Thursday, January 01, 2009

Animal Fromm

Beneran deh! Sehobby2nya gw dengan komputer dan internet, gw tuh jarang banget main game! Dari dulu emang gak suka aja ;-) Jaman Gamewatch lagi nge-trend, gw juga main biasa2 aja. Nggak sampai tergila2 koleksi. Jaman pertama kali punya komputer Apple, dan anak2 sekelas lagi tergila2 main Digger, gw juga biasa2 aja.

Cuma dua game yang sempat bikin gw agak tergila2... yaitu The Sims dan Nobunaga. Yang paling utama sih The Sims, karena gw senang banget bikin rumah2an dan mengurusi orang2 di dalamnya ;-)

Jadi... waktu diajak Ima main Pet Society, gw males2an. Kalau nggak diseret Ima ke depan komputer, dipaksa bikin pet, gw juga nggak akan main game di Facebook itu ;-)

Namun ternyata... setelah beberapa kali main, gw menemukan keasyikan tersendiri. Berbeda dengan The Sims yang mainannya domestik banget, Pet Society ini lebih berorientasi ekonomi - kapitalis. Nggak cukup cuma dikasih makan, minum, dan dimandikan seperti The Sims. Tapi... strategi dan rencana terlalu panjang seperti di Nobunaga pun tidak diperlukan.

Yang diperlukan apa?

Well, si binatang peliharaan ini butuh duit ;-) Buat beli makan, buat "ngisi rumah", buat beli baju. Sandang, pangan, papan... syukur2 bisa beli barang2 di Luxury (butiknya Pet Society)

Yup! Pet Society ini game kapitalis... HAHAHAHA... Orientasinya adalah bagaimana dapat duit sebanyak2nya supaya bisa beli macem2 barang ;-) Dan cara mengindoktrinasikan kapitalisme ini halus sekali: dengan memberikan satu ruangan tambahan di rumah si binatang peliharaan setiap kali mencapai tingkat tertentu. Tentu saja, ruangan baru ini kan musti diisi ya?

Jadi deh, hidup Caramella (nama binatang peliharaan gw) berkisar antara cari duit, beli sandang/pangan/papan, lantas dapat ruangan baru, cari duit lagi.... obladi, oblada, life goes on... ;-)

Padahal, cari duitnya susaaaaaah banget! Nggak sebanding sama harga barang2. Sebagai contoh: cuma dapat 20 koin setiap kali mengunjungi teman, dapat 30 koin kalau menang pertandingan di stadion... Ada juga sih duit2 receh yang bisa didapat, sekitar 1 - 5 koin, yaitu dengan mengguncang2 pohon, memandikan teman yang jarang mandi, main lompat tali atau frisbee, dan berlatih di stadion. Kalau mau dapat duit agak banyak ya bertaruh di perlombaan lari.

Pada awalnya, gw play safe aja. Paling latihan di stadion. Belum berani ikut lomba, apalagi bertaruh. Selebihnya duduk2 manis aja, karena setiap hari pasti dapat hadiah dari penarikan undian, sekitar 50 koin - 500 koin. Cukup lah untuk beli makan. Baju nggak perlu ganti, sementara sabun kan dikasih gratisan.

Tapi lama2 gw menemukan cara supaya nggak bertaruh, tapi bisa dapat duit lumayan banyak: dengan mengunjungi teman... hehehe... Temannya Caramella jumlahnya ada 22, jadi setiap hari gw kunjungi mereka satu per satu. Cipika cipiki, dapat 20 koin. Bercanda, dapat 20 koin. Total, dengan mengunjungi teman, "penghasilan" Caramella setiap hari adalah 440 koin :) Ditambah daily lottery 50 koin, udah 490 koin. Apalagi kemudian gw mulai sering ikut bertanding, dan... paling enggak bisa lah menang 5 pertandingan. Dapat 150 koin, yang total menyumbang penghasilan Caramella menjadi sekitar 640 koin/hari.

Emang sih, nggak banyak. Cukup aja buat nyambung hidup dan beli yang penting2. Baju cuma punya 1 yang nempel di badan (itupun yang paling murah), beli makanan secukupnya, dan... sisanya ditabung buat "ngisi rumah". Pokoknya, neraca gw nggak boleh lebih rendah dari 500 koin. Tapi sekarang gw udah punya tempat tidur (harganya 2,000 koin!) dan bathtub (seharga 1,000 koin!)

Beda dengan pet-nya Ima, Crystal, yang boros puol! Crystal koinnya nggak pernah lebih dari 100. Kalau udah agak kebanyakan, langsung gatel mau belanja. Baik belanja untuk diri sendiri, maupun untuk memberi kado pada teman ;-) Udah duitnya nggak seberapa, sampai sekarang pet Ima masih tidur di sofa dan numpang mandi dimana2... HAHAHAHA...

Perbedaan lain antara Caramella & Crystal adalah sumber pendapatan. Crystal tidak punya teman sebanyak Caramella (maklum, FB pre-teen kan masih sedikit... teman Ima banyakan teman gw juga). Jadi, Crystal tidak bisa mengumpulkan duit dari home visit. Lantas, darimana Crystal dapat uang? Naaah... itulah cerdiknya Ima! Dia minta password FB Eyangnya, lantas mengurus Lolita (pet Eyangnya yang juga dibuat karena menuruti keinginan Ima). Berhubung kemampuan bermain tetikus Ima jauuuuh lebih baik dari gw, Lolita menang terus tuh lombanya. Alhasil, Ima punya kesempatan 20 lomba sehari. Kalau menang 16 lomba aja hasilnya udah 480 koin. Lebih besar dari usaha gw mengunjungi teman2 setiap hari... HAHAHA...

Terus, sebagai "upah" mengurus Lolita, pendapatan Lolita itu sebagian "ditransfer" ke Crystal dalam bentuk barang2 ;-) Jadi, Ima mengurus pet Eyangnya, agar pet Eyangnya itu mampu mengirimi hadiah pet Ima ;-) Ima menyebutnya "ongkos pemeliharaan". Cerdik ya ;-)

Dan setelah menelaah gaya permainan kami yang berbeda inilah gw menyadari bahwa Pet Society bukan mainan biasa! Sedikit banyak, Pet Society ini membuktikan teori kepribadian dari Erich Fromm.

Fromm, salah satu tokoh penting di psikologi, penulis buku The Art of Loving, mendasarkan teori kepribadiannya pada gabungan ajaran Karl Marx dan Sigmund Freud. Fromm mengemukakan bahwa orientasi kepribadian tidak didasarkan pada instink kebinatangan dan seksual, melainkan pada keterikatan manusia pada lingkungannya. Seperti dikemukakannya dalam Escape From Freedom, alienasi dari masyarakat itu [secara subconscious] merupakan sesuatu yang menakutkan bagi manusia. Dan dalam upaya menghindar dari "kebebasan", manusia senantiasa melekatkan dirinya dengan orang lain melalui aksi ekonominya.

Ada 6 orientasi kepribadian yang dikemukakan Fromm:
    • Tipe Receptive: secara pasif terima aja dari orang lain
    • Tipe Exploitative: secara kreatif memanfaatkan orang lain untuk mencapai hasil
    • Tipe Hoarding: gemar menimbun apa yang dimiliki
    • Tipe Marketing: mudah sekali beradaptasi dengan yang diinginkan masyarakat
    • Tipe Necrophilous/Destructive: hobinya menghancurkan kemapanan orang lain
    • Tipe Productive/Loving: sangat connected dengan sekitar, sehingga secara alamiah mendapatkan apa yang dibutuhkan

Penjelasan komplitnya bisa diintip sendiri di sini, plus lihat tabel karakteristiknya di sini.

Dan terlihat apa yang terbukti dari Pet Society? Hehehe... Sudah lama gw mencurigai diri gw sendiri sebagai tipe Hoarding. Gw sadar kok bahwa gw mirip banget sama Gober Bebek, yang hobbynya menimbun. Gw nggak suka memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan gw. Gw selalu usaha sendiri. Tapi... apa yang udah gw dapatkan, suliiit banget gw lepaskan ;-) Itu sebabnya, gw merasa nggak aman kalau koinnya Caramella kurang dari 500 keping ;-)

Ima, di kehidupan nyata memang cenderung tipe Marketing. Tidak seperti gw yang kaku dan selalu melihat apa2 sebagai benar-salah, Ima tuh sangat bisa insert herself dalam kehidupan orang lain... hehehe... A little bit exploitative juga sih ;-) Dan itu kelihatan juga dari gaya bermainnya kan: belum apa2 dia udah "jual jasa" ke Eyangnya... HAHAHAHA...

So, tertarik untuk main Pet Society? Main deh, dan temukan kepribadian Anda sesungguhnya ;-)

*Harusnya gw minta honor dari Pet Society nih, karena promosi game-nya. Tapi... secara gw bukan tipe Marketing, nggak gw charge deh ;-)*

Ohya, sebagai penutup, judul posting ini diadaptasi dari buku ini, yang [seperti sudah gw bilang] salah satu buku favorit gw ;-)

Suntingan 8 Januari 2009:

Njrit! Emang Pet Society ini bener2 game kapitalis! Tempat dimana "kebutuhan pokok" dijadikan sesuatu yang "luxury" supaya orang makin susah payah kerja menghasilkan duit hanya demi dapat membeli sesuatu yang [sebenernya] kebutuhan pokok. Bayangin aja... setelah ada ranjang seharga 2,000 koin dan bathtub seharga 1,000 koin, sekarang ternyata muncul barang baru: kompor seharga 2,500 koin dan mesin cuci 3,000 koin. Dan dimana barang2 itu dijual? Di "Luxury"!

Uhmmm.... bukannya masak dan mandi itu harusnya termasuk kebutuhan pokok yang bisa dibeli semua orang ya ;)?