktu itu pastinya udah pacaran, karena gw sempat “dituduh” seorang dosen bakal gampang bikin skripsi karena punya pacar yang jago statistik (dan program komputer penghitungan statistik). Waktu itu memang belum banyak anak psikologi yang menguasai SPSS, makanya pacar gw sering jadi Dewa Penolong bagi para pembuat skripsi yang nggak bisa ngitung datanya sendiri ;-) Tapi.. penghinaan deh kalo gw dituduh bakal memanfaatkan pacar! Emang gw kurang jago, sampai ngitung data doang aja butuh dibantuin pacar? Gw bela2in tuh baca satu set manualnya biar bisa ngitung data sendiri.. hehehe..

Iya, emang, suami gw modelnya scientifically romantic.. hehehe.. Kalau pun ada kata2 cinta, mungkin bahasanya juga penuh dengan command syntax dan diselipkan dalam command prompt ;-) Dia bukan model yang suka bikin puisi terbungkus metafora cantik seperti ini:

Terlalu cepat, katamu?
Bukankah sesaat setelah Hawa diciptakan
Adam berucap, “Ya Tuhan,
Aku jatuh cinta padanya”?

Lalu firdaus pun berpesta
Menyambut kedatangan sepasang kekasih
Yang bersatu karena takdir dan usaha
Bukankah untuk itu bumi diciptakan
Meski skenario mengatur
Sebuah kecelakaan bagi mereka?

..

(mohon maaf buat penulisnya. Sengaja nggak ditulis namanya. Considering your upcoming wedding.. mendingan dituduh melanggar hak cipta deh ;-))

Jadi.. yaaa.. gitu deh!

Bingung juga gw jawab pertanyaan si teman itu.. hehehe.. Lha wong gw nggak tahu dulu bukti cintanya ada di syntax yang mana, secara bahasanya bahasa programming.. HAHAHAHA.. Nggak bisa diterjemahkan segamblang sebuah metafora cantik ;-). Gw suruh tanya sama suami gw aja, dianya nggak mau ;-)

Untung, akhirnya dia puas juga dengan jawaban gw ;-) Atau sebenernya dia belum puas juga, tapi udah nggak tahan pingin nyolong curhat ya ;-)? Akhirnya keluar juga inti cerita yang ditunggu2: an invitation of something with a W.

Well.. sebenernya ceritanya juga masih nggak jelas sih.. nggak tahu whose W, dan what W stands for. Cumaaa.. gw menduga sih the W stands for the stage that follows en-CAGE-ment stage ;-)

*Oops, sorry.. I mean.. en-GAGE-ment ;-) Eventhough, in reality, sometimes engagement is indeed the first step of lifetime encagement.. hehehe… *

Cerita tentang W-plan selalu membuat hati gw senang. Nggak tahu ya, mungkin itu bagian yang tersisa dari naluri kewanitaan gw.. HAHAHAHA.. senang dengan sweet romantic drama ;-) Tapi gw juga selalu khawatir dengan jalan cerita drama romantis itu.

Ya, ya, gw sadar bahwa cinta tidak selalu harus diterjemahkan dengan kata2 dan tindakan nyata. Seringkali cinta hanya bisa dirasakan, as it radiates through every single act of the person who loves us. Cinta juga tidak dapat ditentukan dengan waktu. Kadang, cinta yang berjalan bertahun2, kandas hanya dalam hitungan hari. Sebaliknya, pertemuan yang hanya hitungan hari, ternyata memang benar2 cinta sejati. We never know.

Tapi.. nggak tahu ya.. tetap gw agak ragu bila pace-nya terlalu cepat. Rasanya cinta pun tetap membutuhkan waktu untuk tumbuh. Bahwa apa yang terasa dari setiap tindakannya adalah bukan sesaat. Besides, it doesn’t hurt anybody to enjoy it a little more, before making any further decision. Karena toh kita bukan Adam yang bertemu Hawa.

*OOT: ngomong2, kenapa ya, Adam bisa berkata “Ya Tuhan! Aku jatuh cinta padanya” hanya sesaat setelah Hawa diciptakan? Karena cinta sejati? Atau karena nggak punya pilihan lain.. HAHAHAHA.. Cinta sejati kali yee.. secara hidupnya sudah dibikin susah oleh Hawa pun (disuruh mencuri dan ikut kena hukum buang), Adam tetap setia ;-)*

Dan secara kebetulan, pagi ini ternyata ada tulisan baru dari Fertob. Judulnya Gokhon Dohot Jou-Jou. Tadinya ini gw kira pengumuman bahwa si Fertob bakal segera menikah lho, secara kata “Gokhon Dohot Jou-Jou” lazimnya gw baca di bagian atas Undangan Pernikahan teman2 gw yang Batak. Gw kira artinya “Undangan Pernikahan”.. HAHAHAHA.. Nggak tahunya dia cerita tentang sebuah lagunya Joy Tobing toh ;-). Tentang pernikahan yang batal padahal undangan telah disebar, dan kecamuk emosi yang mengikutinya – setidaknya begitu menurut terjemahan bebas dan tidak tuntas a la Fertob.

I just don’t want any of my friends experience this tragic end.. ;-)

So, gw pingin ngutip lagu yang sayup2 sering gw dengar dinyanyikan Ima:

No, no, no, no, tunggu dulu
Cinta jangan buru-buru
Karena kurasa terlalu cepat
Kutakut semua palsu

No, no, no, no, tunggu dulu
Cinta jangan buru-buru
Masih ada banyak waktu
Biarkan cinta mengalir

Slow down, Baby, take it easy. Just let it flow ;-)

Tapi tetap ditunggu kok Serat Ulem-nya ;-). Whenever you’re ready and everything is fixed ;-). Dan kalaupun you’re sure that now is the right time for the W-plan, titip lagu aja untuknya:

Kalau nanti kau jadi istri temanku
Hati-hati dengan mataku ya!
Jika sampai kulihat wajahnya murung
Kupanggil orang sekampung

Jika nanti temanku jadi suamimu
Hati-hati dengan matanya
Kalau sampai dia nangis karna ulahmu
Kucukur sebelah alismu

From me to her.. ;-)

(Ternyata bukan body gw doang yang setali tiga uang dengan Tika Panggabean. Ngancem-nya juga.. HAHAHAHA..)

----

Catatan: Serat Ulem = Surat Undangan (bahasa Jawa halus). Jadi nggak ada hubungannya dengan serat tanaman, serat kain, atau produk2 seperti Vegeta gitu ya!

***

KLARIFIKASI 11 Des 2007

Menghindari kemungkinan kesalahan tafsir seperti yang diindikasikan beberapa japri dari teman, dengan ini gw klarifikasi bahwa penulis puisi dan the one with the W-plan adalah dua subyek yang berbeda ;-) My mistake ;-)