Thursday, February 12, 2015

Salam Manis buat Jeng Nanik

Prolog - 12 Februari 2015, sekitar pukul 5:45 pagi
Pagi ini saya mendapatkan bahwa saya diblokir... dan itulah awal mula posting ini :-)



***
Sesungguhnya saya tidak terhubung dengan Nanik Sudaryati, a.k.a Nanik S Deyang, ini di Facebook. Saya termasuk orang yang selektif dalam menerima Friend Request; hanya orang-orang yang sudah saya kenal di dunia nyata, atau yang sudah lolos skrining di dunia maya saja, yang saya terima. Apalagi beberapa bulan terakhir ini saya makin selektif dengan meng-Unfollow mereka yang gemar memposting / gemar me-Like posting yang sifatnya [maaf] "masturbasi pikiran" belaka.

Tetapi... tetap saja 1 - 2 posting macam ini lolos dari ayakan dan masuk ke Newsfeed saya. Biasanya karena banyak teman yang me-Like atau berkomentar di posting tersebut. Seperti posting berikut ini.



Posting ini merupakan komentar Jeng Nanik terhadap artikel di FastNewsIndonesia ini. Jujur, saya merasa ada yang aneh dengan artikel ini sejak paragraf pertama:

Sewaktu menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sangat agresif mengambil utang luar negeri. Katanya untuk memenuhi ambisinya mengatasi banjir. Di hadapan publik, Gubernur Jokowi mengatakan anti utang dari Bank Dunia. Namun faktanya utang terus ditimbun.

Eh? Sempat gitu, mereka menimbun hutang? Beneran gitu, JUFMP dan JEDI itu gara2 JokAhok? Sampai mereka harus minta maaf ke publik malam ini juga karena Jakarta masih banjir?

Dan karena saya selalu berusaha melihat dari berbagai sisi, tentu saja saya mencari data pendukung. Perkiraan saya benar Jakarta Urgent Flood Mitigation Project (JUFMP) itu disepakati 17 Januari 2012, hampir 9 bulan sebelum JokAhok memimpin Jakarta. Kecuali Jokowi punya mesin waktu, JUFMP ini bukan "timbunan" dari duet JokAhok. Mereka cuma dapat "warisan" :-)

Demikian pula dengan Project JEDI. Meskipun pengerjaan pertama dimulai November 2013, tetapi proyek ini sejatinya merupakan lanjutan / kesinambungan dari "...collaboration carried out carried out a detailed and accurate land subsidence analysis in 2011 which is contributing to this assessment.". Dengan demikian kasusnya sama: ini bukanlah "timbunan" hutang JokAhok, mereka hanya "mewarisi" dari pemerintah DKI Jakarta sebelumnya.

Tentu saja saya lebih percaya pada data dari World Bank, yang jelas mencantumkan siapa saja penanggung jawabnya. Sementara FastNewsIndonesia, alih-alih mencantumkan data itu, malah mencantumkan disclaimer yang mengatakan bahwa " ... Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggung jawab Fastnewsindonesia" :-) Dan itulah yang gw sampaikan pada ketiga teman yang gw colek, melalui komentar berikut:





Komentar inilah yang ditanggapi Jeng Nanik dengan posting PANJAAAAANG dan BANYAAAAK, yang membuat saya terkekeh-kekeh geli karena (mengacu pada pengantar artikel yang beliau tuliskan sendiri), beliau sudah, "... kehabisan kata-kata" :-) Duh, kalau kehabisan kata-kata saja bisa sepanjang ini menulisnya, apalagi kalau masih full energy ya? LOL.








Sesungguhnya saya ingin menanggapi komentar panjang itu. Namun saya, saya terlanjur diblokir, sehingga tidak bisa lagi mengaksesnya. Jadi terpaksa saya tuliskan di sini saja ya :-)

Jeng Nanik mengatakan bahwa:
"... Nah kalau memang mau menyetop utang atau nggak jadi ngutang, tinggal dibatalkan saja kok, anehnya malah baik Gubernur dan wakilnya penerus Foke malah marah-marah waktu Bank Dunia nggak nurun-nurunin Dana..."

Hmmm.... saya kurang paham Jeng Nanik ini hidup di realitas yang mana :-) Sepengetahuan saya hutang-piutang seperti ini ada kontraknya. Menurut etika bisnis, sekali kontrak sudah disepakati maka kedua belah pihak harus menepati. Tidak bisa dibatalkan kecuali ada yang melakukan wanprestrasi. Berikut saya kutipkan beberapa referensi mengenai itu:

"Terminating a contract is rarely a pleasant responsibility because you are saying that something you agreed and planned to do or have someone else do is not going to happen. Often, your business or the person or business you contracted with may lose expected income or money and time already invested into the contracted project" - dari sini 

Sebelum memutuskan kontrak, kita disarankan untuk mengkaji ulang caveat apa saja yan ada dalam kontrak itu, karena pihak yang dibatalkan berhak untuk mengurangi kerugian. Misalnya dengan menerapkan cancellation fee.

"Before you cancel a service agreement, review your contract. Determine whether the contract has an end date and if you are obligated to pay any fees to cancel early. In many cases, a service provider cannot enforce performance of a contract, but he can sue to recover damage " - dari sini

Jadi... "tinggal dibatalkan saja" dari mana? :D :D  Memangnya ini semacam pesan ikan asin dari tukang sayur yang lewat depan rumah? :D :D :D

Menjadi sangat wajar jika "gubernur dan wakilnya penerus Foke" lantas meneruskan perjanjian yang sudah terlanjur disepakati. Lha nanti kalau mereka bayar penalti karena membatalkan hutang, dikatakan merugikan masyarakat? Dibilang pembohong lagi? Dibilang foya-foya? :-)

Menjadi sangat wajar juga jika mereka (atau salah satu dari mereka) marah-marah ketika Bank Dunia tidak kunjung menurunkan dana. Jangan lupa... sifat kontrak adalah kedua belah pihak harus menepati janji. Jika janji pemerintah DKI untuk melengkapi masalah administrasi sudah dipenuhi, maka kewajiban Bank Dunia untuk menepati janji mengucurkan dana, kan? Dana itu sudah jadi hak pemerintah DKI. Nanti kalau mereka tidak marah-marah pada Bank Dunia dikatakan mereka tidak memperjuangkan hak rakyat? Rempong deh ih! :-)

Demikianlah komentar yang sesungguhnya ingin saya sampaikan dalam kolom komentarnya. Sayang saya terlanjur diblokir. Padahal saya senang lhoooo.... berdiskusi panjang lebar ;-)

Tanggapan Jeng Nanik sisanya tidak saya tanggapi. Termasuk ulahnya "mencuri" cover picture saya dan menayangkannya di FB. Monggo-monggo saja jika itu membuatmu bahagia, Jeng :D

Saya titip "salam manis" saja untuk Jeng Nanik, Diimbuhi dengan pesan: "Woles keleuuuusss... " :-)