Friday, December 19, 2008

Trough

Hari ini gw ambil rapor Ima. Seperti biasa, di depan gerbang sekolah sudah menanti barisan penyebar brosur Bimbel. Dan seperti biasa, gw sambut juga semua brosur yang disodorkan. Bukan karena gw berminat mengirimkan Ima ke sebuah torture chamber bernama bimbingan belajar sih, tapi karena gw kasihan aja kalau brosur mereka tidak habis :) Lagipula, gw masih merasa kurang sopan kalau disodorin sesuatu dan nggak menerima... hehehe...

Rata-rata brosur yang gw terima masih pemain lama. Ya bimbel yang itu2 aja sejak tahun pertama Ima masuk sekolah ini. Tapi ada satu brosur yang kayaknya baru gw lihat sekali ini: Speedway Bimbingan Belajar.

Dari segi promosi, kayaknya bimbingan belajar yang satu ini siap banget! Brosurnya berkesan elegan. Simple but elegant, dengan warna merah di sisi kiri seolah2 binder buku berwarna putih. Eye catching! Belum lagi, di bidang merah itu terjabarkan berbagai fasilitas yang membuat air liur menetes: Classroom with LCD, Research & Development (I wonder what they research and develop? Can I send a company profile to them? HAHAHA...), Parent Meeting Room, Multimedia Classroom, Consultation Room, Waiting Room, dan Digital Scanner.

Kenapa gw nulis fasilitas2 itu dengan Bahasa Inggris? Karena emang begitulah adanya di brosur itu. Canggih kan? Kesannya standar internasional sekali nih bimbingan belajar ;-) Nggak heran mereka mematok harga lumayan tinggi: untuk program yang pertemuannya 2x seminggu, kisaran harganya adalah Rp 1,250,000 - Rp 2,000,000 per semester. Alias Rp 200,000 - Rp 330,000 per bulan. Untuk yang pertemuannya 3x seminggu lebih mahal, tentu, dengan Rp 1,750,000 - Rp 2,750,000 per semester (Rp 292,000 - Rp 458,000 per bulan!)

Tapi... semua kesan canggih, internasional, dan apa pun citra yang berusaha dibangunnya itu runtuh di mata gw, ketika gw membuka halaman kedua. Di halaman kedua terpampang judul ini:



Hehehe... gw agak ragu apakah menurut EYD yang benar itu "Jadual" atau "Jadwal", seingat gw sih "Jadwal" ya, tapi entar gw cek lagi. Yang jelas.... gw ingat banget bahwa yang benar itu "Aktivitas", pakai Ve! Bukan "Aktifitas", pakai eF :)

Menurut EYD, memang kata aktif, kreatif, efektif, diakhiri dengan F. Tapi... kata sifat berakhiran F, jika berubah bentuk menjadi kata benda, maka F-nya diganti menjadi V :)

Gw langsung mikir: seandainya pun gw berminat menyiksa anak gw dengan menambah jam belajarnya (as if sekian jam di sekolah itu nggak cukup!), gw nggak akan mengirimnya ke Speedway ;-) Salah satu program yang diajarkan di bimbel ini adalah BAHASA INDONESIA. Lha, kalau mereka sendiri nggak bisa menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, apa ada gunanya gw bayar mahal2 supaya anak gw diajarin di sini ;-)?

OK, boleh sebagian orang berkilah: "Tapi kan, Bahasa Indonesia emang ribet. Standarnya nggak jelas. Tercampur bahasa prokem. Lagian, ini kan standar internasional. Mungkin mereka fokus ke Bahasa Inggris"

Well, in that case... coba lihat halaman ketiga dari brosur ini:



Did you see what I mean ;-)?

Hahaha... you're right. It doesn't take a genius to see that they use the wrong word ;-) I believe they should've used the word "THROUGH" instead of "TROUGH"
;-)Atau niatnya memang bilang trough ya? Sebab, definisi trough menurut Merriam Webster adalah:

1 a: a long shallow often V-shaped receptacle for the drinking water or feed of domestic animals b: any of various domestic or industrial containers

2 a: a conduit, drain, or channel for water ; especially : a gutter along the eaves of a building b: a long and narrow or shallow channel or depression (as between waves or hills) ; especially : a long but shallow depression in the bed of the sea

Mungkin, maksudnya, Speedway ini - dengan segala classroom with LCD, waiting room, parent meeting room itu - letaknya adalah di selokan... hehehe... Gutter along the eaves of a building ;-)

Jadi ngerti kenapa iklannya bilang Hendra is going to be Einstein someday ;-) Bukan bilang bahwa Hendra is going to be Newton someday. Bukan karena Sir Isaac Newton kalah ngetop sebagai ilmuwan eksakta dibandingkan Albert Einstein ;-) Cumaaa.... bebannya berat kalau ngaku2 bikin anak jadi the new Newton, yang bahasa Inggrisnya belepotan... HAHAHA... Setidaknya, kalau jadi the new Einstein, kan bisa ngeles bahwa Einstein memang lingua franca-nya bukan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris ;-)

***

Itu celaan gw hari ini terhadap brosur bimbel. Tapi, ada hal yang lebih mengkhawatirkan gw daripada kesalahan2 kata pada bimbel. Yang lebih mengkhawatirkan adalah: menjamurnya bimbel itu sendiri.

Gila ya, jika segitu banyak bimbel berdiri, berarti kan ada banyak kebutuhan ya? Apa iya, kebutuhan ini muncul karena semakin banyak anak ketinggalan pelajaran? Gw yakin enggak deh. Sebab, kalau yang ketinggalan pelajaran segini banyak, berarti ada yang salah dengan sistem pendidikan kita. Perkiraan gw, pangsa bimbel ini adalah ortu2 yang merasa perlu menambah porsi belajar anaknya walaupun anaknya mungkin nggak ketinggalan pelajaran. Jadi, fungsinya sebagai achievement booster, bukan equalizer

Kalau iya begitu, yang gw nggak ngerti, apa sih yang ingin dicapai oleh orang2 tua itu? Emang kalau anaknya sudah jadi juara kenapa? Kalau anaknya jadi pelajar teladan, kenapa? Kalau anaknya masuk kelas akselerasi, kenapa? Is it the top of the world?

Dari SD - SMA sih mungkin prestasi bisa dikejar dengan bimbel ya. Tapi... setelah kuliah, kayaknya belajar doang nggak cukup. Yang penting bisa mengaplikasikan. Nah... kalau sejak SD - SMA dibiasakannya cuma mengejar nilai, sampai harus bimbel segala, mau jadi apa setelah kuliah nanti? Mau jadi apa jika cara belajar yang mereka tekuni sejak dini tidak lagi berguna? Bisakah mereka mengubah paradigma dalam sekejab mata?

Gw takut... in the long run, akan makin banyak anak2 seperti Nova Mirawati, mahasiswi Fakultas Psikologi UI yang bunuh diri; diduga karena IP-nya anjlok. Atau seperti Hendrawan Winata, mahasiswa YAI yang "numpang bunuh diri" di Kampus Atmajaya - diduga karena kuliahnya tak kunjung selesai.

So... for my daughter and son, I think I prefer the Slowway... not Speedway ;-) Bimbel seperti Speedway ini benar2 trough buat gw, dengan sedikit revisi definisi: bukan "a long but shallow depression in the bed of the sea" seperti kata Merriam Webster, melainkan "a long, shallow way to a neverending depression" ;-)

Buat Anda bagaimana?

***

Pemutakhiran Cepat 19 Desember 2008 pukul 18:38

Ternyata gw benar! Yang benar adalah JADWAL dan AKTIVITAS ;-) Sudah gw duga sih... tapi senang juga mendapatkan buktinya di sini ;-) Selamat belajar EYD ;-)