Friday, April 25, 2008

A Little Prince called Nara

Beginilah kalau punya anak yang sudah lebih seperti best buddy dan bergaul dengan orang2 yang sama. Niat hati ingin bikin surprise dengan nggak bilang2 akan melahirkan lebih cepat. Apa daya, the excited big sister langsung cerita ke Mbak Nia, yang menyampaikan ke Tante Linda, kemudian Tante Linda SMS Oom Iwan, dan... dari Korea Selatan Oom Iwan menceritakan to the rest of the world ;-). Hancur Mina deh, surprise gw.. hehehe.. padahal di posting sebelumnya sudah hati2 sekali nggak menyebut tanggal induksi.

Yup, memang sejak sehari sebelum cuti, gw udah tahu harus melahirkan lebih cepat. Pada kontrol terakhir, ternyata pre-eklamsia gw sudah tidak terkendali. Obat penurun tekanan darah yang diberikan sudah tidak mempan, walaupun dibarengi dengan istirahat cukup. So, dokter mengambil keputusan untuk melakukan induksi hari Minggu pagi, 20 April. Melalui induksi diharapkan si bayi lahir normal Minggu siang atau sore, paling lambat Senin pagi.

Tapi rupanya gw emang badak banget. Diinduksi sejak jam 8 pagi, sampai jam 3 sore mules pun nggak ada. Boro2 ada pembukaan! Persis kayak Gunung Merapi aja, yang status siaganya nggak naik2 ;-) Yang ada malah tensi gw makin tinggi karena gw mulai cemas dengan tidak adanya kepastian (tsah!). Akhirnya, jam 4 sore diputuskan untuk bedah cesar, karena tensi gw sudah semakin tinggi, sementara detak jantung bayi mulai melemah akibat kurang oksigen.

Operasinya sendiri, alhamdulillah, berjalan lancar. Meskipun tensi gw sempat melonjak makin tinggi menjelang detik2 operasi. Dari cuma 150/110 saat diputuskan operasi, jadi 160/110 pas nunggu kamar disiapkan, dan jadi 170/120 saat mau dibius. Maklum, ngebayangin perut gw disilet2 aja udah efektif menaikkan tekanan darah.. hehehe.. apalagi langsung ingat adegan di Braveheart dan cerita tentang operasi cesar tanpa pembiusan di A Thousand Splendid Suns ;-)

Ohya, setelah dibius setengah badan (hanya dari perut ke kaki), gw sempat delirium dan mengalami "halusinasi". Gw agak disorientasi, antara berada di kamar operasi atau di Bukit Golgotta. Sebab, setelah kepala gw "dimahkotai" topi operasi, kaki gw dilumpuhkan, lantas... kedua tangan gw DIRENTANGKAN DAN DIIKAT seperti layaknya penyaliban! Gw udah takut aja bahwa berikutnya meja operasi itu akan diberdirikan.. hehehe.. sampai gw melirik ke kiri dan kekanan, mencoba memastikan gw disalib di sebelah kiri atau di sebelah kanan salib utama ;-)

Ternyata, nggak separah itu juga sih. Gw tidak dihukum mati dengan cara disalib. Cuma diperlakukan bagaikan terpidana mati dengan lethal injection. Sebab, setelah tangan gw direntangkan, kemudian tangan kiri gw disuntik sejenis obat. Belakangan gw baru tahu bahwa itu adalah suntikan morfin, yang bikin gw "fly" sampai hampir 20 jam. Hmm.. setelah merasakan morfin, gw heran kenapa junkies senang nyuntik.. hehehe.. wong gw disuntik sekali aja kapok dengan hangover-nya ;-)

Anyway.. jam 5 sore gw masuk ruang operasi, 9 menit berselang dengan bangga kami persembahkan:

Nararya Wimatsara Moertadho (Nara)
3170gram/50cm
RS Medistra, 20 April 2008, 17:09

Nama Nara diambil dari bahasa Sansekerta seluruhnya.

*Pemutakhiran 26 Desember 2008: arti namanya terpaksa gw hapus untuk menghindari calon orang tua nggak kreatif yang suka copy-paste nama dari internet ;-) Jangan sampai Nara mengalami nasib seperti kakaknya :-(*

Nama Nararya dipilih karena sejak dari awal Nara benar2 beat the odds. Wimatsara itu nama pilihan bapaknya dari beberapa alternatif yang gw sodorkan. Bapaknya memang senang dengan nama2 yang berbau perdamaian begitu (maklum, temperamennya NF, idealis pencinta damai, bukan gerwani kayak gw ;-)).

Karena nama adalah doa, semoga Nara benar2 menjadi seperti yang digambarkan namanya. Selalu berada di jalan kebenaran ya, Nak ;-).

***

Soal nama ini sempat bikin eyang kakungnya agak kecewa. Habis.. namanya kurang Islami, menurut beliau. Nggak ada satu kata pun yang diambil dari Al-Quran. Tapi.. gw punya alasan buat ngeles ;-) Biarpun namanya tidak berbau Arab, kan artinya mencerminkan nilai2 Islam. Jadi nggak bisa dibilang kurang Islami dong.. hehehe.. Daripada namanya tercantum di banyak surat, tapi kemudian melakukan hal2 yang bertentangan dengan nilai Islam seperti menerima uang sogokan dan sebangsanya. Mencuri hak milik orang lain. Itu kan malah mencemarkan agama, agama cuma dijadikan identitas sebatas nama saja.

Hayooo.. pilih mana, Pa, buat cucunya ;-)?

Lagipula, raja pertama Majapahit, penerus kejayaan Singosari, juga bernama Nararya. Nararya Sanggramawijaya, tepatnya, yang kemudian lebih terkenal sebagai Raden Wijaya. Kan cocok dengan statusnya Nara yang eyang kakungnya asal Singosari juga.. hehehe.. Penerus "kejayaan" Singosari di Jakarta ;-)

*Kalo ngeles, gw memang jagonya.. HAHAHAHA.. *

***

Meskipun nggak jadi lahir tanggal 234, tapi tanggal 20 April nggak kalah bagusnya. Masih "nomor cantik", dan bisa dijadikan tebak-cermat ;-). Urutannya kan 2042008, jadi bisa dijadikan soal matematika: berikan tanda matematika yang sesuai pada urutan angka berikut ini sehingga menghasilkan persamaan matematika yang benar. Hayo, tebak.. hehehe.. paling tidak ada 2 persamaan yang bisa dibentuk dari deretan tersebut ;-)

Menurut Wikipedia, Nabi Muhammad SAW juga [mungkin] lahir pada 20 April 570, walaupun diimbuhi catatan bahwa tanggal tersebut masih diperdebatkan. Yaah.. mungkin perdebatan klasik aja, bisa 20 April atau 19 April, tergantung Muhammadiah atau NU.. hehehe.. Lepas dari perdebatannya, it's an honor for Nara to share the [possible] birthdate with Him ;-)

Yang pasti, menurut catatan Wiki juga, Adolf Hitler juga lahir 20 April 1889. Naah.. kalau yang ini, kayaknya nggak ada hubungannya dengan kecintaan gw terhadap Juergen Klinsmann, Michael Ballack, Der Kaizer, dan tim nasional sepakbola Jerman. Tapi gara2 selama hamil, tepatnya sejak November 2007 - 1 April 2008, gw rada2 jengkel kronis dengan Adolf *hitler ;-)

***

Aaaanyway.. itu tadi sedikit berbagi cerita tentang Nara. Menyambut antusiasme dan ucapan selamat dari teman2 sekalian di posting sebelumnya ;-)

Entah kapan bisa disambung lagi ceritanya ya.. hehehe.. niat nge-blog sih selalu ada, tapi kayaknya beberapa minggu ke depan gw bakalan jadi a slavery victim deh ;-) Kudu devoted to Prince Nara. Kalau lihat angka awal 5 hari pertama ini, Nara is a very demanding baby. Temperamennya persis kayak gw yang ngeyel dan never take no for an answer ;-) Beda banget dengan Ima yang easy baby.

Dukanya, gw jadi nggak punya waktu buat diri sendiri. Sukanya, well.. gw jadi dapat pengalaman yang komplit dengan dua anak yang bertolak belakang ini. Ibarat penelitian, sample-nya kecil tapi representatif sebagai case study.. hehehe.. Satu bayi perempuan, satu bayi laki2. Satu easy baby, satu temperamental baby. Satu lahir normal (biarpun pakai induksi dulu), satu lahir cesar (juga pakai induksi dulu). Satu bayi tertib yang tidur jam 9 malem bangun jam 5 pagi, satu bayi yang bangun jam 7 malem dan tidur jam 3 pagi.

Jadi, nggak ada alasan buat nambah lagi, kan ;-)? Udah punya "an angel called Ima", dan sekarang punya "a little prince called Nara". Kalau pun perlu nambah satu lagi, gw bakal cari ikan mas koki aja, terus dinamain Wanda.

Sampai jumpa.. dan.. jangan ditanya kemana aku pergi ;-)