Sunday, November 04, 2007

The Devil's Advocate

Beberapa teman gw yang sopan (baca: terlalu takut untuk menyinggung perasaan gw dan gw jadikan bahan siletan ;-)?) menjuluki gw ‘Perempuan di Titik Nol’. Tentu saja, julukan ini tidak ada hubungannya dengan Woman at Point Zero karya Nawal el Saadawi ;-). Julukan ini lebih menggambarkan pandangan mereka tentang gw: suka nontonin perdebatan/keributan yang seru tanpa ngambil sikap lebih dahulu, tapi siap untuk meloncat ke salah satu pihak dan ikut berdebat habis2an sampai pihak yang tadinya di atas angin terpaksa mengakui bahwa “Bener juga ya, bisa dilihat seperti itu?”

Hehehe.. julukan Perempuan di Titik Nol memang bagus (and it’s a good book, by the way, A must read book ;-)). Tapi gw lebih suka julukan lain: The Devil's Advocate ;-) Bukan karena filmnya dimainkan oleh Mas Nunu yang ganteng, dan ada Oom Pacino yang tetap ganteng lho.. tapi.. it suits my personality better.. HAHAHAHA.. karena gw lebih merasa mirip “devil” daripada “perempuan” ;-)

Devil’s Advocate, mengacu pada tautan wikipedia tadi, diterjemahkan sebagai:

“.. someone who takes a position for the sake of argument; to test the quality of the original argument and identify weaknesses in its structure.”

Atau seperti yang digambarkan oleh Dan Brown dalam Angels & Demons:

“.. could argue two sides of Moebius Strip(p. 109)

Yaah.. kira2 memang begitulah peran yang suka gw mainkan.. hehehe.. seperti gw tulis beberapa kali di blog ini, gw nggak terlalu tertarik menuliskan suatu tema yang lagi “hot” di blogosphere, kecuali kalau gw menemukan angle baru yang “beda”. Beda dengan pandangan umum dan membuka peluang diskusi lebih lanjut. Bahasa awamnya: gw hobby nyilet2 pandangan umum.. HAHAHAHA..

Tak terhitung berapa kali gw melakukan itu. Mulai dari menyilet2 reaksi orang2 (yang cenderung senada) tentang kenapa Aa Gym yang Nikah Lagi, menyilet2 suara baru Indonesia (baca: anak bangsa) yang rame2 bikin petisi Pembubaran IPDN, sampai yang terakhir: menyilet2 masalah Iklan Pro-XL ;-).

Tapi.. gw nggak sekedar nyilet2 biar kelihatan "beda" lho! Karena gw biasanya baru terjun kalau sudah mengamati berbagai pendapat, sudah melihat landasan dan kelemahan berbagai pendapat, biasanya gw juga sudah sangat yakin bahwa gw terjun dengan argumentasi yang tepat. Menjadi sangat sulit untuk meyakinkan gw the other way around, karena gw sudah terbayang jurus2 yang akan dimainkan (plus udah ngebayangin jurus2 penangkalnya juga.. HAHAHAHA..) Tapi gw selalu hormat kok kalau ada yang berhasil meyakinkan gw the other way around ;-) It means that person is really that good ;-)

Like the devil himself.. I usually do it for fun ;-). Tapi.. hati2 mendefiniskan fun di sini ;-) Fun di sini belum tentu berarti gw seorang sadis yang senang melihat korbannya pulang dengan berdarah2 hasil siletan gw.. hehehe.. I’m not that sadistic, yet, although I might be one of the dominatrix.. ;-)

Fun buat gw adalah: ketika berhasil membuktikan, atau setidaknya membuat orang mulai berpikir, bahwa segala sesuatu itu sebenarnya tergantung bagaimana kita melihatnya aja. Showing them the quality of the original argument, or the weaknesses in its structure. Gw selalu percaya bahwa sebagian besar hal di dunia ini hanyalah Moebius Strip: sesuatu yang seolah2 punya dua sisi, tapi sebenarnya adalah satu bangun saja. Sesuatu yang bisa diperdebatkan bahwa satu sisi inilah yang benar, dan sisi yang lainnya salah, sampai kemudian mereka menyadari bahwa kedua sisi itu tidak dapat dipisahkan. Seolah2 dua, tapi sebenarnya satu ;-) And that their original argument is pointless ;-).

So.. that’s the world according to me (lagi2, frase ini dipinjam dari sebuah buku yang bagus: The World According to Garp ;-)) dan blog ini adalah the version of my personal world.. uhmm.. or should I say: hell ;-)

Ngomong2 mengenai devil’s advocate, dan neraka tempatnya bertahta, ada beberapa kutipan menarik dari filmnya. Kayaknya cocok banget buat ditulis di topik ini:

Kevin Lomax: Is this a test?
Pam: Isn't everything?

John Milton: Are we negotiating?
Kevin Lomax: Always.

Welcome to my hell ;-) Enjoy your stay ;-) Ini sebuah lagu manis kesukaan gw, dipersembahkan khusus sebagai welcome song:

[Hotel California mode: ON]

You can check out anytime you like
But you can never leave

[Hotel California mode: OFF]

Hehehe.. anyway, Oscar Wilde pernah berkata begini:

I choose my friends for their good looks, my acquaintances for their good characters, and my enemies for their good intellects.

Maka.. terberkahilah mereka yang pernah disilet2.. hehehe.. karena berarti the devil choose you for your good intellects.. HAHAHAHA.. Setidaknya, itulah Sabda sang Devil’s Advocate.. hehehe.. ;-)