Friday, April 10, 2009

Around the World in 80 Clicks

Pernah nggak mendapatkan sesuatu yang sangat diinginkan, pada saat merasa bahwa keciiiiilll sekali kemungkinan untuk mendapatkannya? Semacam against all odd gitu? Pernah? Rasanya gimana? Thrilled, excited, bungah, nggak terlukiskan... ya kan? Itulah yang kemarin gw rasakan. Saking senangnya, gw sampai teriak! Padahal udah jam 11 malam ;) Dan padahal juga suara gw udah keras banget walaupun nggak pakai teriak... hehehe...

Kegembiraan gw itu datang hanya karena "salah klik". Sebuah kecelakaan yang bukannya tidak membahagiakan ;-)

Bermula dari awal very long weekend kemarin. Setelah baca Wall sepupu gw yang cantik di London, dari tante gw yang nggak kalah ayu di Jakarta, tentang "jelajah maya"-nya si tante melalui satelit, gw akhirnya meng-install Google Earth. Kebetulan koneksi internet - walaupun libur - lagi okey dokey, jadi gak lama kemudian udah bisa "terbang" berkunjung. Tempat pertama yang gw kunjungi - tentunya - adalah tempat sebagian kenangan masa kecil gw tertinggal: Albany, CA. Tempat yang gw kira nggak akan gw kunjungi lagi sepanjang sisa hidup gw ;-)

Kangen gw lumayan terobati melihat foto satelit kota itu. Mungkin karena gw suka peta ya, sehingga "peta satelit" itu pun sudah cukup buat gw. Melihat nama2 jalannya, dan bentuk2 atapnya (yes, dear, peta satelitnya 3D ;-)), gw bisa membayangkan tempatnya. Gw bisa menemukan lagi rumah tempat dimana gw pernah tidur, gw bisa napak tilas dari atas jalan2 yang gw lalui (two blocks north, two blocks west untuk naik BART; one block west, two blocks south kalau mau ke kantor pos, dan four blocks east to the high school ;-)). Thrilled, gw print screen gambar2 itu, dan gw masukkan ke sebuah folder khusus di Facebook.

Tapi... ternyata setelah diubah jadi JPG, kualitas gambarnya menurun drastis. Warnanya jadi gelap banget, kayak nonton Albany dari udara saat gerhana... hehehe... Dan pas gw mau ulang buka lagi, ternyata programnya nge-hang melulu. Untung bapaknya anak2 punya solusi jitu,

"Pakai Google Maps kan juga bisa. Sama aja kok, malah nggak perlu install program segala"

OK. Jadinya gw mencoba Google Maps. Pertama agak sangsi, karena tampilannya search engine banget. Nggak flashy centil dengan gambar bumi bulat bundar kayak Google Earth. Tapi ternyata.... petanya sama juga. Lebih eye friendly malah, karena warnanya lebih segar daripada Google Earth. Dan gw dengan cepat menemukan "rumah" gw. Klik tombol Satellite, dan.... tertampillah foto satelit yang sama: atap2 rumah di Albany, dengan warna yang lebih cerah ;-)

Dan kecelakaan pun terjadi :)

Gw salah klik! Nggak sadar bahwa "si penyumpah" (baca: cursor, maksudnya ;-)) masih di sudut kiri atas, gw main klik aja. Panik ringan, gw segera klik rumah yang gw cari. Tiba2 layar monitor mati sesaat daaaaaaannnnnn.......


Huaaaahhhh.... I know that house! I spent my days in there once! Warnanya memang sempat mengecoh gw, karena dulu catnya hijau tua. Tapi gw ingat bahwa terakhir kali Bapak mengunjunginya (beberapa bulan sebelum Bapak meninggal), Bapak cerita bahwa akhirnya rumah itu ganti warna menjadi krem. Setelah sejak thn 60an warnanya selalu hijau.

I never thought I'd live to see that house again! I thought seeing it from the sky is the best thing I could have. So... imagine how thrilled I was when the actual picture was displayed on my monitor ;-)

Menyadari bahwa tiba2 ada gambar orang2an oranye di peta, gw menyadari bahwa orang2an itulah membuat rumah terlihat dari bumi. Gw geser2 orang2annya, lantas memanfaatkan tombol arah buat memutar2 pandangan si orang, dan.... I'm amazed. So close, so real.

Karena letaknya di pengkolan jalan, apalagi bangunannya tinggi karena basement-nya ada di atas tanah (yup! We called it basement, even though it is not underground), dengan mudah gw melihat bagian samping dan belakang rumah. Kamar tidur gw terletak di pojok kiri belakang rumah, dengan dua jendela: di samping dan di belakang. Betapa senangnya bisa melihat kamar gw lagi, after all these years! Bener2 melihat rumah dan kamar itu setelah gw tinggalkan, bukan hanya melihat foto2 semasa gw di sana ;-)


Sepanjang malam, sampai pagi, dan malam lagi (yaaah... terseling ikutan Pemilu sih ;-)) gw asyik bermain2 dengan Google Maps. Mengunjungi tempat2 yang pernah gw kunjungi. Semua tempat yang gw kunjungi di Amerika Serikat sejauh ini dapat dilihat dari daratan seperti ini.

United Kingdom rata2 nggak bisa sampai ke depan rumah, hanya bisa dari udara. Ende, Flores, juga :-) Walaupun gw mengenali atap hotel tempat gw menginap (yang pantes aja tiap pesawat datang dan pergi kedengaran karena sejajar dengan landasan pacu), gw gak bisa lihat dari depannya. Jangankan Ende yang nun jauh di Flores, lha wong daerah Kuningan, Jakarta, yang merupakan segitiga emas bisnis pun hanya bisa dari udara kok... hehehe... Udah gitu, ada yang ngaco nge-tag Carrefour di sebelahnya Grand Melia. Helloooooo..... kalau maksudnya Carrefour yang dulu ada di Pas-Fes, harusnya sebelah utara Jl Casablanca, bukan sebelah selatan ;-) Gimana sih? Kalau nggak bisa baca peta, jangan nge-tag deh! Bikin tersesat aja ;-)

Di New Zealand fifty-fifty. Rumah Budhe, sepupu2 gw, dan Kedubes Indonesia di 72 Glen Rd bisa di-zoom dan terlihat bangunan aslinya. Tapi... itu mungkin karena letaknya di Wellington. Sementara Bucket Tree Lodge, yang terletak agak di luar Wellington, tidak terlalu jelas. Makanya gw tunjukkan foto udaranya aja ke bapaknya anak2, untuk menunjukkan tempat telepon umum dimana gw dulu menelepon dia... hehehe...




Google Maps membuat gw merasa seperti Phileas Fogg dalam Around the World in 80 Days :) Hanya saja, gw tidak perlu 80 hari, cukup 80 klik saja ;-) Ini adalah sisi yang lebih positif dari Google Maps, karena dari sisi negatif Google Maps membuat gw merasa menjadi The Big Brother dalam 1984, like what my cousin suggested upon seeing the satellite picture of her house displayed in my Facebook album ;-)

Yaaah... double edge of technology lah itu ;-)

Seperti Phileas Fogg yang memulai perjalanannya dari London, dan kembali ke London, gw memulai perjalanan gw dari Albany, CA, dan kembali ke Albany, CA. Dan sebelum menutup Google Maps yang sudah membawa gw jalan2, sekali lagi gw memandang dari kejauhan the house I left part of my heart in ;-)



Dan samar2 terdengar senandung Tony Bennett:

I left my heart in San Francisco
High on a hill, it calls to me.
To be where little cable cars
Climb halfway to the stars!
The morning fog may chill the air
I don't care!

My love waits there in San Francisco
Above the blue and windy sea
When I come home to you, San Francisco,
Your golden sun will shine for me!

Yes, I left my heart in San Francisco eastern Bay Area ;-)