Dari awal juga gw gak berharap kesebelasan
Tapi tetap saja merupakan ganjelan tersendiri melihat perjuangan the underdog
Yah.. memang begitulah sepakbola! Sepanjang dua babak menguasai pertandingan, satu kesalahan kecil bisa bikin runtuh segalanya. Karena at the end yang dinilai adalah statistiknya: jumlah gol. Sepakbola memang membuat kita menikmati permainan yang indah, menikmati skill individu, menikmati kegantengan pemain (eh.. yang ini khusus buat cewek2 kali ye.. ;)), tapi.. kalau udah bicara maju ke babak selanjutnya, bukan ukuran kualitatif lagi yang dipakai. Murni kuantitatif.
Seperti juga hidup. Kadang, gak perduli betapa besarnya usaha kita, betapa berhasilnya kita melakukan sesuatu, nilai kita dihitung dari sebuah kegagalan atau keberhasilan di detik terakhir saja. Apa yg kita lakukan dengan baik itu gak hilang begitu aja sih.. akan ada orang2 yang tetap menghargai dan menikmati usaha kita. Tapi.. tetap aja itu gak akan membantu kita memasuki babak kehidupan selanjutnya. Ya seperti pemain2
Nggak adil ya? Emang enggak sih. Tapi.. siapa juga yang bilang bahwa hidup itu adil? Reality bites, rite? And when it happens, we can only say c’est la vie!