Tuesday, July 31, 2007

Memorius Migrenicus

Kata orang, gw punya ingatan yang kuat. Amin.

Gw pikir.. yaaah.. ada benernya juga sih. Yang jelas gw cenderung ingat nama panjang orang sampai bertahun2 kemudian. Nama2 teman sekelas gw aja masih bisa gw ingat urut alfabet. Beberapa kali nulis testimonial buat teman2 lama di Friendster, dan sering dapat komentar balik seperti ini, ”Gila loe, May, masih inget aja. Gw udah lupa hampir semua hal yang loe tulis”. Yang jelas.. bapaknyaima juga sering exasperated sama gw, apalagi kalau lagi berantem, karena gw ingat hal2 kecil yang dia aja udah nggak ingat.

*Ohya, di tangan gw, ingatan itu bisa menjadi senjata mematikan.. oops ;-)*

Dulu, gw kira, hal ini adalah efek samping karena ibu dengan teganya named me after an elephant. Gajah selalu ingat, gitu kan katanya ;-)? Atau bisa juga karena faktor keturunan. Gw ingat, almarhum bapak dulu juga selalu bilang bahwa ibu punya photographic memory. Nggak boleh salah ngomong, karena pasti terekam dalam ingatan dan kemudian bisa menjadi bumerang di masa depan ;-).

Tapi.. kemarin jadi punya teori baru. Jangan2, ingatan gw kuat karena gw sering migren ;-)

Iya, gw baru baca kolom Medical Update di Reader’s Digest edisi August 2007 (halaman 63, edisi yang bahasa Inggris ya) sebuah temuan menarik tentang migren:

Researchers from Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health found that while migraineurs scored lower on memory tests at the start of their study, they showed 17% less cognitive decline than non-migraineurs 12 years later.

Uhm.. gw nggak tahu persis penelitiannya gimana. Yang jelas di sini dituliskan bahwa respondennya 1.448 orang, 204 di antaranya penderita migren, dan selama 12 tahun terakhir dilakukan tes ingatan berulang kali. Menilik metodologinya, gw rasa hasilnya cukup bisa dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya dijelaskan juga secara ilmiah tentang asumsi mengapa migrain bagus untuk ingatan:

”Migraine medications such as ibuprofen, which might have protective effect on memory, might be partially responsible,” says study author Dr Amanda Kalaydjian on the surprise finding. “But it seems more likely that there may be an underlying biological mechanism, such as changes in blood vessels or differences in brain activity”

Mungkin sih. Soalnya, berpatokan pada apa kata Wiki ini, ibuprofen ditengarai punya asosiasi dengan rendahnya resiko Parkinson’s Disease. Kalau memang ibuprofen mempengaruhi sistem syaraf pusat, bukan tidak mungkin punya pengaruh terhadap ingatan juga toh?

Tapi kalau buat gw sendiri, penjelasan yang nomor dua lebih kena. Mungkin saja migren itu mengubah sedikit mekanisme biologis yang mendasari ingatan, sehingga blessing in disguise-nya adalah menjaga ingatan. Soalnya, gw sendiri jarang minum obat kalau kumat. Paling tidur aja seharian. Jadi kecil kemungkinannya si ibuprofen memberikan pengaruh pada ingatan ibunyaima

*Sorry, nggak tahan untuk nggak menemukan kesamaan antara kedua kata itu.. HAHAHA.. *

Lucu juga ya? Ternyata apa yang bikin kita kesal kadang2 turn out to be sesuatu yang sangat berguna buat kita? Padahal gw biasanya kesal banget lho, kalau migren gw kumat. Apalagi kalau kumatnya pas gw mesti bikin report. Ternyata, ada bagusnya juga gw sering migren ;-)

Well.. kalau mau tahu lebih banyak tentang hal ini, silakan baca2 aja artikel terkait berikut ini:

1. Female migraine sufferers have better memories

2. Migraine may boost memory

Masih banyak sih artikelnya, googling aja sendiri. Berhubung gw belum baca semua, jadi gw kasih yang udah gw baca aja ya ;-). Dan.. ohya, ini baru temuan dari satu studi sih.. masih harus dibuktikan lagi. Untuk saat ini, it’s quite promising finding ;-)

***

Anyway.. kenapa gw sering migren?

Dulu pernah diperiksakan secara medis juga, dan.. kemungkinan gw sering migren karena waktu kecil sering jatuh. Jatuh dengan kepala duluan. Waktu umur gw 4 tahun, gw pernah jatuh dari atap mobil karena kepleset sabun cuci (my own fault, bapak lagi nyuci mobil, gw malah manjat ke atapnya, bapak nggak lihat). Umur 6 tahun, gw jatuh dari pohon jambu klutuk di depan rumah eyang (my own fault juga, nggak hati2 milih dahan untuk pijakan waktu ngejar sepupu2 gw – semua cowok – yang lagi manjat pohon. Tapi sepupu2 gw yang disidang ortu masing2 karena dikira ngajakin gw manjat ;-)). Dua2nya bikin gw pingsan, tapi nggak gegar otak.. hehehe..

Biarpun gw nggak sampai gegar otak (ya, ya, gw tahu kalian mau bilang apa. Mau bilang bahwa kepala gw keras banget kan ;-)?), tapi ada pengaruhnya juga. Yang jelas, gw harus pakai kacamata karena syaraf mata gw ”sedikit” rusak setelah jatuh yang terakhir itu.. ;-)

Well.. cukup cerita tentang gw. Sekarang gw mau kasih tantangan a la Fear Factor buat mereka2 yang pingin punya ingatan kuat seperti [ehmm..] gw. Coba bentur2kan kepala ke dinding sampai migren.. siapa tahu ingatan jadi lebih kuat.. HAHAHAHA.. Sekalian untuk ngebantu si peneliti membuktikan temuannya ;-)