Saturday, August 18, 2007

Misteri Koh-e-Noor

Rupanya, ke-mellow-an gw tertangkap oleh para pembaca. Hihihi.. Nggak ada yang percaya ya, bahwa gw capable of being in a mellow state? Padahal kan gw emang sering manic-depressive gitu ;-) Anggap aja ini salah satu episode depressive gw ;) But, anyway, thanks for all the concern, guys and gals!

I owe everyone an explanation kayaknya ;-)

Kemellowan gw seminggu terakhir ini diakibatkan sebuah project besar. Project ini gw kasih nama sandi: Koh-e-Noor, seperti nama berlian terbesar yang legendaris itu. Project ini awalnya terlihat sangat susah, almost mission impossible, tapi nggak bisa gw tolak ;-). Kan kata boss gw nggak boleh nolak klien.. hehehe.. sekali kita nolak klien, besok2 tuh klien nggak mau lagi ngontrak kita, bisa2 kita nggak gajian ;-) Dan berhubung gw tuh mungkin tergolong yang disebut Michael Connelly sebagai the empath, jenis detektif yang difficult to let the cases go, gw jadi kepikiran oleh project ini night and day ;-).

Ceritanya, klien gw ini menginginkan Koh-e-Noor, dan dia meng-hire gw untuk mendapatkan itu. We both know who the current owner(s) of Koh-e-Noor; siapa2 aja yang punya kunci ke ruangan yang menyimpan Koh-e-Noor itu. Masalahnya.. akses ke para pemegang kunci itu bisa dibilang putus total. Ibarat Friendster connection, gw cuma terhubung secara langsung dengan salah satu pemegang kunci, tapi hubungan pertemanan itu belum sampai pada level gw bisa “pinjam” kunci ke ruang pusaka.

Gw sempat pusing, the clock is ticking ;-) Kredibilitas gw dipertaruhkan, as well as my client’s trust on me. Tahu kan, ada pepatah yang bilang: it takes years to build up trust, and it only takes suspicion – not even proof – to destroy it? Gw menterjemahkannya sebagai: kalau gw sampai gagal, nggak perlu segala bukti bahwa gw sudah usaha ke sana ke mari. A mere suspicion from my client that I didn’t put enough effort might end the hard-earned trust ;-) Itu yang mengilhami munculnya entry mellow perdana: Indifference (070815) ;-) I really want to ignore the case (and the client as well), but I can't ;-)

To cut the long story short, I built up the courage.

Gw mencoba menghubungi the casual friend yang kebetulan punya kunci ke ruang pusaka itu. Satu2nya direct link yang gw miliki. Walaupun gw pesimis dia mau kasih pinjam kuncinya, dan malah takut bahwa setelah itu dia nggak akan mau kenal gw lagi, tapi setidaknya gw coba lah! I put my possible friendship relationship with her at stake, for the greater good ;-)

Gagal! Si casual friend tidak menjawab SMS gw! Arrgggh!

Terpaksa cari jalan lain.. hehehe.. Di situlah pengalaman sebagai mantan pembaca Trio Detektif terpakai sekali. Hubungan Hantu ke Hantu! Metodenya Jupiter-Pete-Bob untuk mencari informasi dengan cara menelepon 5 orang teman. Kalau dari 5 orang teman itu nggak ada yang tahu, mereka diminta menelepon 5 teman lainnya. Begitu seterusnya hingga mendapatkan informasi.

So, that’s what I did. Gw kontak satu seorang “hantu”, yang punya akses ke salah satu pemegang kunci. Si Hantu dengan baik hati bersedia mengontak si pemegang kunci. Tapi dia nggak terlalu optimis sih. Dia bilang: Caveat Emptor, let the buyer beware. Beware bahwa si pemegang kunci ini bukan jenis orang yang hobi bales2 SMS cepat. It may take some time for an answer, if there will be any answer at all.

Gw sudah pesimis dan pasrah, sebenarnya. It seems that the universe is all against me. Makanya keluar entry mellow yang kedua: Teman-teman Maya (070817) ;-) Udah kayak mau mati aja tuh gw.. hehehe.. dengan segala thank you itu ;-)

*note: Dodol! How dare you accused me of middle age crisis! I’m not that old, lageee... HAHAHAHA... *

Tapi, seperti gw bilang di sini, the universe indeed has a way to recourse its destination ;-) Tiba2 saja semua berbalik. Semua yang tertutup menjadi terbuka :-)

Dimulai dengan si pemegang kunci yang terhubung langsung dengan gw itu tiba2 menjawab SMS dan mempersilakan gw untuk menanyakan apa saja. After 24 hours of waiting! (thanks dear, for your kindness ;-)). Lantas.. tak diduga tak dikira, si Hantu juga mendapatkan jawaban dari si pemegang kunci yang dihubunginya! And.. even much better, si pemegang kunci yang koneksinya si Hantu ini ternyata merupakan salah satu pemegang kunci utama!

Dari nggak ada jalan sama sekali, tiba2 ada dua jalan terbentang di hadapan gw ;-)

Phiewww.. sekarang gw bisa bernafas sedikit lega. Tinggal bikin appointment dengan si pemegang kunci. Mungkin gw akan ambil rute si Hantu karena satu dan lain hal, walaupun gw berterima kasih banget pada si pemegang kunci yang kebetulan my casual friend. Semoga nanti2 kita bisa jadi lebih dari sekedar kenal di dunia maya ya, Jeng ;-)

Jalan memang masih panjang dan berliku. Skenario yang tepat untuk bisa membawa si klien memandang langsung Koh-e-Noor masih harus disusun. Dan.. kalaupun si klien sudah memandang langsung Koh-e-Noor, belum tentu juga dia jadi beli. After all, you know, Koh-e-Noor has a kind of bloody legend. Dan.. si klien ini punya kecenderungan masochist, alias sering sekali berakhir dengan kondisi bak Bloody Baron ;-)

Tapi setidaknya gw sudah berusaha, dan gw sudah membuktikan bahwa I walk the extra miles to finish the project.

Dan membuktikan bahwa sesudah kesulitan selalu ada kemudahan (QS 94: 5-6) ;-)

Dua hal itu yang paling penting buat gw sebagai the supplier ;-)

Caveat Venditor!