Tuesday, January 22, 2008

The Antero Van

Akhir2 ini gw lagi suka nonton The Amazing Race Asia 2, dan tergerak menulis tentang “kejadian seru” di episode ke-9 Kamis lalu: the Antero Van case ;-) Ya, akhirnya, melalui acara ini, gw dapat first hand example tentang [gejala] amnesia, khususnya [gejala] amnesia anterograde. Dari jaman kuliah sih udah tahu definisi dan penjabaran gejala amnesia (baik yang anterograde maupun retrograde amnesia) secara teoritis, tapi.. baru di episode ini gw melihat contoh nyatanya.

Kejadiannya adalah ketika tim favoritnya Dodol, the Malaysian hot sisters, menjalani tantangan terjun dari menara loncat indah setinggi 10m. Hanya satu dari dua orang anggota tim yang boleh menjalani tugas ini, dan tadinya gw kira Pamela, the more athletically-built sister, yang akan maju. Nggak tahunya malah Vanessa, the prettier-and-sexier sister yang mengajukan diri.

Alih2 jatuh tegak lurus, badan Van jatuh dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Bibirnya berdarah karena kontak yang tidak mulus dengan air. Ouch, gw udah kebayang pasti sakit banget, terutama bagian dada yang terbentur air, tapi gw sama sekali nggak nyangka bahwa kepalanya cedera. Baru setelah di luar lokasi, kelihatan jelas there is something about Vanessa: tampangnya yang memang sering blank itu tambah kelihatan blank. Diajak nyebrang jalan bingung, seperti disorientasi begitu. Dan benar! Dia lantas bertanya2 pada adiknya, ”Pam, I’m confused, what did I just do?”. 

Gw yang dari awal udah nyimak, langsung lebih nyimak sepenuh hati. Kayaknya gejala amnesia nih! Dan benar, detil demi detil berikutnya mempertebal keyakinan gw. Soalnya pertanyaan yang sama diulang2 terus oleh Vanessa, dengan variasi kalimat seperti, ”I forgot”, atau ”I can’t remember, what did I just do?”. 

Amnesia, atau keadaan kehilangan ingatan karena trauma kepala, memang terbagi atas 2 macam: kehilangan ingatan atas kejadian sebelum terjadinya trauma kepala, atau kehilangan kemampuan mengingat pasca terjadinya trauma kepala. Kondisi yang pertama disebut Retrograde Amnesia, sementara kondisi yang kedua disebut Anterograde Amnesia. So, trauma kepala selalu menjadi penyebab, sekaligus starting point dari kondisi lupa ingatan tersebut. Tinggal masalah starting point untuk ingatan sebelumnya, atau starting point untuk tidak mampu mengingat informasi2 yang diterima sesudahnya. Tentu saja karena manusia bukan perhitungan matematis, selalu ada plus-minus beberapa saat dari starting point tersebut yang dilupakan. Ini memang hal yang biasa terjadi pada pasien anterograde amnesia, seperti dijelaskan di situs ini. Dalam kasus Vanessa di atas, ketidakmampuan mengingat informasi yang masuk setelah kondisi trauma lebih mendominasi, walaupun dia juga kehilangan beberapa saat sebelum trauma terjadi: seperti tidak bisa mengingat mereka sedang berada di mana.

Amnesia sendiri, baik yang anterograde maupun yang retrograde, bisa mempengaruhi ingatan episodik ataupun ingatan semantik. Ingatan episodik mencakup data diri yang terkait dengan ruang dan waktu, misalnya: apa pekerjaan saya, berapa anak saya, siapa suami saya. Sementara ingatan semantik mencakup hal yang berkaitan dengan konsep, seperti: apa artinya presiden, merah itu seperti apa, dll. Jadi, kalau kejadian seperti Vanessa itu, tampaknya cedera kepalanya lebih mempengaruhi ingatan episodik. Dia kesulitan mengingat apa2 saja yang baru dilakukannya. Sementara ingatan semantik tampaknya tidak terganggu, karena ia masih dapat memahami penjelasan adiknya tentang konsep2. Misalnya aja, dia tidak bingung ketika dikatakan bahwa dia baru saja meloncat dari menara setinggi 10m. Itu berarti, konsep menara masih ada di benaknya, konsep 10m juga masih ada.

Selama ini, yang tampaknya lebih dikenal secara umum adalah Retrograde Amnesia, dimana orang kehilangan ingatan sebelum terjadinya trauma kepala. Memang Retrograde Amnesia ini, terutama yang mempengaruhi ingatan episodik, lebih seru untuk diangkat sebagai tema di film2 atau cerita2.. hehehe.. seseorang mengalami kecelakaan, lantas lupa siapa dirinya sebelum kecelakaan itu terjadi.

*FUN TRIVIA: ayo, sebutkan tokoh2 dalam film/serial TV yang mengalami retrograde amnesia terhadap ingatan episodiknya. Hadiahnya? Lho, emangnya berhasil membuktikan bahwa loe nggak mengalami amnesia jenis apa pun dengan mampu menyebutkan nama2 tokoh tersebut belum cukup sebagai hadiah? Hehehe.. *

Anterograde Amnesia memang kurang ngetop, dan jujur aja.. sampai melihat kejadian pada Vanessa kemarin, gw sering bingung membayangkan bagaimana mekanisme terjadinya anterograde amnesia ini. Persisnya gimana orang kehilangan kemampuan mengingat, gw kurang bisa membayangkan. So, thanks to Vanessa, finally I get the picture ;-) Ternyata seperti itu toh, proses ingatannya berhenti di short-term memory.

Anyway.. tidak seperti di film2, menyembuhkan orang dari amnesia tidak berarti harus “mencederai kepalanya” sekali lagi kok.. hehehe.. Itu terlalu klise ;-) Dan lagi pula “kecelakaannya”  Vanessa nggak parah. Jadi kemungkinan besar amnesianya nggak permanen, karena trauma kepalanya nggak terlalu berat. Dengan sedikit pengobatan, dan istirahat yang cukup, moga2 ia dapat segera berfungsi kembali. Yaaah.. kita lihat aja di episode berikutnya, apakah 12 jam mandatory rest di setiap akhir episode (leg, menurut istilah The Amazing Race) cukup untuk memulihkan kondisi Vanessa.

Soalnya, kalau Vanessa nggak pulih dari kondisi amnesianya ini, kasihan banget! Ntar dia bisa jadi seperti Lucy Whitmore dalam 50 First Dates, yang diputar di Trans7 beberapa waktu lalu. Hmm.. it’s a scary life, ya, nggak bisa ingat apa pun yang baru terjadi. But kind of adventurous too.. bayangin aja, berasa first date setiap hari.. hehehe.. walaupun dengan orang yang itu2 juga. There would be no boredom in life, karena seperti Lucy bilang (berulang kali), “There is nothing like a first kiss” ;-)

*hmm.. imagine that you have your first kiss 50 times.. HAHAHAHA.. *

I wonder.. kalau Vanessa jadi seperti Lucy Whitmore, kira2 yang mau jadi Henry Roth siapa ya? Pasti yang ngantri banyak, secara Van cukup cantik ;-)

***

Yang ini nggak ada hubungannya sama amnesia, permanen ataupun sekedar gejala ;-). Tapi berhubungan sama The Amazing Race musim terkini yang baru saja diputar season finale-nya tadi malam. Well.. gw tahu dua orang ini mendukung pasangan Papa Ron dan Christina, dan gw juga udah sempat yakin bahwa mereka berdua yang bakal menang, secara udah beberapa episode mereka di urutan pertama melulu. It’s a surprise bahwa ada pasangan lain yang “nyalip di tikungan”, pada tantangan terakhir.

*eh.. tapi tantangan yang memutarbalikkan keadaan itu masih bisa disambung2in dengan amnesia sih! Soalnya tantangan itu membutuhkan ingatan yang kuat: karena harus mencocokkan 10 benda (yang pernah dipakai sebagai tantangan) dengan lokasi tempat tantangan berlangsung. Setelah berkeliling hampir 30.000 mil (hampir 48.280km), menjalani tantangan di 10 kota pada 4 benua, dan masing2 kota beberapa tantangan sekaligus, it’s not an easy task ;-)*

Jadi mikir.. kejadian yang sama bisa terjadi juga dong ya, di TAR Asia ;-)? Waduuuh.. padahal my favorite team Tanguy & Laverdure in reverse selalu berada di urutan pertama nih dalam hampir sepanjang permainan ;-) Iya, dua orang ini gw juluki Tanguy & Laverdure in reverse, karena mengingatkan gw pada dua pilot jagoan dalam komik yang ngetop thn 80-an: si darkly handsome, mature Michel Tanguy, dan si seradak-seruduk, have-fun-go-mad blonde Ernst Laverdure. Cuma, pasangan ini terbalik: yang modelnya mirip Tanguy malah ngocol abis, sementara yang modelnya mirip Laverdure malah lebih serius (walaupun berusaha untuk tampil ngocol juga).

Tapi biarin deh, like Papa Ron said, it’s not over until it’s really over, eh ;-)?