Wednesday, February 07, 2007

Ichal Started a Joke

”Sometimes laugh is the only weapon we have”.
(Roger Rabbit)

***

Barusan baca posting terbarunya Tabah, tentang: apa yang akan dilakukan jika hidup cuma sehari.

Hmm.. pas banget pertanyaannya! Kalau ditanya begitu hari ini, maka jawaban gw adalah: menculik seseorang, membawanya ke tengah Bendungan Katulampa, lantas... *SENSOR*. Nggak mungkin dituntut dengan pasal subversif kan ;-)? Wong besok sudah tidak hidup lagi ;-)

Siapa yang mau gw culik? Petunjuknya ada di Liputan 6 Malam, edisi tadi malam:

"Kalau kita lihat para korban itu masih ketawa. Jangan sampai dikondisikan seolah-olah dunia mau kiamat seperti yang televisi Anda (SCTV) katakan demikian,"

(berita komplitnya di sini)

Hhhh... gw bener2 dualima-jigo-dualima-jigo (baca: c*pek deh!) mendengar ucapan tersebut di atas. Astaghfirullah.. Gusti Allah nyuwun pangapura.. nyebut, Pak, nyebut! Istighfar, mohon senantiasa diberikan kesehatan mata; baik mata fisik maupun mata hati.

Gw ngerti, mungkin bapak ini sedang muangkele puol. Kadang2 media massa [mungkin] juga [sadar tak sadar] membesar2kan sesuatu. Tapi mbok yao jangan bilang para korban itu masih ketawa, to Pak! Iku jenenge panjenengan mboten gadhah tepa selira babar blas.

Mungkin, Pak Menteri ini harus belajar pada Roger Rabbit. Atau pada Pumbaa & Timon. Para tokoh kartun ini pun tahu bahwa senyum dan tawa bukan selalu merupakan indikasi kegembiraan dan problem-free. Tertawa, seringkali justru merupakan satu2nya senjata yang kita punyai untuk menghadapi masalah yg sudah tidak mungkin kita apa2an. I laugh, therefore I keep my sanity.

Senyum dan tawa, sejak lama dikenal sebagai sebentuk defense mechanism. Mekanisme pertahanan diri dari kejadian2 traumatik yang bisa menyebabkan mental breakdown. Gw bisa kasih tautan ke ratusan literatur untuk membuktikan hal ini, tapi gw pilih salah satunya saja. Kalau kita mau main teori2an, mungkin bisa pakai teori Rational Emotive Therapy: senyum dan tawa adalah upaya rasional kita untuk mengubah keadaan emosi negatif supaya jiwa kita selamat dari keterpurukan. Seperti Pumbaa dan Timon ketika menyanyikan Hakuna Matata untuk menyemangati Simba yang hampir mati cemas.

Bisa saja Bapak Menteri mengatakan bahwa banjir tahun ini tidak perlu dibesar2kan. Cukup ditanggulangi saja, jangan dianggap mau kiamat. Tapi.. apa iya, para korban yang tersenyum dan tertawa itu juga merasakan hal yg sama? Apa iya, senyum dan tawa mereka adalah karena mereka masih menikmati keadaan? Karena keadaan belum mau kiamat?

Well.. mungkin, karena beliau tidak merasakan susahnya kebanjiran, beliau masih menganggap bahwa kiamat baru dekat ketika Jakarta sudah menjadi setting The Day After Tomorrow. Atau, bahkan lebih parah lagi: ketika Nabi Nuh AS sudah membuat kapal besar. Itu sebabnya, mungkin ada baiknya jika beliau direndam selama beberapa jam di tengah Bendungan Katulampa. Bukaaan.. bukan untuk menghukum beliau! Ini semata2 untuk memberikan pengalaman tentang betapa mengerikannya dan menyedihkannya banjir. Betapa tertekannya korban banjir. Mungkin, setelah mengalami sendiri, beliau baru bisa mengerti mengapa orang bisa tertawa saat di pengungsian.

Yaah.. empati memang bagian dari personality trait seseorang. Dan gak semua orang punya kemampuan empati sejak lahir. Kadang, untuk yg nggak punya kemampuan itu, dia harus dibenturkan ke masalah yg sama sehingga setidaknya bisa bersimpati.

Well.. sayang ya tadi malam SCTV nggak memutar background sound sebagai berikut ini:

I started a joke
Which started the whole world crying
But I didn't see, oh no, that the joke was on me, oh no

(I started a joke, Bee Gees)

Lagu itu cocok banget lho! Beliau tadi malam membuat the whole world crying dengan kata2nya. Kata2 itu memang hanya pantas diucapkan seorang menteri dalam keadaan bercanda. Otherwise, nggak ada lucu2nya sama sekali. The joke was on you, sir!

Next time, hati2 kalau bicara, ya Pak! Kalau nggak bisa menjamin kesejahteraan rakyat, setidaknya janganlah merangsang kreativitas rakyat ber-kinky fantasy seperti di atas!

UPDATE 8 Februari 2007:

Ngelihat komentar2 di entry-nya Tabah, gw jadi ngerasa sal-kom (=salah komen) karena mengutarakan ke-kinky-an gw ;-) Rata2 kalau cuma hidup sehari, mau bercinta dengan artis pujaannya, seperti Marshanda, Luna Maya, atau Nicholas Cage. Kenapa juga gw malah mau merendam orang di bendungan ya? Agresivitas tersembunyi, atau sekedar suka sok superheroine ya.. hehehe..

BTW, Pak Menteri dalam detik.com menyatakan dia sangat simpati pada korban banjir, buktinya sampai tidak tidur. Mudah2an bergadangnya benar2 efektif untuk memikirkan penanggulangan banjir ya, Pak. Bukan bergadang mikirin kenapa pengungsi masih bisa senyum kan ;-)? *oops.. ;-)*