Saturday, March 21, 2009

Feel like an H

Sejak lahir, sudah terlihat tanda2 yang jelas bahwa Nara bakal jadi anak yang keras kepala ;-) Pengalamannya berdisko ala John Travolta membuktikan itu ;-) Kami sudah siap2 bahwa semakin gede akan semakin besar kemungkinannya dia "susah diatur", dan akan ada masa harus mendisiplinkan Nara. Yang nggak disangka, ternyata temper tantrum-nya muncul lebih cepat. Nggak sampai nunggu setahun dua tahun, di usia 11 bulan Nara sudah bereskalasi mencapai 'target" tersebut.

Ya, akhir2 ini memang Nara makin suka head bang. Kalau dulu hanya pada saat sakit dan dipaksa minum obat saja, sekarang setiap ada kesempatan dia menunjukkan kebolehannya. Nggak suka disuruh duduk manis, head bang. Minta digendong Mbak-nya, head bang. Nggak boleh ikut eyangnya, head bang. Pokoknya, dia harus dapat apa yang dia mau dengan cara menunjukkan kebolehannya sebagai headbanger sampai bikin orang ngeri ;-)

Sebagai ortu, kami sih melihatnya sudah mulai tanda2 nggak sehat, nih! Bocah ini harus mulai belajar untuk "mau diatur" bukan "ngatur". Dan mulailah dicanangkan bahwa akan ada waktu dimana dia didisiplinkan kalau menunjukkan aksi head bang.

Kesempatan mendisiplinkan itu datang tadi malam. Gara2 tidur terlalu sore dari pukul 5 sampai 9, Nara segar bugar jam 10 malam. Lha, kami semua kan mau tidur. Dan mulailah Nara pasang aksi karena ditinggal main sendiri nggak mau, tapi tidur juga nggak mau.

OK, that's it, boy! You're gonna learn who the boss is ;-)

Jam 10:30 malam, setelah dia nggak tidur2 juga walaupun sudah menghabiskan 2 botol susu dan digendong Mbak-nya, dia langsung gw "kandangkan" di baby box-nya. Tidak ada juru selamat! Mbak-nya gw usir dari kamar, dan pintu kamar gw kunci. Gw mau kuat2an sama anak gw... hehehe... He's gonna stay in the box until he stops crying. Nggak diam, nggak gendong. Simple policy ;-)

Pengalaman dengan Ima dulu, biasanya cukup 10 menit untuk mendisiplinkan Ima. Paling molor jadi 15 menit. Jadi, gw perkirakan Nara butuh 30 - 45 menit untuk disiplin.

Ternyata?

Sampai 60 menit, Nara belum nyerah juga! Padahal suaranya sudah sampai serak lantaran teriak2 on the top of his lungs dan kakinya pasti pegal karena mencoba memanjat dan menendang box-nya. Terakhir2 dia malah sudah sampai gumoh, setelah tersedak air liurnya sendiri.

Melihat gumohannya, dan mendengar teriakannya yang memilukan (not to mention that it was 11:30pm... half hour to midnight!), rasanya gw udah mau nyerah. Gw ngebayangin tetangga2 di sekitar rumah udah siap2 mau nelfon polisi dengan tuduhan penyiksaan anak... HAHAHAHA... Tapi, gw nggak bisa nyerah! Kalau gw nyerah, dia merasa menang, dan akan mengulangi perilakunya lagi. Worse, kalau gw nyerah, Nara akan mendapatkan pelajaran bahwa dia bisa ngambek untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Dalam hati, gw udah memohon2, "Please dong, Nak, nyerah dong! Berhenti nangis, Nak! Jangan sampai muntah"

Tapi Nara memang anak gw ;-) Keras kepalanya sama persis dengan gw! Gw juga kalau udah punya mau, nggak bisa dibilang enggak. Maju terus pantang mundur, rawe2 rantas malang2 putung ;-) Jadilah, malam itu menjadi pertarungan panjang.

Sambil "kuat2an" sama Nara, satu hal yang terlintas di kepala gw: oooh... gini ya, rasanya orang kalau udah eyel2an sama gw ;-) Mendingan nyerah, daripada babak bundhas (= luka parah) dan belum tentu menang juga.

Akhirnya, gimana caranya gw menang lawan Nara?

Well... I didn't ;-) Akhirnya Nara berhasil "dijinakkan" hanya setelah dikeroyok dua orang.. hehehe... Pada menit ke-75, bapaknya masuk ke kamar and playing the good parent. Luluhlah Nara menerima "negosiasi' dari bapaknya ;-) Jam 00:10 akhirnya Nara menerima tawaran damai, gw gendong, dan tertidur di pundak gw. The bad parent turns into a shoulder to sleep on ;-)

Siang tadi, Nara menunjukkan tanda2 hampir head bang lagi. Begitu melihat gw, dia mengurungkan niatnya. Moga2 selamanya pun demikian, sehingga gw nggak perlu menyiksa dia lagi ;-)

Sebab... satu hal yang membuat gw merasa bersalah jika harus mendisiplinkannya: bagaimana gw harus mendisiplinkan, desensitize a bad action, yang gw tahu banget menurun dari gw ;-)?

Hhhh.... setelah Ima berhasil membuat gw feel like an H, sekarang giliran adiknya yang membikin gw feel like an H ;-) Bedanya, Ima membuat gw feel like a hippopotamus, sementara adiknya membuat gw feel like a hypocrite ;-)

Susah ya, jadi orang tua ;-)?

***

Ngomong2 soal feel like an H, ternyata memang karma selalu menemukan jalannya ya ;-)? Bukan saja Nara yang sukses membuat gw merasa begitu, melainkan juga sebuah baliho yang gw temui di depan Al Azhar Bumi Serpong Damai tadi pagi ;-)

Inget celaan gw pada poster2nya caleg di sini ;-)? Well, setelah mencela2, ternyata......


... paman gw sendiri juga memajang pas fotonya yang segede gaban di BSD! Duh, jadi nggak enak... HAHAHAHAHA....

Eniwei... pemasangan foto beliau di sini cuma buat menunjukkan betapa karma selalu mengejar ;-) Gw nggak bertanggung jawab kalau ternyata ada pemilih yang berdomisili di BSD kemudian mencontreng nama beliau gara2 baca posting ini ;-) Secara gw sendiri juga gak nyontreng beliau ;-)