Monday, July 23, 2007

Menjemput Harry

Seperti adegan penjemputan Harry Potter dari 4 Privet Drive dalam bab awal Harry Potter & the Deathly Hallows, adegan penjemputan buku ketujuh ini juga nggak kalah serunya. Yang sedikit berbeda adalah: kalau penjemputan Harry Potter berakhir tragis, penjemputan bukunya cuma ironis aja ;)

Ironi #1:

Bangun pagi2 hari Sabtu, 21 Juli 2007, karena ingin buru2 jemput si Harry. Jam 8, Ima gw paksa bangun dan mandi, dan langsung diseret ke Kinokuniya Plaza Senayan. Nggak pakai sarapan! Ibunya takut telat ;-)

Sampai Plaza Senayan jam 9:32. Satpamnya aja masih apel pagi, belum jaga pintu.. hehehe.. Masih 28 menit sebelum pintu dibuka; terlalu lama buat nunggu di mobil, tapi takut telat juga kalo nongkrong sarapan dulu. Berhubung bawa si krucil yang sudah gw siksa nggak sarapan, akhirnya diputuskan untuk sarapan dulu.

It took around 30 minutes to decide what to order and wait for the meal. And it took another 30 minutes to let Ima finished her breakfast. Akhirnya, gw baru sampai di Kinokuniya jam 10:35.. hehehe.. There goes my perfect timing ;-)

Ironi #2:

Gw dapat diskon 10% karena pre-order. Awalnya udah seneng aja.. hehehe.. Lumayan, bo, bisa buat ongkos beli yang lain2.

Tapi.. pada hari penjemputan.. Ima's breakfast and my cup of Mexicano coffee at the cafe which-name-I-forgot-to-store-in-my-long-term-memory costed more than the 10% discount. Jadi.. akhirnya malah jatuhnya lebih mahal ya ;-)? Damn!

Yaaah... setidaknya, sosisnya enak deh.. kebagian sepotong dari Ima ;-)

Ironi #3:

Sambil menghirup segelas kopi yang sebenernya nggak masuk dalam to-do list, dan harganya nggak masuk akal itu (eh, sebenernya harganya masuk akal untuk ukuran cafe. Gw aja yang pelit ;-)), gw menemukan satu ironi lagi. Buku yang gw bawa untuk teman menunggu adalah: Down and Out in Paris and London.

That, people, is George Orwell's book on poverty ;-). Yaaah.. I found it very ironic, while I spent my hard-earned money for such an unnecessary luxury, I read a book which contained this line:

You discover what it is like to be hungry. With bread and margarine in your belly, you go out and look into the shop windows. Everywhere there is food insulting you in huge, wasteful piles; ..,baskets of hot loaves, great yellow blocks of butter, strings of sausages, mountains of potatoes..

(page 18 - 19)
Langsung nggak nikmat tuh kopi rasanya ;-)

Ironi #4: The Prequel

Udah kayak Star Wars.. hehehe.. udah keluar trilogi, baru bikin prequelnya ;-)

Couldn't help remembering about why I pre-ordered the book at Kinokuniya Plaza Senayan. PS jelas2 bukan tempat main gw. Jauh! Tapi, tanggal 16 Februari 2007 itu, kebetulan gw mesti ke PS untuk ketemuan dengan seorang teman and her the one [who was not to be]. Daripada nungguin si teman yang nearly 3 hours late itu, gw kelayapan di Kinokuniya dan.. nemu bahwa mereka sudah buka pemesanan. Out of impulsivity, gw pesan deh ;-)

Ironisnya dimana? Yaaah.. it's quite ironic that the relationship ended even before I got the book.. HAHAHAHA..

*Hey, the two of you, I know that I've promised you not to mention about this again.. That I promise you to let go. But.. it's quite ironic, don't you think? My pre-order slip lasts longer than your supposed-to-be happily ever after dream ;-) *

Ironi #5: The Aftermath

OK, here we go. The last part of the irony ;-)

Waktu sampai di depan Kinokuniya, gw udah hepi berat lihat 3 macam cover Harry Potter and the Deathly Hallows. Yipiii! Bisa milih nih! Gw mau milih yang Bloomsbury, Children Cover Edition aaaah! It fits my collection beautifully ;-)

Lha, kok, gw langsung disodori yang Scholastic Edition? Nggak mau! Mau yang Bloomsbury. Children Cover.

"Nggak bisa, Bu. Semua yang pre-order itu untuk Scholastic. Yang Bloomsbury untuk yang pembelian langsung."
Huaaaaaa...!!! *nangis bombay*

Buku 1-5 semua Bloomsbury! Buku ke-6 memang Scholastic. Tapi itu kecelakaan.. hehehe.. pesannya di QB. Waktu itu QB bilang kalau yang pesan Bloomsbury mestinya beli di Kinokuniya. I've been making a mental note about that for the past 2 years! Eeeeh.. sekarang gw pesan ke Kinokuniya, dan dapatnya Scholastic lagi :-(

Aaaah.. ya sudahlah. Memang nggak semua hal bisa direncanakan dengan baik. Eh, maksud gw, semua hal bisa direncanakan dengan baik, but shit happens on the way to heaven ;-)

Anyway.. finally, I proudly present my complete range of Harry Potter collection. Satu sampai tujuh. Nanti kalau udah besar Ima boleh pinjam. Sekarang sih.. ada 2-metres-distance-restriction ya ;-) Kalau dilanggar, dia gw format ulang.. HAHAHAHA..

Sekarang mau baca buku ke-7 dulu sampai khatam. Moga2 akhir ceritanya nggak mengecewakan seperti beberapa season finale yang akhir2 ini gw tonton. Harusnya enggak lah ya, JK Rowling kan merancang ceritanya dengan seksama. Dia bukan model yang suka ngerubah cerita di akhir kalau terdesak, atau bikin ceritanya open end biar bisa dipanjang2in kapan2. Dia kan bukan penulis skenario sinetron .. hehehe..

---

PS: Awas ya! Jangan ada yang berani2 kasih spoiler di comment box gw.. HAHAHAHA.. Gw kirim ke Azkaban lho!

Expecto Patronum! *melindungi diri sendiri dari spoiler ;-) *

UPDATE 4 Agustus 2007:

Ohya, ini ada sedikit (tapi signifikan) spoiler ;-) Jangan dibaca kalo masih nunggu yang edisi bahasa Indonesia ;-)