Sunday, July 29, 2012

The "Dark Knight and Friends" Rises

Sebenarnya gw bukan penggemar berat Batman. Bahkan, gw baru mulai benar2 melirik Batman setelah terkesima oleh The Joker di The Dark Knight. Buat gw, The Joker rules! And Batman is just the good guy who defeated him ;-) Joker punya karisma tersendiri, dan penggambarannya di The Dark Knight benar2 fenomenal! Buat gw, cuma satu lagi tokoh lain yang bisa bersaing dengannya: Hannibal Lecter :-)

Waktu melangkahkan kaki menonton The Dark Knight Rises, gw sebenarnya nggak berharap terlalu banyak. Gw tahu Joker nggak muncul di film ini. Dan review si Mbot agak membuat cemas Bruce Wayne sudah benar2 berubah jadi pria jompo. Nah, lho! Nggak ada Joker, dan Batmannya jompo.... apa yang tersisa buat ditonton coba?

But there's always a lot you'll get when you manage your expectation well :-) I would've been glad if the movie is as entertaining as The Amazing Spiderman, and I got a movie that - for me - wins by a landslide :-) :-)

*SPOILER ALERT* 

Betul, Bane bukan lawan yang semengerikan Joker. Betul, peran Robin dan Catwoman di sini sangat signifikan, sehingga film ini mestinya bernama The Dark Knight & Friends Rise. Dan, betul, nggak ada kekuatan super seperti di film superhero lainnya (after all, Batman is just a human - although he's not ordinary ;-)). Tapi... selama ada Christopher Nolan, you can expect a magic :-) Something that'll mesmerize you for nearly 3 hours. 


Dan "sihir" itu datang berupa sebuah pemahaman baru tentang the paradox of life. Tentang bagaimana "too much hope will kill you sooner", dan bahwa "sometimes fear is something you must embrace"
OK, here's the first quote that brought this movie up to a higher level for me...
There's a reason why this prison is the worst hell on earth... Hope. Every man who has ventured here over the centuries has looked up to the light and imagined climbing to freedom. So easy... So simple... Many have died trying. I learned here that there can be no true despair without hope.


Selama ini, kita belajar bahwa yang namanya "harapan" adalah sesuatu yang membebaskan. Bahwa "keputusasaan" akan dapat dikalahkan, selama kita masih punya "harapan". Tapi... Bane mengingatkan kita pada hal yang sering kita lupakan. Bahwa hope, too, should be managed. Karena harapan yang terlalu tinggi justru mula dari keputusasaan sesungguhnya. There can be no true despair without hope. Dengan kata lain, harapan lah yang menimbulkan keputusasaan - jika tidak ditangani dengan baik. 
Hope... is fire. We need it when it is small. It will be dangerous when it becomes big :-)
Kutipan kedua yang bikin gw bersoja pangkat dua adalah yang ini:


Blind Prisoner: You do not fear death. You think this makes you strong. It makes you weak.  
Bruce Wayne: Why?  
Blind Prisoner: How can you move faster than possible, fight longer than possible without the most powerful impulse of the spirit: the fear of death.  
Bruce Wayne: I do fear death. I fear dying in here, while my city burns, and there's no one there to save it.  
Blind Prisoner: Then make the climb.  
Bruce Wayne: How?  
Blind Prisoner: As the child did. Without the rope. Then fear will find you again


Hanya satu orang yang berhasil melarikan diri dari penjara tempat Batman ditawan. Satu. Seorang anak kecil yang melarikan diri demi nyawanya. Kekuatan yang membuatnya melompat lebih tinggi daripada mereka yang diberi pengaman dengan tali.
Isn't this brilliant? Seumur hidup kita belajar untuk mengatasi rasa takut. Menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna, sesuatu yang harus dihindari. 

Kita sering lupa bahwa rasa takut merupakan sesuatu yang harus ditangani dengan baik. Sebab ketika kita tidak lagi takut, sebenarnya kita tidak menjadi kuat. Kita menjadi lemah. Fear gives us impulse of the spirit :-)  Meski tidak berarti kemudian kita bisa bungee jumping tanpa tali :-) Sebab impulse of the spirit tidak sama dengan suicidal... HAHAHA..

Begitulah...

Dua hal yang membuat gw betah bertahan nonton nyaris 3 jam tanpa sekalipun berkeinginan melihat sudah jam berapa, apalagi rela keluar ruangan untuk ke toilet. Hal yang membuat gw bertahan menonton dengan posisi duduk tidak nyaman karena entah kenapa Studio 10 Blitz Megaplex Grand Indonesia ini rasanya kursinya rendah banget. Membuat gw ketutupan penonton di depan gw kalau nggak maju duduknya. Is it just the Studio 10, or am I getting shorter :-s?


Tapi... masih tersisa satu senjata pamungkas Batman yang bikin gw takluk: the final twist! Dang! I should've guessed! All the evidence is there! And all the constant reference to the child of Ra's al Ghul.... :-)

Meminjam kata2 Mr. Darcy kepada Elizabeth Bennett: this movie has bewitched me, body and soul, and I love, I love, I love it!!!

***
Anyway... tulisan ini juga menandai kebangkitan gw menulis lagi setelah 8 bulan vakum. I'm officially one of the friends in the title "The 'Dark Knight & Friends' Rises" :-) What can I say? My husband used to call me Catwoman... although I wasn't, and am not, a burglar :-) I guess he fancied himself as Batman, and I've stolen his heart... HAHAHA... oops ;-)