Monday, October 01, 2007

Perempuan Rp 1,-

Lagi nggak bisa mikir yang berat2. Bolot abis. Lagipula, takut bawaannya jadi nyilet2.. HAHAHAHA.. Jadi, niatan awal untuk membahas prestasi Indonesia sebagai Terkorup nomor 36, terpaksa ditahan ;-). Cukup satu baris aja ngebahasnya: kira2, peringkat persisnya Indonesia apa ya? Peringkat 36A, 36B, 36C, atau 36D ya? Kan berada di posisi tersebut bersama Togo, Rusia, dan Gambia ;-). Kalau boleh usul sih yang 36D aja.. paling sexy, baby ;-)

Sebagai ganti, pingin ngebahas yang ringan dan lucu aja. Iklan XL versi perempuan dengan kaus bertuliskan Rp 1/dtk.

Uhmm.. gw googling gambarnya nggak ketemu dimana2. Tapi coba deh jalan2 ke Jl Jenderal Soedirman (Jakarta), katanya ada billboard-nya segede megaloman. Gambarnya seorang perempuan (hanya terlihat bagian leher hingga keliman T-shirt) dengan tulisan Rp 1/dtk.

Naah.. iklan itu rupanya bikin gerah sebagian orang (aktivis/pemerhati perempuan?), sehingga meluncurlah sebuah Surat Keberatan Media Watch atas Iklan XL. Potongan keberatannya sebagai berikut:

Model yang diperagakan adalah seorang perempuan dewasa berdiri dan dibagian perut serta sekitar payudara bertuliskan Rp 1 / per detik.

Citraan ini sangat merendahkan perempuan, memberi kesan tubuh perempuan tersebut sama dengan seharga Rp 1 / per detik. Bahwa iklan ini menunjukkan citraan penjualan seorang perempuan, atau ide dari bisnis hotline.

Kemudian iklan berikut surat keberatannya ini menjadi polemik di berbagai tempat. Pendapat yang mainstream-nya sama dengan isi surat keberatan tersebut: iklan ini merendahkan perempuan, karena menyamakan tubuh perempuan dengan pulsa murahan. Tapi ada juga sih yang nggak setuju.. malah nanya: jadi cocoknya tulisan di dada berapa dong, kalau bukan Rp 1/dtk? Atau.. ada juga yang menyangkal: Rp 1/dtk itu kan Rp 60/menit, alias Rp 3,600/jam.. nggak ada murah2nya acan, lagee ;-)

Uhmm.. nggak tahu ya, last time I check (kira2 sekitar 10 menit lalu lah, di toilet cewek ;-)), gw masih perempuan. Tapi entah dimana salahnya, kok gw nggak ikut tersinggung ya, sama the so-called iklan yang katanya merendahkan perempuan itu ;-)?

Pertimbangan gw sih sebenernya sederhana aja: ad is a product of creative work, thus.. be creative in comprehending the ad ;-). Jangan melihat iklan secara harafiah, bisa kacau balau semuanya ;-)

Kalau dilihat secara harafiah bahwa analoginya adalah tubuh perempuan DAN pulsa murah, maka kesimpulan yang kita dapatkan tentang message yang ingin disampaikan oleh iklan ini adalah: tarif XL itu semurah tubuh perempuan a.k.a tubuh perempuan itu murah ;-).

Tapi.. coba deh kalau cara berpikirnya seperti ini:

Tubuh perempuan seindah itu = something aspired by both male and female (siapa siiih.. cowok yang nggak pingin dapat pasangan, atau nggak pingin pasangannya punya tubuh seindah itu? Dan buat perempuan.. perempuan mana sih, yang nggak pingin punya body ideal begitu?). Tarif murah telepon selular = something aspired by the cellular phone users (siapa siiih.. yang nggak pingin punya tagihan telepon minimal di jaman susah seperti ini?)?

Nah.. kalau landasan berpikirnya seperti itu, dimana letak merendahkannya? Bukankah justru di situ letak strength dari produk XL ini: bahwa sekarang kita tidak hanya bisa bermimpi untuk mendapatkan something aspired, tinggal pakai kartu XL saja?

Kadang2 gw bingung, sebenernya yang salah siapa sih? Creative team-nya yang kelewat kreatif, atau masyarakatnya yang belum mencapai taraf berpikir abstract sequential? Atau jangan2 gw yang salah.. terlalu permisif dan tidak sensitif melihat permasalahan? HAHAHAHA..

*Yang terakhir gak mungkin.. ;-) Yang mungkin: inilah efek samping seringnya gw terbengong2 melihat bagaimana konsumen (dalam sebuah Focus Group Discussion) menangkap pesan iklan yang completely different dibandingkan dengan yang tertuang pada brief dari klien/advertising agency ;-)*

Balik2nya gw kembali ke kata2 seorang sahabat: the way you see the problem is the problem itself ;-)

Ngomong2.. sebenernya bener juga lho yang bilang bahwa Rp 1/dtk itu tidak murah ;-). Kan Rp 3,600/jam. Jadi.. mungkin iklan itu harus dibaca begini:

Pulsa XL itu seperti perempuan. Kalau masih ditaksir sih kelihatannya OK, tapi.. tunggu aja kalau udah jadi pasangan. Dijamin berubah 180 derajat ;-)

Tertipuuuu ;-)

Akhir kata: teliti sebelum membeli ;-)