Friday, September 21, 2007

[Bukan] Tragedi Buah Apel

Apel itu buah yang istimewa.

Nggak percaya? Coba hitung berapa dongeng yang mencantumkan apel sebagai bahan baku utamanya ;-)

Pertama2, kita punya kisah Snow White, si Putih Salju. Bagaimana ia bisa tertidur hingga terbangun oleh ciuman sang pangeran? Yak! Benar! Karena ibu tirinya yang menyamar menjadi seorang nenek tua penjual apel memberikan sebuah apel beracun untuknya.

Terus.. Mitologi Yunani pun punya beberapa kisah tentang apel. Yang pertama bercerita bagaimana Hippomenes akhirnya bisa menaklukkan (dan akhirnya memperistri) si pemburu cantik Atalanta dengan berbekal kecerdikan serta tiga butir apel emas. Lalu ada juga kisah tentang Tugas-tugas Hercules, dimana tugas ke-11 adalah Mencuri Apel Emas dari Taman Hesperides. Pohon Apel Emas yang buahnya harus dicuri Hercules itu sendiri punya kisahnya sendiri: merupakan hadiah pernikahan untuk Hera, si Dewi Pernikahan, dari Gaia, si Dewi Bumi.

Satu lagi kisah mitologi Yunani tentang apel adalah The Judgment of Paris. Ketiga dewi cantik Hera, Athena, dan Aphrodite, berebut apel emas. Paris of Troy, yang terkenal bijak, diminta menjadi arbitrator untuk perebutan ini. Yang menarik di sini, masalah apel emas ini pun akhirnya membuat Paris of Troy menjadi tidak bijak. Terbukti dengan pilihannya memenangkan Aphrodite karena diiming2i untuk dapat menikah dengan Helen, yang saat itu sudah menikah dengan Menelaus. Ketidakbijaksanaan Paris inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Perang Troya.

Masih mau kisah tentang apel lagi?

Sebagian penganut agama samawi menterjemahkan buah terlarang sebagai apel. Setan membujuk Eva, yang kemudian merengek kepada Adam, untuk mengambilkan sebutir apel baginya. Kalau nggak salah, cerita inilah yang ditengarai sebagai akar istilah Adam’s Apple, alias jakun. Menurut sahibut hikayat, ketika Adam sedang makan apel bagiannya, Tuhan mulai menegur. Itu sebabnya Adam tersedak dan potongan apel itu tertinggal di lehernya.

Istimewa, kan, buah ini?

Kalau ditilik2 dari cerita di atas, apel punya hubungan yang amat sangat erat dengan cinta. Well.. lepas dari segala intrik2 yang menyertainya, bukankah apel selalu berkait dengan cinta?

Cinta Hera kepada Zeus-lah, yang membuatnya cemburu pada Alkmene, hingga memberikan tugas2 sulit pada Hercules.

Cinta sang pangeranlah, yang kemudian menyelamatkannya Putih Salju dari kematian yang dikehendaki ibu tirinya.

Cinta Hippomenes pada Atalanta lah, yang membuatnya ngeyel memenangkan pertandingan itu. Cerdik, atau sedikit licik? Pada akhir kisah tak banyak bedanya, karena toh memang Hippomeneslah yang pantas bersanding dengan Atalanta ;-)

Yang agak tricky mungkin dalam kisah Paris of Troy. Masuk akal sih, karena apel emas dalam cerita ini sejatinya adalah Apple of Discord, alias eufemisme dari cikal bakal kekacauan besar. Tapi.. tetap ada kecantikan dan cinta di situ. Karena cintalah yang membawa Menelaus menyerang Troya untuk mendapatkan kembali Helen ;-)

***


Semua tentang cintalah yang terlintas di kepala saat melihat parfum ini: Nina, by Nina Ricci. Baunya memang sedikit terlalu manis (I prefer the soft floral fragrance more, jasmine is still the best ;-)), tapi botolnya cantik sekali. Seakan2 ada sebentuk cinta dalam buah apel tersebut.

Dan untuk Ibu tercinta, tak ada persembahan yang lebih pantas daripada cinta dalam sepotong apel.

Happy 58th Birthday, Mom!

September 21, 2007.