Wednesday, August 19, 2009

Sokoban 3D

Suka main sokoban nggak? Kalau suka, sekarang udah ada sokoban 3D lho! Gratis lagi ;-) Beneran, kemarin bapaknyaimanara baru main ;-)

Ceritanya, di akhir extended weekend kemarin bapaknyaimanara ketiban sampur untuk menemani nyonya belanja bulanan ;-) Dalam arti harafiah nih, yaitu harus ikut dorong2 kereta belanjaan, serta ngangkat2 beras. Nggak kayak biasanya yang cuma judulnya aja nemenin belanja, tapi akhirnya "cuma" momong Nara di tempat bermain atau kabur kelayapan lihat barang2 elektronik :-) Maklum, kemarin si nyonya harus belanja bulanan sendirian. Nona Ima nggak mau ikut, lantaran sedang khataman Twilight entah untuk ke berapa kalinya ;-)

Di luar dugaan, ternyata hipermarketnya penuh sesak. Kami belanja dengan susah payah. Dan waktu mau bayar, antrinya udah lebih panjang dari antrian BLT... hehehe... Emang sih nggak pakai dorong2an, tapiiii.... tetap aja bikin capek ;-)

Dengan demikian, ketika akhirnya kami dilayani oleh kasir, dan ditanya apakah belanjaan kami yang seabreg2 itu mau dimasukkan kardus saja, kami langsung mengangguk setuju. Nggak kebayang bahwa tubuh lelah kami [halah! hiperbola!] harus melalui fase melelahkan selanjutnya: memindahkan satu per satu kantong plastik belanjaan ke bagasi mobil.

*Eh, bohong deh. Kami tidak segera mengangguk setuju dengan kompaknya ;-) Pakai berdebat dulu dikit ;-) Sebenernya sih yang nggak mau melewati fase melelahkan itu bapaknyaimanara. Kalo gw sih maunya pakai plastik aja, biar bisa didaur ulang jadi pelapis tempat sampah ;-)*

Singkat cerita, akhirnya gw sebagai istri yang solehah mengikuti apa perkataan suami. Tentunya setelah gw bikin dia berjanji akan membelikan garbage bag sepulang kantor keesokan harinya ;-). Dan di situlah permainan dimulai ;-)

Secara Mbak Kasir itu menawari gw mengkardusi belanjaan gw seringan menawari pakai plastik, gw kira kardusnya udah siap di situ2 juga. Mungkin udah dilipat jadi 64 atau 128 gitu, sehingga masuk ke laci... hehehe.... Ternyata enggak lho ;-) Begitu gw mengangguk setuju belanjaan menggunakan kardus, si Mbak Kasir PERGI DULU KE GUDANG MENGAMBIL KARDUSNYA... ;-) Ada kali 10 menit si Mbak pergi ngambil kardus ;-)

Begitu si Mbak Kasir kembali ke singgasananya, belanjaan gw juga nggak langsung bisa dikardusi ;-) Sekitar 5 menit berlalu untuk si Mbak bikin origami dulu... hehehe... Iya, origami, alias seni melipat kardus ;-) Soalnya kan kardusnya dalam bentuk lembaran2 gitu, jadi harus dilipat jadi kotak 3D dulu sama si Mbak, dan kemudian dasar kotaknya dilekatkan dengan lakban. Naaah... untuk belanjaan gw, si Mbak menyiapkan 5 kardus yang masing2 berukuran kira2 untuk TV 21 inci.

Sumpah, gw sampai udah mulai merasa nggak enak lho, melihat antrian di belakang gw makin panjang... hehehe... Makanya gw lega banget begitu kardus kelima berhasil direkatkan.

Tetapi ternyata permainan baru dimulai! Tadi itu baru pemanasannya... hehehe... Sokoban level 1 baru dimulai setelah kardus direkatkan ;-)

Si Mbak Kasir yang manis, ramah, dan berhasil meyakinkan gw untuk menggunakan kardus ini ternyata nggak jago main sokoban... hehehe.... Sistem pengemasannya berantakan, banyak barang kecil ditaruh di bawah, sehingga kardus pertama penuh padahal isinya belum seberapa. Dan nggak padat! Masih banyak ruang tersisa!

Terpaksalah, gw dan bapaknyaimanara main sokoban di dalam kardus :-) Menata ulang barang2nya sehingga seluruh ruang dalam kardus dapat dimanfaatkan. Dan ternyata kami memang jago main sokoban... hehehe.... Sehingga kami lolos dari level tersebut dalam waktu yang tidak lama.

Dan masuklah kami ke level 2!

Level 2 ini letaknya di lapangan parkir... hehehe... dimana kami harus menata kardus2 segede gaban itu ke dalam bagasi city car kami nan mungil ;-) Ini yang tadi nggak terpikir: bahwa ternyata jumlah belanjaan yang sama tuh dimensinya menjadi jauuuuuhhh berbeda ketika ditempatkan di dalam kardus2 masif. Kalau pakai plastik kan bisa diselip2kan ya... naaah... kalau kardus, nyelipnya dimana, coba ;-)?

Gw tadinya udah mau ngamuk tuh sama bapakimanara, tertuduh utama yang bikin kami terjebak dengan kardus2 masif itu ;-) Tapi nggak tega juga... hehehe... secara mukanya kelihatan bingung bagaimana menempatkan kardus2 itu di dalam mobil mungil :-) Jadi akhirnya, gw biarkan dia dengan sokoban level 2, sementara gw asyik mendinginkan diri di mobil sambil menyeruput minuman dingin ;-)

*Heeeey... gw bukannya kejam... hehehe... Tapi kan dia yang mau pakai kardus ;-) Biarkan dia yang menyelesaikan masalah dong ;-)*

Perlu sekitar 20 menit buat anak mertua gw itu menyelesaikan sokobannya ;-) Alias kurang lebih 2x lipat dari waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan kantong demi kantong belanjaan. Kalau soal energi, gw nggak tahu ya, apa ada perbedaan signifikan. Tapi perkiraan gw sih, ngangkat2 kotak berkali2 itu lebih butuh tenaga daripada ngangkat kantong belanjaan ya ;-)

Ditambah dengan waktu yang terbuang ketika harus menunggu si Mbak ngambil kardus dan main origami, maka lengkaplah ketidakpratisan mengkardusi belanjaan bagi gw ;-)

Tapi... tapi.... dengan tidak menggunakan plastik belanjaan, kan kita sudah berbuat baik kepada bumi ini ;-)? Sudah mendukung go green ;-)? Bikin masalah lingkungan sedikit berkurang, karena kita sudah mengurangi sedikiiiiiittt penggunaan plastik?

Nah... itu masalahnya ;-) Setelah semua ketidakpratisan ini, ternyataaaa...... tetap aja akhirnya harus beli garbage bag. Dan sebagaimana Anda tahu, garbage bag ini dibuat dari plastik juga dan ukurannya JAUH lebih besar daripada plastik belanjaan ;-)

So, sekarang malah jadinya mengatasi masalah dengan masalah baru ;-) Sama sekali bertentangan dengan slogan instansi ini ;-) Kalau tadinya gw cuma membuat bumi sedikit lebih sakit dengan plastik yang gw gunakan, sekarang gw membuat bumi 2x lebih sakit: karena gw pakai kardus (yang notabene dibuat dari pulp) serta pakai garbage bag juga. Udah nambah sampah plastik, masih pakai mengurangi pohon lagi!

Will I use the box in the next shopping? Uhhhmmmm.... kayaknya, enggak deh. Gw mendingan pakai cara lama aja, pakai kantong plastik. Toh, kantong plastiknya juga gw manfaatkan lagi untuk membungkus sampah.Menurut gw infrastruktur layanan ini juga belum memadai tuh :-) Gw nggak mau deh jadi sasaran kemarahan antrian di belakang gw lantaran si Mbak Kasir meninggalkan posnya terlalu lama (dan/atau karena bikin si Mbak main origami ;-))

Lagian, I'm not a big fan of Sokoban... hehehe.... Gw lebih suka main sudoku ;-) Main sokoban itu butuh kemampuan spasial yang tinggi, sesuatu yang jelas tidak gw miliki ;-) Kalau sudoku kan berbasis logika komputasi :-) Dan mengingat banyaknya waktu yang terbuang, jelas metode pengkardusan ini tidak cocok dengan hitung2an gw... ;-)

Tapi monggo lho, bagi siapa yang ingin mengasah kemampuan spasialnya, silakan belanja aja. Terus, minta belanjaannya dikardusin. Habis itu... have fun playing the 3D sokoban ;-)