Wednesday, September 26, 2007

Bawakan Aku.. Djawa!

[nyilet2 orang mode: OFF]

Daripada bulan puasa nyilet2 melulu.. gw cerita yang lain aja deh ;-)

Jumat lalu, pas pulang kantor, dapat sebuah kejutan manis: kiriman CD album pertama Djawa. Memang, dua adik ‘maya’ ini beberapa waktu sebelumnya sudah woro2 bahwa gw cukup beruntung mendapatkan satu dari lima belas keping mini-album perdana mereka. Belum launching sih, jadi kirimannya pun ada embel2: kasih komentar dongg ;-)

Well.. komentar sudah dikirimkan via jalur pribadi, sebenernya. Tapi.. lantaran gw ini punya kecenderungan jadi Sri Narsiswati*, makaa.. terpaksa deh gw tulis juga komentarnya di blog. Lagian, sebagai bukti otentik kalau2 nanti ada dispute tentang siapa yang boleh mematenkan komentar ini duluan ;-)

Duet Djawa ini dibentuk oleh sepasang bocah mbencekno(c) jebolan Akademi Fantasi Indosiar, putaran kedua: Adit & Nia. Kisah kasih masa karantina berlanjut sekeluarnya mereka dari asrama, dan.. setelah kontrak dengan Indosiar selesai, mereka berdua berkongsi untuk mencoba peruntungannya di dunia hiburan. Kenapa dipilih namanya Djawa? Nggak tahu juga, gw belum sempat nanya.. hehehe.. Tapi kayaknya nggak jauh2 dari fakta bahwa mereka berdua Jawa, dan dulu mewakili kontingen Jawa Timur ;-)

Ada 4 lagu di mini-album terkirim itu. Temanya cinta2an semua.. cocok banget kalau sponsornya es krim yang menggunakan “Selalu ada Cinta” sebagai mottonya ;-)

Oops.. kok jadi ngomongin es krim ;-). Lanjut ke albumnya aja deh ;-)

Empat lagu tersebut disusun secara manis, sehingga bisa menimbulkan kesan perjalanan sebuah kisah cinta: dari ketakutan akan hilangnya cinta, benar2 kehilangan cinta, mengkaji ulang mengapa cinta hilang, dan.. terakhir.. ditutup dengan penerimaan bahwa cinta yang hilang tak perlu ditangisi ;-)

Untuk lebih jelasnya, gw kasih cuplikan lagu2nya aja ya.. ;-). Nggak berani ngasih full lyric, karena belum keluar albumnya ;-)

***

Aku tak ingin itu
Rasa itu menusuk kalbuku
Akankah kau hilang?

Reff: Ku tak ingin engkau pergi
Tinggalkan aku
Yang saat ini mencintaimu
Setulus hati

Track 01 - AKANKAH KAU HILANG?

Lagu ini menjadi pembuka di mini-album ini. Lagunya mellow yellow, dengan banyak sekali bermain di nada2 setengah. Kesannya jadi sendu abis, karena iringan musiknya hanya gitar dan piano. Pianonya pun lebih banyak bermain di chord, bukan irama.

Lagu2 mellow yellow begini memang ”makanannya” Nia. Makanya dia cocok banget menyanyikan lagu ini. Yang agak keteteran Adit, karena dipaksa bernyanyi dengan nada rendah di sini. Maklum, sebagai cowok suara Adit sama sekali nggak bass.

Still, dengan ketidaksempurnaan ini, lagu ini masih cukup enak didengar. Pada dasarnya musiknya memang ringan mengalir. Dan.. nada sendu yang dipilih, pas banget untuk menyampaikan isi cerita: ketakutan akan hilangnya cinta. Saat2 ketidakpastian cinta akan dibawa kemana. Ketika rasa takut itu menusuk kalbu, dan kita selalu bertanya2: masihkah kita punya waktu untuk terus bersamanya? Akankah dia selamanya di sini? Atau.. akankah dia hilang?

Track 02 - BAWAKAN AKU

Kata ”Tidak” cukuplah untukmu
Hancur, habislah aku

Reff: Bawakan aku cinta
Bawakan aku keindahan duniamu
Bawakan aku sejuta kasih
Walau kau masih tak bisa mencintaiku

Ini lagu kedua, dengan irama yang masih mellow yellow. Kesan sendu lebih ”dapat” lagi di sini, terutama karena hanya diiringi oleh dentingan gitar akustik. Deuuh.. nggak tahu ya.. apa gara2 dulu gw suka dengerin orang main gitar, jadinya kalau ada bunyi gitar akustik tuh bawaannya mellow banget ;-) Itu gara2 gw-nya, atau gara2 gitar akustiknya sih ;-)?

Biarpun lagu ini mellow (baca: makanannya Nia banget ;-)), di sini Adit sudah bisa mengimbangi. Mungkin karena nadanya nggak terlalu rendah lagi.

Personally, gw suka sama syair lagu ini. Benar2 menggambarkan rasa ketika menghadapi kenyataan pahit kehilangan cinta. Segampang itu menghilangkan cinta, dengan sepenggal kata ”Tidak”. Kata ”tidak” yang artinya bisa banyak: tidak mau melanjutkan hubungan? Tidak mau lagi berjalan beriringan? Tidak mau lagi ditelfon? Tidak mau lagi di-SMS?

Sepenggal kata ”Tidak”, tapi cukup untuk membuat seseorang hancur dan ”habislah aku”. Dan selanjutnya hanya bisa berharap: ”Bawakan aku sejuta kasih, walau kau masih tak bisa mencintaiku”.

Duh! Luka itu pedih, Jenderal!

Reff: Salahkah ’ku mencintamu
Lebih dari adanya?
Posesifnya ’ku padamu
Jika kau tak suka itu
’Kan kupertanyakan
Rasa cintamu kepada diriku

Mungkin aku yang tak sadar
Telah membodohi kamu
Dengan aturan cintaku

Track 03 - POSESIVEKU

Gw gak salah tulis, judulnya memang ”Posesiveku”, bukan ”Posesifku” atau ”Posesivku”, apalagi ”My Possessiveness” ;-)

*oops, katanya nyilet2 mode: OFF, tapi masih cari kesempatan.. hehehe.. Maaf ya, ’sifat dasar’ gw emang suka nyilet sih. Cambuk diri sendiri dulu deh ;-)*

Nggak seperti dua lagu pertama, lagu ketiga ini nggak mellow yellow, meskipun masih dalam kategori lagu slow. Kalau di lagu pertama dan kedua Djawa memberi warna dengan musik pengiring yang hanya 1-2 alat musik, di sini mereka pakai full band. Tapi tetap ada warna khususnya: intronya menggunakan refrain yang suaranya dimodifikasi seolah2 keluar dari perangkat lain (Radio? Toa?). Jadi kebayang sebuah video klip dimana si tokoh sedang duduk mendengarkan lagu yang diputar di radio, sebelum kemudian mulai bernyanyi; mengumandangkan jawaban yang baru ditemukannya (dari lagu di radio itu) tentang mengapa cintanya hilang.

Yup! Kalau lagu pertama cerita tentang takut kehilangan cinta, lagu kedua cerita tentang rasanya kehilangan cinta, lagu ketiga ini seolah jawaban mengapa cinta itu hilang. Mungkin, ada egoisme dalam cinta itu, tanpa kita sadari. Dan pada saatnya, egoisme itu yang membuat cinta kita hilang. Mungkin aku yang tak sadar telah membodohi kamu dengan aturan cintaku. Meskipun pembodohan itu dilakukan karena ku mencintaimu lebih dari adanya ;-).

Memang, yang berlebihan itu nggak pernah baik. Tidak juga cinta ;-) Don’t blame it on the rain ;-) When we lose our love, blame it on ourselves ;-)

Ohya, khusus lagu Posesiveku ini bisa disimak di sini. Ini direkam Bro Iwan saat Djawa diwawancara VOA di CTV Banten beberapa waktu lalu. Pinjem ya, bro! Kalau ada suara2 yang nggak pas, atau rekamannya kurang indah, yaah.. maklum aja. Kesalahan pada kuping Anda.. HAHAHAHA.. ;-)

Track 04 - PERGI SAJA

Sekian lama kita berpisah
Dan tak menyisakan rasa yang indah
Kini kau datang lagi padak
u
Sayang aku ada yang punya

Reff: oooh.. pergi saja dirimu dari hadapanku
Sebelum dirinya datang dan kan melukaimu
Maafkan aku jika ku sudah ada yang punya

Album ditutup dengan sebuah lagu bernada riang. Menggebrak! Si gila Adit baru kelihatan gilanya di lagu ini ;-) Teriak2an non-sense syllable khas Adit seperti “whoopa!” baru mulai kedengeran lagi di sini. Growl-nya Adit yang berbasis rock juga kedengaran jelas. Nia, yang sebenernya lebih cocok nyanyi lagu mellow, juga bisa mengimbangi di sini. Tawanya yang girlie memberi warna tersendiri pada lagu ;-)

Syair lagu ini menutup manis perjalanan kisah cinta yang dirangkai dari lagu pertama. Kisah lama yang sudah berhasil dilupakan. Sehingga ketika si-cerita-lama datang kembali, bisa dengan tenang menjawab: pergi saja dirimu dari hadapanku ;-)

Personally, gw suka banget sama lagu ini, biarpun syairnya paling denotatif di antara lagu2 lainnya. Hehehe.. biasanya kan gw nggak suka sama syair yang nggak konotatif, tapi.. sekali ini gw suka sama aura riang-gembira-menjurus-ke-gila musiknya ;-)

***

So.. gitu deh, komentar yang gw kirim untuk Djawa yang baru melangkah memasuki dunia baru. Semoga sukses ya, Nduk, Le, dengan albumnya ;-)

Dan jangka pendeknya, semoga sukses dengan acara live performance Djawa yang pertama. Mal Citraland, 27 September 2007 kan ;-)? Can’t join you there, but be sure that I’m proud of you two ;-)

Aaanyway.. buat yang penasaran mendengar lagunya.. well, mungkin bisa jalan2 ke Surabaya dulu.. hehehe.. Beberapa radio swasta di Surabaya sudah mulai memutar lagu ini. Kabarnya sih sambutan di sana cukup hangat, sehangat lumpur Lapindo ;-). Kalau di Jakarta.. yaah.. mudah2an dalam waktu dekat deh diputar. Live performance aja dulu ;-)

-----

*Sri Narsiswati: tokoh rekaan dalam blog Kamar Cewek yang dimatikan saat novelnya terbit ;-)