Friday, February 27, 2009

5 Langkah Mudah Kampanye Kreatif Caleg

Menerima forward-an email berisi gambar2 konyol spanduk kampanye caleg ini niat awal gw adalah menulis tentang Cesare Lombrosso. Memberi tips bagi calon pemilih untuk pemilu 9 April nanti ;-) Karena kita nggak kenal dengan calegnya, nggak pernah dengar visi, misi, bahkan suara dan kemampuannya menyampaikan ide, satu2nya atribut yang harus diperhatikan adalah wajahnya. Dan teori Lombrosso yang mendeskripsikan atavistic stigmata pada the born criminal adalah teori yang paling pas untuk digunakan ;-) Setidaknya, kita bisa menghindari mememilih orang2 tertentu yang memiliki karakteristik wajah seorang kriminal menurut Oom Cesare ;-)

Namun kemudian gw berubah pikiran. If some people misinterpret the concept of "creative campaign", don't laugh. Instead, let's show them how to be creative... tanpa harus berfoto bareng macan, sebelah2an sama Beckham atau Obama, atau malah belum apa2 udah bikin patung golok bertuliskan "Kabah Security" ;-) Biarkan mereka tertampar dengan sendirinya... atau paling enggak, kasih bahan orang lain untuk menampar mereka... HAHAHA...

*OOT: yang paling bikin gw ngakak adalah poster caleg dekat Plaza Arion - Rawamangun. Nggak apa2 sih kalau dia nulis gelar akademisnya komplit2 gitu. Tapiiiii...... perlu gitu ya, bahwa di belakang gelar akademisnya dikasih tulisan: (UI)??? Iya sih... gw tahu, UI masih jadi salah satu reputable university di Indonesia. Tapi tetap aja aneh... hehehe.... Ada kan cara2 yang lebih halus untuk menunjukkan "ke-UI-annya"? Nggak harus kasat mata gitu. Kalau mau dipakai jadi nilai jual, kenapa gak sekalian dia tulis lengkap2: "(UI, masuk lewat PMDK/UMPTN bukan jalur khusus, apalagi program ekstensi)" ;-)*

Maka, kemudian gw memiliki ide untuk merancang kampanya kreatif bagi diri gw sendiri, seandainya gw menjadi caleg ;-) Kampanye yang bener2 kreatif, gak cuma kreatif nempel2in foto orang ngetop aja, atau mencantum2kan almamater segala. Berikut 5 langkah mudahnya... hehehe...

Langkah 1: Say No to High Cost Campaign

Tujuan umum kampanye kreatif gw adalah membentuk citra bahwa diri gw adalah shoulder to cry on (halah! Tommy Page banget ;-)) bagi para calon pemilih. Dan untuk itu, doktrin pertama gw adalah: tidak ada kampanye jor-joran dengan mencetak banyak poster/spanduk buat ditempel dimana2, apalagi nge-cat ulang mobil/nyetak kaca film yang ada tampang gw segede gaban :-) Modal gw cukup fotokopian hitam-putih berisi visi, misi, dan sebaris-dua baris pendapat gw terhadap current affairs. Eh, ada fotonya juga sih, tapi keciiiiillll aja, kayak di curriculum vitae ;-)

Lho, kok pendapatnya cuma sebaris-dua baris? Mana orang ngerti?

Sabarrrr.... selebaran ini cuma teaser aja ;-) Gw mau memanfaatkan blog sebagai ujung tombak informasi! Jadi di bagian bawah teaser-nya ada alamat blog gw ;-)

Langkah 2: WWW... The Final Frontier

Blog yang gw kasih alamatnya bukan blog yang ini, melainkan blog baru yang khusus gw bikin untuk kampanye. Tapi... isinya nggak jauh2 dari blog ini. Malah, gw udah kepikir beberapa entry lama yang bakal gw ko-pas ke blog baru ini.

Entry lama yang dikopas tentunya yang berisi jatidiri gw sebagai mutant pencela tindakan2 para pemimpin negeri tercinta. Seperti ini, ini, ini, ini, dan ini. Oh, ketinggalan! Ini sekalian ;-) Tak lupa juga ide2 segar yang mudah2an kalau dijalankan akan "lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya" buat rakyat ;-) Seperti ini, ini, dan ini.

Entry jenis pertama diperlukan untuk menunjukkan pada calon pemilih bahwa gw bisa berempati pada penderitaan mereka. Bisa memahami unmet needs mereka. Gw dan calon pemilih adalah KITA, sementara anggota legislatif lainnya adalah MEREKA ;-) Sementara, entry jenis kedua menunjukkan bahwa gw bukan cuma senasib sepenanggunan dengan calon pemilih. Bukan sekedar bagian dari "kita", melainkan bagian dari "kita" yang punya kemampuan dan keinginan untuk memperjuangkan nasib kita ;-)

Untuk melengkapinya, akan ada jenis entry ketiga: hasil penelitian tentang People Satisfaction Study, baik yang berisi penjelasan tentang taraf kepuasan mereka, unmet needs, maupun ide-ide baru tentang penyelesaiannya. Darimana gw dapat data? Yaaah.... gw akan memanfaatkan kemampuan gw sebagai marketing researcher dong ;-)

Langkah 3: Consumer Insight

Rakyat adalah pelanggan gw, kalau gw jadi caleg. Oleh karena itu, sebagai orang marketing research, gw sangat menyadari betapa pentingnya insight dari mereka.

Tadi kan gw udah bilang gak mau bikin spanduk/poster, apalagi ngecat mobil/bikin kaca film yang ada gambar gw-nya. Naaah... dananya akan gw pakai buat bikin penelitian dan public relation activity. Gw berencana mempekerjakan anak2 kuliahan untuk jadi pengumpul data sekaligus public relatin officer. Tugasnya: mereka mendatangi rumah calon pemilih satu per satu dan melakukan face-to-face interview tentang unmet needs-nya para rakyat ini.

Rakyat2 yang artikulatif dan pintar, penuh dengan ide2 segar akan diminta kesediaannya untuk mengikuti Focus Group Discussion. Yang memoderatori FGD-nya gw sendiri, atau beberapa promising junior moderator ;-) Kayaknya masih masuk kok dalam budget kampanye... hehehe... Di FGD ini akan diujikan konsep2 baru, serta menggali ide2 baru untuk meningkatkan kepuasan rakyat.

Naaah... hasil penelitiannya gw analisa sendiri, dan hasilnya gw tuliskan sendiri di blog kampanye gw ;-) Mosok blogger plus marketing researcher kayak gw mesti dibantuin orang ngerjain yang beginian doang ;-)?

Langkah 4: One Click Away

Yang namanya akses ke internet itu baru dimiliki sepersekian calon pemilih, mungkin. Oleh karena itu, kalau cuma sebar2 fotokopian lembaran kampanye, visi/misi/ide tidak tersampaikan ke masyarakat. Oleh karena itu, calon pemilih harus diperkenalkan dengan internet.

Gw sih terbayang untuk bikin lomba2 yang mengharuskan calon pemilih nge-browse blog kampanye gw. Kayaknya gak akan terlalu memakan biaya juga ya, kalau di tiap RW kita bikin lomba? Modalnya pinjam 10 laptop yang spesifikasinya nggak tinggi2 amat, tapi bisa browsing. Plus pre-paid unlimited broadband. Sekarang kan ada tuh yang kartu 100rb aja bisa browsing sampai muntah ;-)? Atau kalau ada internet provider yang mau sponsorin, itu lebih bagus lagi ;-) Yang punya akses internet sendiri juga boleh ikutan dengan modal sendiri ;-)

Lombanya bisa macem2. Dari lomba memberi komentar paling OK kayak yang dibikin Lajang Menikah baru2 ini. Atau lomba cerdas cermat seputar visi/misi/ide gw. Yang penting hadiahnya menarik dan sesuai keinginan mereka

*Hadiahnya apa, bisa jadi salah satu aspect to be covered di FGD mungkin ;-) Atau waktu face-to-face interview ;-)*

Too much effort? Mungkin juga sih. Tapi... setidaknya kalaupun mereka nggak milih gw, mereka mungkin akan mengingat gw sebagai orang yang memperkenalkan internet... HAHAHAHA... Lumayan kan, daripada cuma dikenal sebagai orang yang fotonya pernah nangkring di tiang listrik ;-)?

Langkah 5: Managing Brand Equity

Satu hal lagi yang penting dalam marketing, katanya, adalah mempertahankan brand equity. Naah... untuk itu, salah satu yang gw butuhkan adalah sesuatu yang bisa diasosiasikan dengan gw. Terus terang, gw nggak mau pakai gimmick fisik seperti: "Coblos kumisnya" yang dilagukan dengan nada "Panjang Umurnya". Gw mau yang unik! Unik dan mencerminkan gw ;-)

Untuk itu, gw berencana mengadopsi lagu Ojo Nganggur ini menjadi mars gw... hehehe... Bukannya KKN, tapi.... emang nadanya enak, merakyat, beretnis Jawa seperti gw, dan syairnya pas dengan citra yang gw inginkan:

...
Lek males sopo wong sing gelem ngelirik
Isane mek malik tangan njaluk duwik
...

Ojo nganggur, nggur, nggur
Ojo nganggur
Ojo isin dodolan rujak cingur
Ojo nganggur, nggur, nggur
Ojo nganggur
Ojo wedi nyambi, dadi kondektur


Hehehe... sorry kalau ada salah2 nulis ya ;-) Maklum, dialek lagunya Suroboyoan, yang mana cukup asing di telinga Surakarta Hadiningrat gw ini ;-) Lihat aja, syairnya kan nyebut "Rujak Cingur". Padahal, kalau logatnya Solo, mestinya bersyair "Ojo isin dodolan tahu campur" ;-)

Dan sebagai bukti keseriusan gw mengadopsi lagu ini, RBT-nya udah gw tag sekalian ;-) Udah gw pakai, sebelum keduluan caleg lain ;-)

***

Jadi itu, lima langkah kampanye kreatif gw kalau gw jadi caleg ;-) Sayangnya, nggak ada partai yang menawarkan diri mengusung gw jadi caleg (berat kali yeee... kalau ngusung gw ;-)).

Atau mungkin ada, ya, partai yang "meminang" gw setelah baca entry ini ;-)? Yaaah... kalau ada, pastikan aja deh tunjangan kesehatannya gede... hehehe... secara gw udah memprediksi bakal sering dar-ting kalau jadi caleg; senewen dengan kinerja teman2 gw yang - what can I expect? - cara kampanyenya aja cuma bisa majang tampang dimana2 ;-)