Thursday, August 06, 2009

Menatap Layar Terpaku untuk [Belanja] Online, Online

Beberapa waktu lalu sempat ngobrol2 dengan Mas Reza, seorang teman lama, tentang kecenderungan orang untuk berkarir dari rumah. Menurut Mas Reza, di jaman krisis global seperti ini, udah nggak happening untuk menggantungkan diri pada sistem. Perusahaan2 gede aja banyak yang kolaps. Obrolan tentang small office home office kemudian bergeser pada online shop.

Akhir2 ini, online shop menjamur dimana2. Ada kecenderungan bahwa mengelola online shop tuh merupakan pilihan karir yang disukai ibu2 muda. Agar bisa kerja sambil ngurusin anak. Hehehe... kayaknya bener juga sih. Setidaknya, ada 2 teman yang alih profesi jadi online shop owner setelah jadi ibu: Bundanya Ahnaf dengan CuteHome, dan Umminya Ankaa dengan Tokonyankaa. Bagaimana bisnis, Jengs? Lancar? Hehehe...

Dari sisi konsumennya sendiri, terlihat sekali perubahan sikap dibandingkan 10 thn lalu. Jaman akhir2 kuliah dulu, teman gw Cipta pernah bikin penelitian yang respondennya adalah mereka yang pernah belanja lewat katalog (alias belanja online tercanggih jaman itu ;-)). Dan seingat gw waktu itu cari respondennya susaaaaaaahhh banget. Demikian pula tahun 1999, pas gw mengerjakan project tentang belanja bulanan lewat telepon; suatu layanan yang diposisikan sebagai one less worry buat ibu2, sehingga mereka bisa memanfaatkan waktu yang harusnya terbuang untuk milih barang dan bayar di kasir dengan lebih baik. Jaman itu, gw sampai garuk2 aspal untuk cari responden.

*Hmmm... gw ingat waktu ngerjain project itu gw lagi hamil Ima. Mungkin itu yang bikin gw lancar melahirkan ya? Udah garuk2 aspal soalnya... hehehe...*

Sekarang sih belanja online udah mulai jadi pilihan ibu2 yang nggak punya waktu untuk mlaku-mlaku ke toko aslinya. Ibu2 bekerja, contohnya. Atau ibu2 hamil yang bekerja seperti Ommenya QQ & Kenzie ini. Walaupun kantornya cuma 10 menit naik Kopaja dari ITC, semasa hamil Kenzie si Omme memilih belanja hampir semua keperluan bayi lewat internet. Daripada berat2 bawa perut ke ITC, mengorbankan jam makan siang yang terbatas, eeeh... belum tentu dapat barang yang diinginkan dalam satu kali kunjungan pula! Lagipula, apa siiiiyyy yang nggak ada di online shop jaman sekarang ini? Dari second-hand branded baby stroller, sampai half-price toilettries, semuanya tinggal klik. Seperti pengalaman si Omme, yang beli seransel toilettries seharga 50rb-an; kado yang dijual oleh si ibu baru lantaran dia udah kebanyakan toilettries.

*Gw nulis paragraf di atas sambil ketar-ketir. Jangan2 habis ini comsys si Omme isinya penawaran dari online shop semua... hihihi... Langsung diprospek gara2 terbukti dia malas beranjak dari kursi ;-)*

Gw sendiri termasuk yang telat berani belanja online barang yang bukan buku. Track record gw baru 1x belanja online yang bukan buku, yaitu pada hari Selasa yang lalu. Telat banget yaks? Padahal gw udah terbiasa belanja buku online sejak thn 2000 lho ;-) Maklum, gw kan tipe safe player, perfeksionis pula. Jadi paling nggak berani tuh belanja-belanji tanpa lihat barangnya. Beda ya, kalau belanja buku. Buku itu kan what you read is what you get. Bagus enggaknya sebuah buku emang baru ketahuan kalau sudah dibeli dan dibaca. Nggak banyak bedanya beli secara online atau beli di toko buku... sama2 cuma bisa baca sinopsisnya doang ;-)

Naaah... kalau akhirnya gw berani belanja online, itu bener2 karena kepepet kayaknya ;-) Setelah beberapa kali kelayapan ke toko perlengkapan bayi dan tidak menemukan apa yang gw mau, terpaksalah gw browsing di toko maya. Terpengaruh juga sih dengan cerita keberhasilannya si Omme ;-) Atau mungkin karena udah biasa belanja tanpa bisa mencoba buat pet gw ini ya ;-)?

Gimana pengalaman pertama gw? Hmmm... mengkonfirmasi bayangan gw tentang sulitnya mendapatkan pemahaman sensoris terhadap barang yang akan gw beli. Tetapi... karena pada dasarnya gw researcher sampai ke tulang sumsum, gw jadi bisa komentar tentang bisnis ini dari sisi konsumen rewel macam gw ;-)

Bermula ketika gw cari Allerhand harga miring, atau second hand yang masih bagus. Memang sejak lihat tas ini di salah satu toko bayi, gw ngiler berat ;-) Kompartemennya yang banyak itu membuat gw gak harus repot bawa 2 tas kalau jalan2 bareng Nara. Sayang, harganya kok nggak bersahabat dengan kantong gw.

Setelah putus asa mengetikkan Allerhand di mesin pencari, akhirnya gw memutuskan window monitor shopping aja. Siapa tahu nemu yang terlewat. Atau nemu yang mirip2. Toko pertama yang gw satroni adalah Nenenshop.

Lho, kenapa Nenenshop, bukan toko teman sendiri seperti CuteHome? Yah, pertama, karena gw tahu CuteHome nggak jualan tas ;-) Setahu gw sih Nenenshop yang memposisikan diri menjual barang2 uniquely functional. Dan itu terbukti melalui salah satu kado Nara dari teman gw Shinta: sepaket alat2 makan bayi produksi Ikea. Nggak banyak kan, yang jual Ikea baby di sini ;-)?

Alasan kedua karena gw cocok dengan pendekatan Nenenshop dalam mendeskripsikan barangnya. Pendekatannya matter-of-fact, mendeskripsikan barang2 sesuai petunjuk kotaknya. Namun pendekatan matter-of-fact ini bukan berarti nggak ada sisi personalnya. Nggak seperti toko2 bayi online yang bener2 semacam katalog berhuruf kecil bergambar banyak, tampilan Nenenshop nyaman di mata. Hurufnya nggak kekecilan, tataletaknya bagus, dan warna2nya kalem nggak bikin sakit mata. Classy.

Dan benar! Di Nenenshop ini gw nemu produk yang mirip2 Allerhand. Dengan harga yang standard untuk ukuran tas bayi; karena tas bayi bergambar kartun pun harganya di kisaran itu. Fun Stripes Messenger Bag nama Allerhand-wanna-be ini. I was so excited, I nearly clicked the shopping cart right away!

Tapi... seperti biasa the researcher-in-me, atau mungkin the safe-player-in-me menyeruak ;-) Datanya masih kurang lengkap untuk memastikan pilihan gw. Gw masih belum tahu apakah inner bottle holder itu ada penahan panasnya atau enggak, serta cukup untuk botol 240ml atau enggak. Gw klik tautan situs asli yang ada di Nenenshop, ternyata penjelasannya nggak ada pula. Waaaks! Gimana dong?

Well... di Nenenshop memang menyediakan lembar kontak via email. Ada juga nomor telepon tokonya. Tapi gw nggak nyaman dengan cara telepon langsung. Gw kan introvert, makanya gw suka browsing biar gak usah berkomunikasi verbal dengan penjualnya ;-) Lha, kalau sekarang harus telepon, salah satu keunggulan toko online hilang dong ;-) Bisa sih email, tapi.... berarti gw nggak dapat jawaban right away.

Jadi, akhirnya gw browsing2 lagi. Memasukkan "Fun Stripes Messenger Bag" ke dalam mesin pencari. Dua situs lain menarik perhatian gw: Plazaanak dan Tasbayiku. Sayang, jabaran produknya sama persis dengan Nenenshop, nggak menambah pengetahuan baru. Demikian juga foto produknya. Pertanyaan gw tetap tak terjawab tanpa harus kontak lanjutan.

Dari segi tampilan, dua situs ini jelas kalah daripada Nenenshop yang takes the business seriously. Jangankan pakai shopping cart seperti toko2 online serius, untuk situsnya saja Tasbayiku masih pakai yang gratisan ;-) Sementara Plazaanak tampil bak katalog pada umumnya ;-) Dua2nya nggak ada pendekatan personalnya, tetapi mereka punya kelebihan: Tasbayiku mencantumkan nomor SMS, sedangkan Plazaanak mencantumkan YM Status. Lebih nyaman buat gw ;-)

So, pertama2 gw SMS Tasbayiku. Nggak dijawab2 ;-) Jadi, akhirnya gw pilih the next best communication way for me: komunikasi interaktif tertulis langsung, alias chat dengan YM.

Hasil chat dengan Plazaanak cukup memuaskan sih. Gw jadi tahu bahwa inner bottle holder pada Fun Stripes Messenger Bag ini nggak ada penahan panasnya. Tapi FSMB ini punya satu kantong berpenahan panas di bagian samping. Sesuatu yang - entah mengapa - tidak dijelaskan oleh SATU PUN toko online. Padahal, bukannya ini penting ya? Yang membedakan tas bayi dengan tas lain kan karena tas bayi bisa membawa botol susu. Sementara, susu bayi mestinya harus tahan panas, supaya nggak mudah rusak serta tetap enak. Ya kan?

Tapi akhirnya gw memutuskan membeli FSMB di Tasbayiku, bukan Plazaanak maupun Nenenshop, karena satu alasan kecil: extra mile service ;-)

Sekitar 20 menit setelah gw kirimi SMS, alias di tengah2 chat gw dengan Plazaanak, gw menerima jawaban dari Tasbayiku. Jawabannya adalah: dia nggak tahu apakah kompartemen berpenahan panas di FSMB cukup untuk botol 240ml, harus nge-cek dulu ke rumah. Ya suds, gw langsung mencoret Tasbayiku dari daftar potential shop. Gw nggak yakin dia akan kembali dengan jawaban.

Di luar dugaan, sekitar 2 jam kemudian Wiwied dari Tasbayiku SMS lagi dengan info yang komplit: satu kompartemen berinsulator pada FSMB cukup untuk 2 botol @ 240ml, asal botolnya yang standard (tinggi langsing) bukan botol jaman sekarang yang gendut lebar. Wuiiih... informasi terkomplit yang gw terima, yang BAHKAN tidak gw dapatkan melalui chat dengan pemilik toko. Usut punya usut, Wiwied dari Tasbayiku ini bela2in telepon distributornya langsung demi menjawab pertanyaan gw. What a service! Apalagi ketika kemudian Tasbayiku mempersilakan gw melihat langsung barangnya di tempat distributor di bilangan Tebet, atau dikirim langsung dengan metode COD. Dia berjanji membawakan beberapa jenis tas sekaligus, biar gw bisa milih.

Gw, yang memang sudah memutuskan untuk mendapatkan tas itu, pun akhirnya memesan pada toko online ini. Gw terkesima dengan extra mile service-nya. Dan sekarang.... akhirnya gw nggak ngiler2 lagi deh... hehehe... sudah dapat tas yang gw inginkan dengan harga yang bersahabat ;-) Apalagi ketika Tasbayiku memberi korting Rp 20,000 jika gw memberi testimoni di blognya ;-)

*Eh, tapi gw nulis di blog bukan untuk mengharapkan dapat kortingan lagi lho... hehehe... Lagian, kesempatan ditulis di blog gw itu harganya lebih dari kortingan 20rb... HAHAHAHA... ;-)*

So, buat teman2ku yang berbisnis online, menurut gw ada 5 hal yang perlu diperhatikan:

  1. Tampilan Situs. Buatlah tampilan senyaman mungkin. Tataletaknya harus enak, hurufnya besar, gambar2nya jelas, terutama jika barangnya punya detil2 yang unik.
  2. Kejelasan Informasi Produk. Lebih peka lah terhadap apa yang dibutuhkan konsumen dari sebuah produk, sehingga dapat memberi penjelasan yang lebih lengkap. Tidak hanya ko-pas dari petunjuk di kardus.
  3. Kontak Non-Verbal yang Mudah. Salah satu alasan orang belanja online adalah karena mereka menghindari chit-chat atau komunikasi langsung. Oleh karena itu mesti dipikirkan cara yang mudah untuk tetap berkomunikasi tidak langsung, namun real time response. Gw pikir Blackberry is a must untuk para pemilik toko online. Dengan demikian bukan hanya SMS dan telpon langsung yang bisa komunikasi real time, melainkan juga email dan instant messaging seperti YM. Nggak pakai Blackberry juga bisa sih... tapi... jatuhnya lebih mahal, bukan, kalau harus online 24/7 ;-)?
  4. Beri Layanan Lebih. Semua toko online bisa saja menawarkan barang yang sama. Oleh karena itu, perlu sesuatu yang bisa membuat toko Anda beda. Dan "berbeda" itu bisa dilakukan dengan layanan yang berbeda. Unique Selling Point, istilahnya ;-) Dalam kasus Tasbayiku, misalnya, jerih payah mencarikan informasi bagi potential client yang belum tentu beli bisa merupakan sebentuk layanan lebih.
  5. Emotional assurance dalam pengiriman. Meskipun belanja online sekarang sudah lazim, tetap ada anxiety bahwa barang tidak sampai dengan selamat. Maklum, masyarakat Indonesia kan paranoid dengan kinerja para penyedia jasa ;-) Bisa jadi toko online-nya profesional, tapi jasa kurirnya kurang prof. Buntut2nya konsumen juga yang rugi nggak terima barang. Oleh karena itu emotional assurance bahwa barang pasti sampai itu penting. Menggunakan kurir yang memiliki unique tracking number seperti yang dijanjikan Nenenshop memang memberikan assurance. Tetapi, ada juga cara2 lain seperti layanan COD yang diberikan Tasbayiku, misalnya. It helps a lot to build the trust of the first time customer ;-)
So, sudah dapat kan komentar dari pelanggan perfeksionis dan rewel macam gw ;-)? Tunggu apa lagi? Segera buka toko online Anda ,dan... selamat berjualan ;-) Pangsa pasarnya besar lho, karena "Siang, malam, ku selalu menatap layar terpaku untuk online, online, online, online"

BTW, gw lagi cari folding potty seat nih ;-) Dimana2 nggak nemu. Nemu satu yang iseng jualan, tapi sistemnya indent kayak beli mobil. Padahal gw butuh segera. Ada toko online yang punya ready stock ;-)?