I miss Sideblog! Gara2 situs itu kadaluwarsa, gw gak bisa nge-post topik2 yg cuma pingin gw bahas sebaris dua baris. Ya seperti sekarang ini, gw kepaksa nge-post di halaman utama. Padahal niat gw hanya pingin nulis:
Yang, Jerman menang lagi!
(note: Yayang di sini bisa siapa aja, yang tadinya ngeledekin gw Jerman bakal kalah.. ;-))
HAHAHAHA.. iya, tadi malam Jerman menang dari Ekuador dengan skor 3:0. Emang sih, tim Ekuador tadi malam turun hanya dengan lapis keduanya, jadi emang gak gitu bagus. Dan iya juga sih, tadi malam kalau saja yang jaga gawang bukan Jens Lehmann, mungkin Jerman udah kebobolan. Tapi tetap aja gw seneng Jerman menang. Terutama setelah seharian kemarin denger komentar dan prediksi orang2:
Malam ini malamnya Ecuador, tulis brondong ini di status YM-nya.
Gw pegang
Jerman bakal simpan pemainnya untuk di perdelapan final lawan Inggris, mereka juga manusia, pingin menang, kata brondong yang tadi lagi!
Iiiih.. udah dibilangin jangan pernah meremehkan Jerman. Jangan pernah menghitung skor Jerman sebelum peluit panjang akhir babak berbunyi.. hehehe.. Inget Polandia yang kebobolan di injury time beberapa hari lalu? Itu
Emang.. Jerman gak selalu menang.
Anyway.. kemenangan mereka atas
Iya, biarpun Klose dan Podolski yang bikin gol, biarpun Ballack yang memimpin komando permainan, biarpun Lahm yang lumayan bagus di barisan belakang (yang tak sekuat biasanya), tapi tetap revolusi gaya permainan dari Klinsmann yang bikin hasilnya beda.
"He recognised that the team was limited in certain areas and he tried something different to improve the team. Klinsmann puts great value on the mental factor and motivation. A generation of players is growing and that is important," Ballack said. "The older players now have fun when they travel with the national team.
(dikuti dari artikel ini)
He-eh banget! Dia nyadar barisan belakangnya payah! Makanya daripada ngotot memperbaiki pertahanan, dia mengajarkan menyerang.. ;-)
Ngomong2 soal Klinsmann, ada beberapa teman yang nanya kenapa gw tergila2 banget sama si bapak ini. Emang cakepnya si Klinsi dimana sih? Well.. gw cuma bisa bilang: secara fisik sih Klinsmann gak cakep! Hidungnya kepanjangan, mukanya penuh kerut merut gak jelas, rambutnya suka salah mode sehingga kelihatan kayak jamur kuping.. tapi menurut gw dia punya karakter yang kuat dan inner beauty yang membuatnya jadi cakep banget di mata gw.. hehehe.. ;-). Hal2 seperti ini nih yang bikin gw suka sama dia:
Klinsmann would drop by the U.S. team's training camp when it was in the area and in January 2004, he says he asked Arena if he could "observe and do an internship basically," when the team held a camp in Carson, Calif. "That time no one had an idea that a half a year later I would be head coach of the German national team," Klinsmann says. Klinsmann says he also wants to talk to Anson Dorrance, the women's soccer coach at 17-time NCAA champion North Carolina "to pick his brain" about training methods he read in Dorrance's book.
My son is joking sometimes and says, 'Dad, you can be our assistant coach.' And I say, 'I don't know if your head coach would like me to be an assistant coach.' "
(dikutip dari artikel ini)
Ah.. Klinsmann mengingatkan gw pada seorang teman yang juga rendah hati dan punya built-in altruism juga; yang dari kecil kemana2 bawa kotak P3K untuk nolong orang, dan setelah dewasa hidupnya cuma ngebantuin oraaaaaaang melulu… ;) It matters more than physical handsomeness, rite?
BTW, ada satu yang aneh dari kesukaan gw pada Klinsmann. Perhatikan potongan artikel ini:
He says it's "a great privilege" to live in
(dikutip dari artikel ini lagi)
Hehehe.. aneh ya? Seumur2 gw mengagumi gayanya bangsa Jerman yang selalu membutuhkan justifikasi untuk apa pun juga, selalu mempertanyakan the whys. In fact, I try to LIVE their lives all the time. Tapi kenapa justru gw malah suka sama Klinsmann yang try to break the clutter ya.. ;)?