Thursday, October 20, 2011

Ferris Wheel of Love

Bulan Oktober 2011, bukan hanya satu pasang teman saja yang gw rayakan pernikahannya. Setelah pernikahan "Kemanusiaan dan Alam" pasangan ini pada Non-Violence Day, dua minggu kemudian tibalah resepsi pernikahan pasangan ini :-).

Konsep pernikahan mereka memang tidak spektakular seperti pasangan sebelumnya. Namun, setelah gw menemukan waktu untuk bertapa, gw menemukan bahwa it's not so much different from the previous wedding after all ... :-)

Begini ceritanya......

Januari lalu kami mendapat kabar bahwa mereka berdua akhirnya menentukan tanggal pernikahan. Ditetapkan tanggal 17 Juni 2011 sebagai Akad Nikah, dan 25 Juni 2011 sebagai resepsinya. Resepsinya nggak bisa dilaksanakan 18 Juni 2011 bukan karena mereka benci sama gw dan nggak mau berbagi tanggal perayaan yang sama dengan ultah gw... hehehe... Tapi karena masalah klasik calon pengantin: gak kebagian gedung :-p

Gw memutuskan untuk hadir ;-) Tentunya! Karena mereka adalah dua orang yang sangat berarti buat gw :-) Bukan saja gw sangat menikmati penampilan mereka (termasuk exposure terhadap cinlok mereka ;-)) sepanjang sebuah reality show di tahun 2004, tapi ... setelah 7 tahun berteman mereka sudah seperti adik2 gw sendiri. Dan lagi... secara tidak langsung mereka berdua telah menjadi perantara yang membuat gw menemukan beberapa teman terbaik. Baik yang gw kenal dari menongkrongi milis/forum acara tersebut seperti Jeng ini, ini, ini, maupun Bro ini. Atau si seleb-blog yang membuat gw rajin menulis lagi. Dan tak lupa "teman berantem" gw yang tautannya sebaiknya tidak diberikan :-p

Tapi ada satu masalah kecil: 25 Juni 2011 bertepatan dengan hari kelulusan Ima dari SD. Nggak mungkin kan gw nggak hadir di acara kelulusan anak gw sendiri ;-)? Dan gak mungkin kan, Ima nggak hadir di acara kelulusannya sendiri ;-)?

So, gw memutuskan datang pada Akad Nikah-nya saja. Meskipun dengan resiko gw akan mati gaya ;-) Yaaah... nggak akan semati gaya di Bali sih, kan gw datangnya bareng Ima. Lagipula masih ada beberapa teman yang gw kenal di acara yang pastinya lebih banyak dihadiri keluarga besar itu. Dan Surabaya mah gw kenal... ;-) Nggak bakal bingung mau ngapain di sana.

Berniat datang ke pesta, siap kamikaze mati gaya? Hmmm... sounds similar to the other wedding, eh ;-)? Dan kemiripan berlanjut, ketika ternyata gw nggak jadi mati gaya. Bukan dengan menemukan teman2 baru... melainkan karena teman2 lama yang tadinya berniat menghadiri resepsi berbondong2 rescheduled ke Akad Nikah :-)

Pindah jadwal itu terpaksa dilakukan karena sebuah kabar duka. Tanggal 25 April 2011, setelah semua persiapan untuk perhelatan dijalankan, tiba2 ibu mempelai pria meninggal dunia. Serangan jantung. Sebuah hal yang mengubah segalanya...

Sebagai bakti terakhir seorang putra pada almarhumah ibunya, kedua mempelai memutuskan mempercepat pernikahan. Mereka menikah di hadapan jenazah sebelum ibunda dikebumikan. Perhelatan yang rencananya dirayakan 25 Juni 2011 pun dibatalkan. Tak pantas rasanya membuat suatu perhelatan ketika ibunda baru 60 hari dikebumikan. Dan tak pantas pula rasanya membicarakan kapan resepsi akan diadakan, jikapun akan ada resepsi, sebelum duka benar2 berlalu.

Namun Akad Nikah di depan penghulu dari KUA tentu harus tetap dilaksanakan. Karena pernikahan di hadapan jenazah adalah pernikahan siri; pernikahan yang sah menurut Islam, namun tidak mendapatkan surat nikah dari negara karena tidak dihadiri oleh penghulu sebagai saksi dari pihak negara.

Dan itulah yang membuat teman2 berbondong2 mengubah jadwal pesawat untuk menghadiri Akad Nikah.

Menikah di hadapan jenazah ibunda? Mengorbankan kemungkinan pesta meriah demi sebuah Akad Nikah sederhana dalam suasana duka? That's another similarity with the previous wedding: bahwa pernikahan adalah bukan untuk diri sendiri. Walaupun itu sebentuk persatuan antara dua individu, di dalamnya ada bakti kepada orang tua. Karena dalam budaya kita, "menikahkan anak" adalah sebentuk pencapaian bagi orang tua. So it's worth to change all the plan.

***

Pada hari yang direncanakan, Akad Nikah di hadapan KUA berjalan dengan lancar. Kabut duka mulai terangkat, setelah lebih dari 40 hari ibunda berpulang. Kami sangat menikmati pesta sederhana di rumah mempelai putri tersebut. Sebuah pesta yang akrab, dengan sajian hiburan organ tunggal dan the singin' newlyweds ;-) Emang beda ya, kalau suami-istri penyanyi... hehehe... Nggak tahan nggak nyanyi kalau lihat mic :-p

Kabar bahagia pun kami terima. Bahwa setelah masa berkabung usai, kedua pihak keluarga sudah mampu memutuskan bahwa resepsi akan tetap diadakan. Tanggal 15 Oktober 2011 dipilih sebagai tanggal resepsi yang baru. Tanggal dimana mereka akan membagikan kebahagiaan ini kepada lebih banyak lagi orang.

Gw tidak yakin bisa hadir pada tanggal tersebut. Bulan Oktober adalah masa2 penuh pekerjaan buat gw. Oleh karenanya sebuah hadiah kecil dan sebentuk doa yang menyertainya gw sampaikan pada perhelatan Akad Nikah saja. Sebuah bingkai foto berbentuk "Bianglala". Ferris Wheel.

Kenapa Ferris Wheel? Yaaah... karena gw kan orangnya sok simbolis... HAHAHAHAHA....  Gw merasa ferris wheel adalah suatu simbol pernikahan yang tepat sekali. Seperti gw tuliskan di kartu ucapannya:

Dear Nia & Adit,
Pernikahan sejatinya adalah sebuah permainan bianglala.
Kadang di atas, kadang di bawah,
Kadang deg-degan, takut ketinggian dan diterpa angin
Kadang bete karena putarannya berjalan lambat.
Tapi... ketika akhirnya permainan berhenti, hanya satu rasa yang tersisa: BAHAGIA
Selamat menempuh hidup baru!
Semoga tetap sakinah, mawaddah, warrahmah
Enjoy your Ferris wheel ride of love!

*Note: naaah... ini bedanya pernikahan pasangan yang ini dengan pasangan di posting sebelumnya... hehehe... Kalau yang di sebelumnya, gw kan yang tercerahkan dengan kata2 bijak sang mempelai. Kalau di sini, gw yang sok gaya mengeluarkan kata2 mutiara dan analogi... ;-)*

Ada 12 tempat untuk foto di Ferris Wheel itu. Mereka dapat mengisinya dengan foto2 perjalanan cinta mereka. Dimulai dari ketika mereka bertemu di sebuah reality show, menjalani kebimbangan untuk menjadi pasangan, jatuh bangun meniti karir, akhirnya tiba di pelaminan, dan kebahagiaan2 selanjutnya yang akan menggenapi perjalanan cinta mereka.... (punya anak pertama ;-)?)

Once again... enjoy your ride, darlings ;-) Duka cita yang mewarnai awal langkah kalian ke pelaminan semoga menjadi sesuatu yang menguatkan untuk ke depannya :-)

----
Credit title: foto bingkai berbentuk bianglala dipinjam dari sini. Bingkainya mirip siiih... cuma yang dari gw gak seharga sekian poundsterling :-p