Saturday, October 20, 2007

Heroes Return

SPOILER WARNING:

Entry ini terlarang bagi mereka yang masih sabar nggak mau berburu Heroes season 2 yang baru keluar 4 episode ;-)

Baru beberapa jam lalu selesai nonton episode ke-4 Heroes season 2. Ceritanya masih seru, karena banyak action-nya ;-) Dan action-nya nggak gebug2an kayak film2nya Jean-Claude van Damme; lebih mirip sci-fi walaupun dengan goofs di sana-sini ;-).

Dari segi physical attraction.. hmm.. di season 2 ini Peter Petrelli kelihatan lebih sexy.. hehehe.. Yaah, udah agak deket lah sama Ricky Martin waktu nyanyi La Copa de la Vida yang selama ini jadi referensi gw tentang cowok sexy ;-). Milo Ventimiglia, pemerannya, pasti menghabiskan masa rehat antar season di gym. Work out, all out, untuk mengubah tampilan dari si kurus-begeng-tidak-tinggi menjadi si seksi-berisi-walaupun-masih-nggak-tinggi ;-) Atau bisa juga sih work out-nya nggak all out, tapi karena metabolismenya bagus, makanya hasilnya bagus juga ;-)

Uuuh.. enough talking about the hunky boy ;-) Kalau diterusin, bisa2 blog gw disomasi karena melakukan pelecehan terhadap pria.. hehehe..

Ngomongin ceritanya aja deh.. ;-) Season 2 ini berlatar belakang Four Months Later. Sebagian heroes yang kita kenal di season sebelumnya sedang playing low, seperti the Bennets dan Nikki. Sebagian lagi terlempar dalam situasi yang nggak memungkinkan mereka berbuat banyak; entah karena terlempar ke tahun 1600-an seperti the chubby Hiro Nakamura, atau amnesia seperti Peter Petrelli.

TAKEZO KENSEI = MIYAMOTO MUSASHI?

Berbeda dengan season 1 yang ceritanya tergolong orisinil, di season 2 ini gw merasa mereka banyak mengadopsi cerita dari superhero lainnya. Seperti kisah Hiro yang bertemu Takezo Kensei, jagoannya dari masa silam. Tadinya gw nggak ngeh siapa Takezo ini, tapi.. search engine di kepala gw mulai mengaduk2 laci ingatan setelah adegan di Desa Otsu. Then everything falls into place; Takezo adalah nama asli Miyamoto Musashi saat masih jadi bandit. Dalam legenda, Takezo mengubah namanya menjadi Musashi (yang sebenarnya memiliki Kanji serupa dengan Takezo), setelah mendapatkan pencerahan. Otsu, dalam cerita Musashi (tulisan Yoshikawa Eiji), bukannya sebuah desa, namun nama gadis yang bikin Musashi cinta mati ;-)

Bukan hanya nama saja yang diadopsi dari legenda Musashi, melainkan juga cerita. At least, gw sih ngerasa bagian cerita tentang Takezo Kensei melawan 90 angry ronins itu mengingatkan gw pada adegan Musashi menantang tarung di Perguruan Yoshioka. Bahkan, pemilihan tahun 1600-an pun mengadopsi apa yang dipercayai tentang masa hidup Miyamoto Musashi: 1584 – 1645 ;-) Kalau gw gak salah ingat, Hiro terlempar ke tahun 1641, tepat di masa hidup Musashi ;-)

Yang lucu, Takezo Kensei digambarkan sebagai seorang Inggris yang terdampar di Jepang. Mengingatkan gw pada si Anjin-San (siapa ya, nama aslinya si kapten ini?) dalam novel Shogun karya James Clavell. Lucu banget, karena:

Musashi seakan merupakan jawaban Jepang terhadap Shogun yang dalam beberapa hal memang sengaja memanipulir sejarah

(Yoshikawa, 2003, MUSASHI, edisi Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, halaman ix)

Jadi.. setelah Jepang mengembalikan sejarahnya yang sedikit dipelintir dalam Shogun, sekarang the American strikes back dengan mengembalikannya lagi ke jalur Shogun ;-) What a parody ;-)

WEST = SUPERMAN?

Bagian lain yang tampak merupakan adaptasi adalah the new hero West, pacar Claire Bennet di season 2. West punya kemampuan terbang, dan terbangnya seperti Superman. Well, maksud gw, di season 1 kan juga banyak tuh yang bisa terbang, ada Nathan & Peter Petrelli, ada the Invisible Man yang gw lupa namanya.. tapi semuanya terbangnya dalam posisi tubuh vertikal. Beda dengan West yang terbangnya dalam posisi tubuh horisontal.

Waktu West menggendong Claire dan membawanya terbang, adegannya persiiiis banget seperti Superman muda di Smallville menggendong Lana. Udah gitu, tampang pemeran West juga sebelas dua belas dengan Clark Kent remaja di film itu.

Well.. kita tunggu aja kemiripan2 selanjutnya, dengan Musashi, Superman, atau superhero lain ;-) Siapa tahu berikutnya tampil hero baru yang mengingatkan kita pada Si Buta dari Gua Hantu, Gundala Putra Petir, atau Dana Anak Ajaib ;-)

*Buat yang nggak kenal nama2 ini, coba tanya papanya tentang jagoan2 lokal tahun 70-an ;-)*

***

Walaupun gw nggak berharap menemukan points to ponder dalam film seri ini, ternyata ada beberapa kutipan yang berkesan buat gw. Kutipan2 yang mau nggak mau bikin gw merenung.. hehehe.. Well, mungkin kutipannya biasa2 aja sih, tapi karena suit my mood, jadinya rrruar biasa ;-) Nempeeeelll terus di kepala gw ;-)

Yang pertama kutipan percakapan Sylar & Candice. Ohya, it turns out bahwa bukan kecoak yang menyelamatkan Sylar di season 1, melainkan Candice. Tapi nggak tahu juga ya, kalau si Candice itu menyamar jadi kecoak saat menyelamatkan Sylar.. hehehe.. kan Candice bisa morphing menjadi apa saja ;-). Percakapannya terjadi saat Sylar menyadari seluruh kekuatannya hilang:

Candice: Don’t worry, we’ll get your power back. I’ll help you.

Sylar: How can you help me? By frying me more eggs?

Candice: By making it easier

[Candice berubah wujud menjadi manusia apa pun yang bisa lurking calon korban Sylar into trap]

Hehehe.. ngerti sih, mungkin standard dan definisi membantu antara Sylar dan Candice berbeda. Buat Sylar, nggak mungkin Candice bisa bantu apa2, wong si korban harus dibunuh sendiri oleh Sylar. Cuma bisa lurking the prey? Itu sih buat Sylar namanya nggak all out ;-)

Makanya, gw seneng banget ketika adegan berlanjut demikian:

Sylar: Yes, you’re right. I’ll get my power back. Starting with yours.

[Sylar membunuh Candice, dan – tidak seperti biasanya – kekuatan Candice tidak berpindah ke dirinya]

Yaah.. Sylar, memang ada banyak cara membantu. Tidak semua2nya harus sesuai dengan apa yang ada dalam pikiranmu. Nggak bisa membantu mengembalikan kekuatanmu, bukan berarti satu2nya cara dia membantu adalah dengan menjadi korban. Everything has its own purpose, and strength as well as weaknesses, yang mungkin nggak terpikir oleh kita sekarang ;-). Jadi, lain kali, kalau ada yang bilang mau membantu kamu, jangan buru2 dianggap satu2nya kemungkinan lain adalah untuk dijadikan korban. Itu namanya prejudice ;-)

Kutipan kedua yang gw sukaaaa banget adalah ketika West & Claire pacaran di atas tulisan Hollywood. Waktu itu West minta Claire meloncat ke bawah, seperti apa yang sering dilakukan Claire dulu ketika mencoba menghilangkan kemampuannya beregenerasi. Claire, tentu saja heran dan ragu2 menuruti.

West: You can share it with me, but I can’t help you if you don’t trust me.

[Akhirnya Claire meloncat, dan sebelum tubuhnya mencapai tanah, West menangkap dan membawanya terbang. Superman-style ;-)]

Claire: You catch me?

West: Of course I do. I know you can regenerate, but I don’t want to see you hurting yourself

Lepas dari sisi romantisnya, I can’t help thinking: untuuunggg yang nyuruh loncat adalah West, yang kekuatannya adalah bisa terbang seperti Superman. Coba kalau yang di puncak bersama Claire itu Isaac Mendez! Apa nggak si Claire ini jatuh sampai tanah dan harus regenerasi sendiri ;-)?

Terus.. gw jadi mikir juga: in that case, kalau yang nyuruh Claire loncat adalah Isaac Mendez, si pelukis yang bisa melihat masa depan itu, apakah itu artinya Isaac Mendez untrustworthy? Karena Isaac nggak bisa menangkap Claire seperti West? Karena kekuatannya Isaac adalah mampu melihat bahwa walaupun Claire jatuh, di bawah itu cukup aman baginya untuk melakukan regenerasi, sehingga cukup aman bagi Claire untuk jatuh tanpa harus mati?

Kasihan juga ya, Isaac Mendez, kalau trustworthiness-nya ditentukan oleh Claire dari apa yang bisa dilakukan orang lain. Bukan ditentukan oleh apa yang bisa dilakukan Isaac Mendez ;-) Tapi nggak papa juga sih.. itu sepenuhnya hak Claire toh ;-)? Ya kalau Isaac Mendez nggak suka, nggak ada kok yang maksa dia dekat2 Claire. Daripada pusing kepala dan bikin hipertensi ;-)

***

Wuiiih.. jadi panjang juga ya? Padahal hanya berdasarkan 4 episode lho.. HAHAHAHA.. Belum berdasarkan the whole season ;-) Ya udah, karena udah puaaanjang, pembahasan tentang bonus di DVD-nya (unaired pilot episode) nggak gw bahas ;-) Kapan2 aja .. kalau dapat mood-nya ;-) Dengan catatan: nggak janji deeeeh ;-)