Saturday, November 06, 2010

Bank Minta "Pulsa"

Di tengah2 kerja 2 hari lalu, tiba2 ada telepon dari nomor tak dikenal. Gw kira klien baru... hehehe... tetapi, ternyata begitu diangkat kata2nya kasar banget, "B*bi! Eh, Maya, b*bi! Suruh ibu loe bayar hutang!!" Wah... penipu yang gw ceritakan di status FB 24 September 2010, si Dina yang [katanya] dari Citibank dan menelepon dari nomor +628389704277 kumat lagi nih ;) Cuma sekarang pakai nomor beda: +622183702590

Berhubung ada hal2 yang lebih penting, gw cuekin teleponnya. Dan dia berhenti menelepon setelah 3x.

Tetapi rupanya mereka pantang menyerah. Besoknya, Jumat 5 November 2010 jam 14:11, ada lagi telepon dari +6288210724630. "Salam pembukanya" masih sama, dengan menyebut2 bangsanya si Napoleon dan Snowball di Animal Farm ;-) Tetapi sekali ini gw lebih siap. Siap untuk iseng dan merumitkan hal yang sepele maksudnya... HAHAHAHAHA...

Segera gw aktifkan fitur speaker phone, dan gw keluar ruangan kerja sambil bilang ke seluruh teman yang sedang berkumpul, "Ada yang mau dengar orang maki2 gw?" Oops, mendadak sontak, perempuan pemaki di telepon itu segera mematikan teleponnya.

Sebagai gantinya, pukul 14:24, ada telepon masuk lagi. Kali ini dari +6281382851128. Tetap dalam keadaan speaker phone aktif, gw terima teleponnya, dan dia berkata begini:

"Halo, Ibu Maya, saya Bintang. Saya anak buahnya Bu Dina. Tadi saya lewat ruangan Bu Dina, saya dengar boss saya sedang marah-marah pada Ibu. Itu kenapa ya, Bu?"

Gw nggak tahu penipu2 ini memang segitunya naifnya, atau just plainly stupid ;-) Normalnya sih, kalau kita lihat boss marah, anak buah akan tanya kepada boss-nya mengapa marah2. Bukan bertanya kepada orang yang ditelepon boss-nya ;-) Dan lagi... dari mana dia dapat nomor gw ya? Dalam hitungan detik, lagi! Is she a kind of psychic ;-)?

Setelah gw sarankan dia tanya saja pada boss-nya, telepon gw matikan. Nah! Setelah telepon mati inilah drama dimulai ;-)

Awalnya, gw terima SMS dari si Bintang ini dengan bunyi demikian:

----- SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 14:31

Ibu maya saya mau knfrmsi masalah htg krt kdt citibank ibu [NAMA NYOKAP GW] ttl tghn 6.8jt sampai tgl 15 ini byr kami bnt 3jt lunas silahkan dtg ke CB Jl gt subroto gdg menarajamsostek lt 5 ketemu atasanku pak henson atau pak wahyu no krtnya ibu 5421.7701.2021.[CENSORED].Tlg etika baiknya.Tks.Bintang.Balas

Hmmm... pertama2, setelah si Dina menelepon pada 24 September lalu, gw sudah sempat cek ke nyokap apakah beliau punya tunggakan kartu kredit. Dan... seperti telah gw duga, boro2 ada tunggakan, wong kartu kredit aja nyokap gw gak punya ;-) Beliau memang pernah punya kartu kredit Citibank, tetapi sudah ditutup tahun 1996.

Dan setelah 14 tahun dia mau memutihkan hutang 6.8jt menjadi 3jt? Hahaha... get real ;-)

Semakin yakin bahwa ini tipuan, gw jawab aja dengan santai, dan terjadilah percakapan berikut:

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 14:32

Ibu saya tidak punya kartu Citibank sejak tahun 1996

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 14:35

Siapa bilang ibu?Thn 92 buka krt thn 96 tdk byr2 kalau ga ada htg mana mgkn namanya diblklst di BI?Kalau ibu tdk keberatan kami undang ibu ke CB bsk bisa dtg?

Nah, ini lucu lagi ;-) Kalau yang dipermasalahkan adalah kartu kredit nyokap gw tahun 1996, apalagi yang dibikin tahun 1992, maka NGGAK MUNGKIN gw yang jadi "Emergency Contact"-nya nyokap ;-) Waktu itu alamat nyokap dan alamat gw masih SAMA. Jadi pasti aplikasinya bakal ditolak kalau beliau mencantumkan gw ;-)

Dan lagi, kalau nyokap bikin kartu itu tahun 1992, maka NGGAK MUNGKIN beliau mencantumkan nomor HP gw yang ini ;-) Tahun itu gw belum punya HP... hehehe... Bahkan nomor HP ini belum dibuat oleh providernya, wong providernya aja baru berdiri SETELAH 1996 kok ;-)

Jadi, dari mana dia tahu nomor HP gw ;-)?

Makin yakin ini praktek penipuan, ya gw santai aja meneruskan percakapan dengan:

----- SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 14:38

Ya sudah di-blacklist kan? Masalah selesai dong :) Lagian, mana ada bank baru nagih 14 thn kemudian ;)? Aneh2 aja orang mau nipu :) Lagipula saya sudah konfirmasi ke Citibank, tidak ada itu Henson/Wahyu! Apa jabatannya? Lagipula, kalau masalah hutang piutang, kenapa gak lapor polisi aja? Kenapa mau bantu dan 3jt lunas? ;)?

As I predicted, mereka mulai back-off setelah dengar kata2 "polisi". Seperti terlihat pada percakapan berikut, they did whatever they could to avoid "the police":

----- SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 14:41

Ingat bu sampai matipun akan tetap ditagih kalau saya mau nipu knp ibu saya undang keCB?dan semua saya tau data2nya?Buat apa saya menipu?Justru saya mau bantu

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 14:43

Kalau soal bank mah bukan urusan hidup mati! Urusan hukum ;) Laporkan polisi saja ibu saya :) Ngapain mau bantu2 segala ;)?

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 14:45

Mrk manager collection citibank silahkan ibu telp citibank 021.52909223 atau 021.52909256 knp dpt 3jt?Karna kami niat n tulus membantu biar masalah ibu cpt selesai dan merupakan tugas kami jd kami harap ibu ada respon baik

Huh? Tulus membantu ya? Baru tahu gw ada orang yang mau membantu tapi mulai dengan memaki2 yang akan dibantu ;-) Bukankah kalau menurut Al Baqarah QS 2:263 "perkataan yang baik dan pemberian ma'af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima)" ;-)? Tetapi mungkin si Bintang ini bukan Muslim, jadi nggak baca Al Quran ;-)

So, dengan santun gw ucapkan terima kasih. Tetapi tetap gw nggak mau terperdaya untuk bayar 3jt :-) Kecuali kalau memang ada bukti gw WAJIB membayar :-)

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 14:48

Oh, terima kasih kalau tulus mau bantu. Cuma saya heran mau bantu kok pakai memaki2 segala :) Tapi tdk usah dibantu deh, tuntut secara resmi saja. Kita selesaikan di pengadilan :)

Dan seperti gw duga, jawaban ini membuat mereka menjadi kasar... HAHAHAHA... Simak percakapan berikut ini:

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 14:56

Perlu ibu tau ini ga ada hbgnnya ama polisi yg teramat penting adalah hukum moral apalg ibu anda sdh berumur anda selaku anak dimana bakti anda?Banyak nasabah saya ga menutup kemungkinan keluarga ya byr kalau memang ibu tdk mau ksh no hp ibu anda jgn menghindar krn thn 06 ibu anda pernah minta diskon setelah deal tdk ada pmbyrn sampai sekarang tlg anda seret ibu anda ke citibank tunjukkan moral manusianya masa mau coba pinjan uang ga akan bisa ibu

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 14:59

Hahaha.. Urusan hutang piutang itu masuk hukum perdata, Mas!
Silakan perkarakan saja deh, ini urusan hukum, bukan moral. Perlu saya kutipkan pasal UU Perdatanya ;)? Lagian, mana bisa Citibank besar kalau manajemennya manajemen moral :) Emangnya bank-nya Mohamad Yunus? Bank syariah aja gak main moral2an. Hutang ya masalah hukum. Ok?

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 15:06

Kasihan saya jd liat anda blg aja ibu anda kalau ga ada uang jgn sok org kaya dan team khusus akan tagih kermh susah bicara dgn manusia tdk bermoral

Yah, mau dibilang nggak bermoral juga gw nggak masalah kok ;-) Gw kan nggak pernah peduli kata2 orang ;-) Kalau cuma dikatain dan difitnah, gw udah kenyang ;-)

Lagipula, gw lebih gak suka dikenang sebagai orang BODOH yang bayar 3jt pada orang nggak jelas, daripada disebut "tidak bermoral" ;-)

Dan lihat bagian SMS si Bintang ini yang gw bold ;-) Aneh banget gak sih ;-)?

Kalau memang benar nyokap gw berhutang, mestinya si Bintang ini punya data2 lengkap nyokap gw dong! Termasuk nomor HP dan rumah nyokap gw ;-) Wong data nasabah pasti tercatat dan diverifikasi oleh bank sebelum mendapatkan persetujuan kartu kredit ;-) Lha, kok malah dia nggak tahu nomor HP nasabah yang dia kejar? Malah tahu2nya nomor HP gw yang providernya aja belum berdiri saat nyokap gw bikin kartu kredit itu! Aneh banget gak sih ;-)?

Makin yakin gw bahwa gw berurusan dengan sekelompok penipu ;-) Makanya malah makin gw mainkan jurus Devil's Advocate gw. Pingin tahu sejauh mana logika dan persiapannya :p

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 15:07

Ya sudah. Anggap saya tidak bermoral. Saya nggak keberatan kok ;)

Ohya, kalau mau datang ke rumah bilang2 ya, nanti saya siapkan suguhan :) Suka donat :)?

Lagipula, ngapain Anda kejar2 saya? Memangnya “Emergency Contact” SINONIM dari “Penanggung Jawab” :p?

Dan jawabannya, seperti sudah gw duga, makin melantur tur tur... ;-)

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 15:30

Itu khan ibu anda?Bkn mslh ec tp itu ibu anda yg lahir dari rahimnya?Blg jgn menghindar kayak maling

Deuh! Apa hubungannya hutang kartu kredit dengan lahir dari rahim siapa ;-) Ganti jurus nih ye... jurus "moral" ;-) Either too naive, or plainly too stupid to differentiate between "law" and "morality" ;-) Makanya dengan "tulus iklas dan siap membantu", gw coba ajarkan batasan yang TEPAT ;-)

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 15:43
Subject: Ya masalah, dong!

Ya masalah, dong! Secara hukum, Anda sudah bisa saya tuntut melakukan hal tidak menyenangkan karena memaki2 saya pdhl saya gak punya salah. Semua orang dimata hukum bertanggung jawab atas dirinya sendiri! Emangnya bisa, kalau Anda melanggar hukum lantas Ibu/Bapak Anda yang dituntut :p?

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 15:55

Hukum apa?Ini hukum moral dimana moral ibu anda?Itu saja sgr bayar


HUAHAHAHAHA... Hukum moral? Apaan tuh? *mata ngedip sebelah*

Kayaknya mesti gw kasih tautan ke tulisan gw yang ini ;-) Bahwa "moral" bukan "hukum". Hukum itu jelas aturan benar-salahnya, sementara moral itu acuannya prinsip/kepercayaan. Sesuatu yang tergantung pada norma, dan tidak secara jelas dituangkan dalam bentuk aturan baku seperti hukum.

Lha, kalau "hukum moral" kayak apaan tuh? HAHAHAHA...

Lightly, I tried to put some sense in her 486-class processor brain:

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 15:56

Anda ini Citibank atau FPI sih? Klo FPI sih emang urusannya moral. Kalau Citibank, sebuah perusahaan berbadan HUKUM, mestinya sih ngomongin hukum ya :p?

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 16:05

Anda tau?Hukum kartu kredit hukum moral paham?

HUAHAHAHA... masih nggak ngerti kesalahan terminologinya dia ;-) Terpaksa disentil lebih keras:

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 16:08

Hahaha… Semua yang berkaitan dgn badan HUKUM adalah hokum. Bukan moral :p Lagian mana ada “hukum moral” ck ck ck…
Moral tuh, ya, misalnya ketika memaki2 orang yg tidak bersalah ketika kesal :) Secara hukum tidak salah, tetapi secara MORAL tidak tepat. Ngerti ;)?

Dan... TOUCHE! Sentilan gw nembus! BULL'S EYE!

From then on, this grifter became more and more aggressive ;-) Simak percakapan berikut:

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 16:16

Lw bgo y, cm sgtu pngertian moral bg lw. Gw ksi tau lg moral tu ap?Moral apabila seseorang mlakukan yg tdk bnar dmata hukum n agama prbuatan yg tdk bs dpertanggungjawabkan,ya spt kamu dan ibumu
Agar ibu loe tenang kalau mati jgn sampai htg dibawa mati

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 16:21

Oooh, gitu ya ;)? Lha, kalau yang Anda lakukan ini, pura2 "membantu" agar dapat 3jt, namanya apa ;)

Moral itu kaitannya dengan "baik-buruk", kalau dengan "benar-salah" namanya hukum :) Kalau di Islam, moral kaitannya dgn aqidah, hukum dgn syariah. Tuh, kan, beda :p

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 17:20

Ya dg pngertian lw ma ibu lw itu tmasukda mlanggar aqidah n syariah. Kn lw bdua da pake n nikmati dana dr citibank (wktu itu ibu lw mhon2 pinjam dana k cb),klu ga lw ma ibu lw balikin ntu namany ap?Da lha jgn bnyk ngmong kyna omongn lw mo mnghindar aj dr aqidah n syariah

HAHAHA.. tuh, kan, Bintang ini pasti nggak paham apa yang gw omongkan;) Nggak bisa bedakan antara syariah dan aqidah rupanya ;-)

Nggak heran sih ;) Sejak dia bawa2 moral di atas memang sudah aneh. Kalau dia paham, mestinya dia tahu bahwa kewajiban gw membayar hutang ortu gw adalah jika beliau sudah meninggal. Hutang itu termasuk warisan kan ;)? Tetapi selama ibu gw masih hidup, ya ibu gw bertanggung jawab atas diri sendiri. Perkara nanti ibu gw perlu bantuan gw untuk menutup hutang, itu urusan ibu gw dengan gw. Bukan urusan pemilik piutang ;)

OK, sudah melantur tuh orang. Waktunya kembali ke fokus awal :) Mau dibayar? Buktikan bahwa gw memang WAJIB membayar ;-)

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 18:20

Saya patuh pada hukum negara Indonesia kok. Kalau pengadilan bilang saya harus bayar, ya saya bayar. Nggak usah pakai korting2an segala seperti yg Anda tawarkan :p Tapi kalau yg nagih cuma tukang maki2 .. "Sorry, sorry, sorry, Jek" :p Jelas ;)? Ditunggu langkah hukumnya :)

As clear as the blue sky, kan ;)? Gw sudah tawarkan win-win solution. Harusnya sih dia terima hal ini, KALAU BENAR dia dari Citibank dan nyokap punya hutang di sana. Tinggal Citibank gugat aja, serahkan buktinya, dan nyokap gw akan terpaksa membayar.

Tetapi kalau dia penipu, ya akan mencoba menghindar sedapat mungkin. Seperti yang ia lakukan berikut:


------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 18:29
Subject: Klu lw patuh ma hukum indonesia...

Klu lw patuh ma hukum indonesia hrsny lw bayar hutang ibu lw k citibank ga usa lw pduli ma gw klu mang niat byar hutang!! N ga plu msti pngadilan yg suru lw byar hutang, masa lw lbi patu ma pngadilan drpd ma Tuhan.Plu lw tau hukumny hutang BAYAR!

Hahaha... lucu juga baca argumennya ;-) Setelah maki2 gw, dia bawa2 nama Tuhan sebagai dasar? Pakai merasa bahwa dirinya "instrumen" Tuhan lagi! Penyampai "wahyu" dari Tuhan ;) Makanya kalau gw memilih pengadilan, instead of bayar dia langsung, artinya gw "lebih patuh pada pengadilan daripada Tuhan" :)

*eh, tapi gw rasa, penulis SMS yang ini beda dgn yang awal. Lihat perbedaan bahasanya. Bukan cuma beda intonasi persuasif jadi agresif, tetapi yang terakhir ini gaya nulisnya rada alay. "Ada" jadi "da", "patuh" jadi "patu", dan "loe" jadi "lw"... hehehe... Alay banget gak sih ;)?*

Sambil kasih argumen balasan, gw jadikan dia hiburan siang. Sekaligus memvalidasi kata2 sebelumnya di awaaaal tadi bahwa kantornya di Menara Jamsostek ;)

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 18:43
Subject: Saya kan nggak berhutang?

Saya kan nggak berhutang? Jadi nggak ada hukumnya saya harus bayar :p. Eh, si Dina kok gak nelfon dari nomor +622183702590 lagi? Takut ketahuan itu bukan nomor daerah Menara Jamsostek ya? :*

Dan... HAHAHAHA... some people just don't know when to surrender ;-)

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 18:49
Subject: Eh lw itu bhutang moral ma ibu lw.

Eh lw itu bhutang moral ma ibu lw. Ibu lw kn mnghndar dr citibank jd ga sala klu gw tagi k lw.Asal lw tau lw bsar scara tdk lnsung dr citibank.Jd klu lw ga mrasa bhutang jambak ibu lw k cb tuk bayar ap yg dia pake.

HAHAHA.. makin lucu aja ;-) Gw dibilang berhutang moral sama nyokap, TETAPI dalam satu tarikan napas yang sama gw disuruh "jambak" ibu gw dan dibawa ke Citibank? Gimana caranya gw menunaikan the so-called "hutang moral" dengan cara yang "tidak bermoral" ;)?

Makanya makin gw tanggapi dengan santai orang ini. Gw biarkan dia berputar2 dengan argumen "moral"-nya, sambil gw ajak bermain matematika. Mencongak hutang bunga-berbunga selama 14 tahun: kalau hasil akhirnya 6.8jt, padahal bunga sekitar 3.5% per bulan, maka hutang pokoknya berapa ya ;)?

Ini catatan percakapan selanjutnya. Nggak terlalu penting gw bahas, tapi boleh aja kalau mau dibaca. Paling yang mau gw highlight SMS yang terakhir di kutipan ini:

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 18:52

Haha.. Besar karena Citibank ;)? Get real :) Mosok biaya membesarkan saya cuma 6.8jt :p

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 19:03

Itu kn sisa tagihany bkan pmakaiany,bgo lw y. Blang ma ibu lw citibank da bgtu baik n tugu lm kdatangnny jg ga sabar dia byar hutangny!! O Ya bkn dina lg yg hndle ibu lw tp skr gw!

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 19:08
Subject: Ngapain jg Citibank susah2 nagih...

Haja.. Kalau sisa tagihan PLUS bunga selama 14 thn cuma 6.8jt, berarti hutangnya gak banyak dong :p
Ngapain jg Citibank susah2 nagih stlh 14 thn cuma buat recehan ;)? Get real :)

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 19:13

Besar n receh ttp aj yg namany utang ya utang jd lw yg mstiny GET REAL. Nah lw da sadar kan, skr cpatlah antar ibu mu k cb tuk slsaikan hutgny.

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 19:21

Lho, saya sdh get real dari tadi ;) Asal ada keputusan hukum yg sahih, saya bayar. Klo cuma tukang maki2 yg nagih sih no way :p Apa susahnya sih Citibank nuntut ke pengadilan :p?

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 19:25

Duh dulu waktu ibu lw pake dana citibank aliaz msi aktiv ga libatkan pngadilan ko da nunggak skr libatkn pngadilan. Dmn get real lw??

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 19:31

Haha, dimana2 kalau ada dispute ya ujungnya pengadilan. Bukan cuma kirim tukang maki2 :) Yang heran kenapa Anda susah banget ya diajak ke pengadilan :p?

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 19:42

Lw ga malu y tuk byar 6,8 jt hrz pake k pngadilan.Kcil bgt hrga diri n nyali lw. Sbnarny ni ga plu dispute klu ibu lw ga susa tuk slsaikn hutangny n sdar klu dia btanggung jwb dg yg dia nikmati aplgi dulu pinjamny baik2.

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 19:47

Gak, saya tidak malu :) Itu sesuai prosedur. Jadi jika Anda ingin dibayar, lakukan sesuai prosedur hukum. OK? Case closed.

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 20:06

Hey, lw bukn byar k gw tp k citibank omongan lw gayany tnggi tp otak lw bgo.Case iz closed klo your mom pay hutang k cb!!

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 20:07

In that case, mari kita ke pengadilan :) Jangan cuma berbalas SMS :)

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 20:13

No, in this case no need to use the law but u need to pay your mom crdit card billing or let me tell n speak to ur mom.

Deuh, Neng, Neng :) Dari awal juga siapaaaaaa yang melarang situ ngomong ama nyak gw???? Kagak ade, Neng, kagak ade!

Dari awal pan aye udah bilang: perkarain aja nyak gw ke polisi, ke pengadilan. Situ kan punya datanye ;)?

Nah, kalo ente sekarang minta disambungin ama nyak aye, aye pan nyang bingung: situ nagih nyak gw tapi kagak punye nomor HP-nye. Malah punyanye nomor HP aye yang PASTINYE kagak ade di formulir aplikasi nyak aye ;)? Pigimane sih, Neng?

POKUS, Neng, POKUS ;) Nih, aye bantuin ye:

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 20:18

Go ahead! Talk to her! But I stand my ground: payment will only be made upon a court's order! We'll not gonna pay just because an unknown individual harrassed us. So go ahead! Sue my mom!


And as I've predicted, here came the final answer. The kind of answer that made me smugly smiled:

------ SMS ------
From: +6281382851128
Received: Nov 5, 2010 20:25

Okay, I can not sue ur mom but trust me God will sue ur mom in the hell!!

You can't sue my mom, eh? I've thought so ;-) Because you're nothing but a bunch of grifters :)

Dan sebagai kata akhir, gw sampaikan jawaban berikut ini:

------ SMS ------
To: +6281382851128
Sent: Nov 5, 2010 20:27

Why can't you sue my mom ;)? Not enough proof :p? As for the afterlife, let God be our judge :)

Untuk sementara, mereka diam. Tapi gw yakin mereka mirip dengan Arnold Schwartzenegger di "The Terminator". They'll be back ;-) Mungkin lusaaaa, atau di lain hari ;-)

*eh, yang terakhir itu mah Koes Plus ya ;-)?*

***
Apa analisa gw tentang kejadian ini?

Hmmm.... ada beberapa kemungkinan. Salah satu kemungkinan yang hendak gw bagi di sini adalah: ini sejenis penipuan gaya baru. Versi lebih canggih daripada "Mama Minta Pulsa" ;-)

Kemungkinan, terjadi kebocoran data dari salah satu formulir aplikasi kartu kredit gw; entah dari bank yang mana. Bahkan belum tentu juga aplikasi gw yang di Citibank. Di aplikasi kartu kredit, kita kan harus menuliskan nama ibu kandung DAN nomor HP kita yang aktif toh? Hal ini menjelaskan bagaimana dia mendapatkan nomor HP gw yang TIDAK MUNGKIN ada di aplikasi kartu kredit nyokap gw tahun 1992 ;)

Begitu tahu nama ibu kandung gw, mereka tinggal pura2 aja ibu gw berhutang. Gebrak dengan makian supaya gw panik dan bayar. Atau supaya gw jengkel dan bayar.

Menentukan angka berapa yang mereka minta untuk "menganggap lunas" hutang? Gw rasa dari data tentang limit kartu kredit yang gw dapatkan. Dasar dari dugaan ini adalah karena beberapa waktu yang lalu seorang teman di kantor pernah juga "kena" modus operandi seperti ini: ada yang telepon, ngakunya dari bank-nya, dan mau membantu memutihkan hutang dengan "cukup" bayar Rp 500.000. Uangnya dibayarkan tunai oleh teman gw di kantor, dan... tetap saja hutangnya nggak diputihkan ;-)

Lho, data nasabah kan terjamin kerahasiaannya? Hmmm... memang. Tetapi kan juga ada batas penyimpanan formulir yang sifatnya fisik. Anggaplah formulir fisik harus dimusnahkan setelah data di-entry ke dalam sistem, atau setelah kurun waktu tertentu. Nah, siapa yang jamin tidak ada data tercecer? Atau dicecerkan oleh oknum? Seperti yang dialami oleh kupon undian hipermarket di cerita gw ini.

So, cerita ini gw bagikan kepada publik agar publik semakin berhati2 ;-) Dan supaya bank2 di Indonesia, terutama Citibank yang namanya dicatut di sini, lebih berhati2 dengan data nasabah.

Dan in case para penipu itu baca blog gw (which is QUITE possible, since they seem to know my tendency of speaking fully in English whenever I want to make a point), coba beli DVD bajakannya Leverage sana! Belajar jadi grifter yang baik :p

______
NB: Terima kasih pada fitur "Forward as Email" dari Blackberry, yang memungkinkan gw langsung co-pas isi SMS tanpa harus ketik ulang ;-)