Friday, December 14, 2007

Aisyah, Dewi, dan Kue Lapis

Dalam kuis jadul Berpacu Dalam Melodi mungkin pertanyaannya akan berbunyi begini: ”Lagu ini menceritakan kedongkolan seorang pria ketika kekasihnya menangis, minta dibelikan baju tipis buatan Inggris.”

Dan gw akan cukup pede untuk menawar satu not saja, untuk kemudian menyanyikan refrain-nya (bener, kan, Dol, refrain tuh f-nya satu biarpun singkatannya reff ;-)?):

Abang sayang, kumau baju yang tipis
Jangan, Adik. Kau cantik berkebaya
Tidak, Abang! Kumau baju yang tipis!
Jangan, Adik! Kau BUKAN KUE LAPIS!

Hehehe.. tapi gw lupa itu lagunya siapa, apalagi judulnya. Kayaknya sih lagunya Bimbo. Tapi nggak tahu juga deh, gw googling nggak ketemu ;-) Gw memang cenderung gampang ingat syair, tapi parah dalam mengingat judul dan penyanyi ;-)

*OOT dulu: jadi.. kayaknya gw lebih cocok ikutan kuis MeLirik. Sayang ya, acara ini kayaknya udah nggak ada lagi :-(*

Dulu lagu itu suka dinyanyikan di kantin, sambil gitaran dan ketawa2. Sekitar dua hari yang lalu, lagu ini terngiang2 lagi di telinga, biarpun nggak ada yang nyanyiin, lantaran.. tayangan infotainment tentang sidang cerainya Dewi Persik dan Saiful Jamil.

Lho, apa hubungannya ;-)? Apa karena persik dan kue lapis sama2 enak dimakan?

Gw sih belum pernah makan persik, jadi gw nggak tahu apakah memang seenak kue lapis. Mungkin kudu tanya Saiful Jamil yang udah kenyang makan kue lapis.. eh.. persik ;-). Tapi.. lagu itu teringat lagi memang karena urusan ”bungkus” ;-)

Jadi, di salah satu segmen berita itu, tiba2 si Dewi Persik curhat tentang kenapa dia mau aja dicerai suaminya. Kira2 curhatnya bunyinya gini:

“Dulu saya juga sudah pernah menyatakan kalau saya bersedia meninggalkan dunia entertainment, mengganti busana saya, jadi istri yang baik. Kalau memang itu yang diminta suami saya, saya rela meninggalkannya. Tentu teman-teman wartawan punya dokumentasinya. Tapi kemudian, kalau memang suami saya menginginkan itu, mengapa saya masih disuruh kerja? Mengapa saya tidak boleh berhenti?..”

*kira2 begitulah yang gw tangkap. Kalau bahasanya kedengeran ”nggak Dewi Persik banget”, yaaah.. maaf, gw terpaksa merekonstruksi terminologinya ;-) Kapasitas memory gw nggak cukup untuk mengingat terminologi dan struktur bahasanya yang agak asing buat gw ;-)*

Aaanyway.. telinga gw langsung nyimak begitu mendengar dua kalimat terakhir itu ;-) Ternyata pangkal perceraiannya masih yang dulu2 juga toh.. hehehe.. masalah ”bungkus” ;-)

Uhm.. sebenernya sih gw nggak nyalahin Saiful Jamil kalau pingin istrinya terbungkus lebih rapi. Boleh2 aja sih kalau kue lapisnya mau dinikmati sendiri, orang lain nggak boleh lihat ;-). Tapi.. ya, gw setuju sama curhatnya si Dewi Persik itu: kalau memang nggak boleh dinikmati orang lain, ya jangan disuruh kerja di luaran. Diperam saja dalam rumah ;-)

Yang namanya orang itu kan harus memilih. Nggak bisa dooong, pingin dapat segalanya ;-) Pingin istrinya penampilan yang berubah, tapi tetap memberikan pemasukan (materi) seperti dulu. Yang namanya ngerubah brand identity itu kan nggak bisa sembarangan, resikonya selalu besar sekali. Sudah pasti hasil penjualan terpengaruh.

Suka nggak suka, brand identity-nya si Dewi Persik sudah terbentuk. Nilai jualnya memang terletak pada goyangannya yang mirip jurus merontokkan buah persik dari pohonnya itu, plus bungkusannya yang mirip kue lapis itu ;-) Nggak bisa dong, kalau sekarang dia disuruh dandan dan bergaya seperti Siti Nurhaliza. Target marketnya memang bukan itu ;-)

Gw sendiri sih nggak memperhatikan Dewi Persik banget2 sih. Tapi.. sejauh yang gw lihat, penampilannya sudah banyak berubah. Goyangannya memang masih mampu merontokkan buah persik dari pohonnya sih, tapi.. dari segi bungkus, sekarang dia udah lebih cocok dibilang Dewi Nagasari.. HAHAHAHA.. Biarpun bungkusnya masih lekat di badan, tapi udah nggak mempertontonkan semua seperti dulu. Persis seperti kue nagasari yang dibungkus daun pisang ;-)

Lha.. kalau masih disuruh membungkus diri lagi.. mau dibungkus jadi seperti apa lagi? Jadi cheesecake gitu, pakai kotak kardus? HAHAHAHA.. Mesti disadari dong, mana ada yang mau beli jajan pasar yang dibungkus pakai kotak kardus Seven Grain ;-)?

Lagian.. nggak kebayang kalau ”goyangan merontokkan buah persik dari pohon” juga harus diganti jadi ”gerakan ular boa kenyang habis makan seekor kambing”. Nanti dia harus ganti nama jadi Dewi Nagagini ;-)

Kadang2 suami tuh suka nggak jelas maunya ya ;-)? Wong waktu beli udah jelas2 bayar kue lapis, kok habis itu mau dijual sebagai cheesecake. Di-nego jadi nagasari aja nggak mau. Lha.. gimana? Kan bahan dasarnya emang beda ;-)

Beda kasus ya, kalau sama lagu di atas. Kalau pada awalnya si pacar manis ini berkebaya, lantas aeng2 minta baju tipis buatan negeri Inggris, baru deh suami bisa ngomel2 dan menggugat istri. Lha wong sudah cantik berkebaya, kok tiba2 aya2 wae minta baju ala kue lapis ;-). Tapi.. kalau awalnya udah kue lapis, ya suaminya yang aya2 wae minta istrinya jadi cheesecake ;-)

Kalau emang pingin punya istri yang seperti Siti Nurhaliza, mestinya dulu Saiful Jamil jangan menikah sama Dewi Persik, hehehe.. Menikah saja sama Jeng Siti ;-). Tapi.. untuk bisa menikah dengan Jeng Siti, Saiful Jamil mesti jadi Datuk K dulu ;-). Siti Nurhaliza kan juga punya selera.. HAHAHAHA..

Eh, atau kalau mau versi Indon-nya, mestinya Saiful Jamil menikah saja dengan.. AISYAH!

Lho, siapa pula Aisyah ini? Itu lho.. Aisyah-nya Bimbo. Nama lengkapnya Aisyah Adinda Kita ;-) Dulu Bimbo ceritanya begini:

Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita
Angka SMP dan SMA sembilan rata - rata
Pandai mengarang dan organisasi
Mulai Muharam 1401 memakai jilbab menutup rambutnya
Busana muslimah amat pantasnya

Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita
Index Prestasi tertinggi tiga tahun lamanya
Calon insinyur dan bintang di kampus
Bulan Muharam 1404 tetap berjilbab menutup rambutnya
Busana muslimah amat pantasnya

Jadi, Bung Ipul, kalau udah resmi cerai nanti, jangan lupa sowan ke Bimbo ya.. ;-) Tanya dimana bisa kenalan dengan Neng Aisyah, yang nilai rata2nya di sekolah sembilan, IP-nya pas kuliah tertinggi, sehingga [mudah2an] nilai jualnya bukan pada baju tipis dan bergoyang2 ;-). Tapi nggak dijamin Neng Aisyah mau sama situ lho ya ;-)

Dan buat cowok2 yang belum sampai tahap W-plan.. please make up your mind, guys! Jangan aneh2.. beli kue lapis tapi habis itu ngomel2 karena nggak bisa diubah jadi cheesecake ;-).