Monday, May 06, 2013

Borders

Kurang lebih satu setengah tahun yang lalu, tepatnya 11 November 2011, gw melawan gravitasi. Defying Gravity. Seperti dikatakan di lagu dari musikal Wicked ini, gw merasa "...through accepting limits 'cause someone says they're so" dan "...trust my instinct, close my eyes and leap"

Ya. Gw memutuskan keluar dari comfort zone. Alasan resmi yang gw sampaikan adalah karena gw merasa comfort zone ini sudah seperti negeri Inggris :-) Gw merasa seperti Pangeran Charles, yang sampai nyaris punya cucu masih bergelar Prince of Wales. Jaman sudah berganti, istri sudah ganti, mantan istri sudah mangkat... tapi tetap saja posisinya nggak berubah. Bukan semata2 salah sang pangeran; dia hanya kurang beruntung. The right heir to the wrong throne? ;-)

Persinggahan pertama gw hanya berusia 7 bulan. Di bulan kelima, gw sudah mulai gerah dan ingin melanjutkan perjalanan. Beruntung, gw mendapatkan persinggahan baru. Kini, nyaris setahun sudah gw singgah di tempat ini.

Bahagiakah gw?
.
Well... to be honest, I still miss my comfort zone. It isn't easy. Wasn't. And will not be. Sebagian hati gw tertinggal di sana. Mungkin benar kata sebuah lagu dari musikal yang lain, Chess, yang mengatakan bahwa:
"... And you wonder will I leave her
But how?
I cross every border but I'm still there now"
Ya. Sejauh apa pun melangkah, berapa banyak pun perbatasan yang gw lintasi, gw tetap di sana. Gw nggak menyangkal: sebagian hati gw tertinggal di sana

Tetapi... menyesalkah gw?

Untuk pertanyaan ini, jawaban gw pasti: TIDAK. I am not. I was not. And I will never be. Hard as it is, I found this the BEST decision I've made. Dan kutipan Paulo Coelho dari buku terbarunya ini menggambarkan dengan tepat perasaan gw:



Bagian terbaik dari keputusan gw meninggalkan comfort zone bukan terletak pada ada yang gw dapat. Melainkan pada bagaimana gw menjadi.

For the first time in my life, I got a feedback that I've been too humble, lack of confidence, and doesn't have enough fighting spirit :-) Bukan feedback yang menyenangkan, eh? ;-) But for me, in a way, it is :-) Karena umpan balik ini menunjukkan bahwa gw bisa berubah. Mungkin berubahnya kebablasan... tapi tetap ini adalah perubahan ;-) Sesuatu yang tidak pernah gw bayangkan akan terjadi.

Orang bilang "Life begins at 40". I'm 40 now... and true, my [new] life has begun.

Mimpi gw belum berakhir. Masih banyak tempat yang akan gw singgahi dalam kehidupan ini. Setiap persinggahan akan menjadikan gw sesuatu. Setiap masa tidak akan gw sesali. Meski selalu ada bagian dari comfort zone yang gw rindukan. Bagaimanapun, seperti gaung Anthem: "My  comfort zone's land's only border lies around my heart"

------
Dedicated to a dear friend who will 'close her eyes and leap' tomorrow. To infinity and beyond, darl!

NB - Anthem yang ditautkan ke atas adalah yang bahasa Inggris. Tapi coba deh dengerin yang bahasa Welsh ini. Lebih nanceeeepp ;-)