Wednesday, July 25, 2007

Kidnap Katrina

Kita disapparate dulu dari keriuhan Harry Potter ke-7. Habis.. pada nggak sopan! Banyak yang ngasih spoiler terselubung di comment box gw ;-) Coba ya, orang-orang, gw baru sampai Chapter XIV. Dan besok gw punya presentasi yang amat sangat penting.. yang harus gw persiapkan hari ini.. hehehe.. can’t afford to lose it kalau gw ngeyel baca HarPot ;-)

Hari ini mari kita bicara tentang penculikan saja.

Tadi pagi, dalam perjalanan ke kantor, gw dengar Seno Isa membacakan sebuah berita koran tentang penculikan anak di Gading Serpong. Pelaku penculikan minta tebusan 20jt, yang harus ditransferkan melalui rekening BCA. Cerita berakhir happy sih, setelah ditransfer, si anak pulang ke rumah. Katanya dia memang diturunkan di suatu tempat dan disuruh pulang oleh penculiknya.

Yang menarik buat gw adalah metode pembayaran tebusannya. Lewat rekening BCA?

Setahu gw, kalau bikin rekening di bank, kita pasti disuruh menunjukkan kartu identitas. Kartu identitas itu bahkan akan difotokopi dan disimpan sebagai arsip. So, menjadi mengherankan buat gw ketika seseorang melanggar hukum, tapi memberikan nomor rekening yang sesuai hukum untuk pembayarannya. Kok berani ya? Bukannya dengan demikian, uang yang diterimanya nggak akan bertahan lama? Polisi kan tinggal minta data nasabah kepada bank yang bersangkutan dan kemudian menyergap alamat tersebut?

Ohya, memang bank terikat pada janji untuk menjaga kerahasiaan nasabah. Tapi.. seingat gw, pasal ini bisa digugurkan jika ada indikasi rekening tersebut digunakan untuk melakukan tindak kejahatan. Dan.. kalau kita transfer uang, pasti ada slip setorannya kan? Biarpun cuma lewat ATM. Jadi.. sangat kuat bukti hitam di atas putih untuk membuat pihak bank memberikan data nasabah pada yang berwenang. Kalaupun perlu surat penggeledahan, pihak yang berwenang pasti mau memberikannya.

Atau.. jangan2, transfer itu harus ditujukan pada rekening BCA milik korban ya? Bisa jadi sih begitu. Jadi si penculik minta nomor rekening dan password supaya bisa ngambil duitnya.

Iih.. jadi ngeri :-(

Dan gw tambah ngeri.. ternyata bukan sekali ini saja terjadi penculikan dengan pembayaran tebusan dilakukan melalui rekening BCA. Waktu gw googling, berita yang gw dengar tadi pagi malah belum ada. Yang ada ialah berita sejenis, seperti kasus penculikan di Kelapa Gading ini dan kasus di Daan Mogot ini.

Lepas dari rekening mana yang dipakai, gw kok jadi mikir.. fenomena apa ini? Dulu2 orang kalau menculik, bikin sistem pembayaran tembusannya rumiiit banget. Kalau di film2, kayak Kidnapped! itu, kan metodenya rumit banget. Kadang menuntut duitnya harus dengan nomor seri ngacak lah, ditaruh di tempat tertentu lah.. pokoknya, serumit mungkin. Kalau di kejadian nyata nggak tahu ya. Gw googling sana-sini nggak nemu metode tebusannya gimana. Bahkan untuk kasus penculikan sefenomenal John Paul Getty III! Mungkin itu termasuk informasi berbahaya ya, takut memberi inspirasi untuk kriminal2 lain melakukan penculikan ;-)

Anyway.. intinya, penculik kan nggak pingin tertangkap. Jadi, semua kerumitan itu dilakukan supaya mereka nggak gampang tertangkap. Padahal, waktu itu, sistem perbankan mungkin juga belum canggih2 amat. ATM mungkin belum menjamur dimana2. Nge-track down masih [relatif] lebih sulit karena belum canggihnya teknologi.

Lha, sekarang, setelah teknologi makin canggih, bukannya metode harus lebih rumit lagi? Kalau dulu aja udah takut transaksi lewat bank (padahal bank belum canggih2 amat), bukannya mestinya sekarang lebih takut lagi transaksi lewat bank? Lha, kok, malah anomali ya? Malah sekarang penculik berani minta tebusan ditransfer?

Apakah ini menunjukkan bahwa kita belum menguasai teknologi dengan baik? Sehingga para kriminal dengan tenang menggunakannya untuk bertransaksi, tanpa kita bisa berbuat apa2? Menunjukkan kecanggihan berpikirnya kriminal2 jaman sekarang? Daripada susah2 ngambil duit tebusan di kota se-crowded Jakarta, beresiko tertangkap dan digebukin rame2, dan belum tentu duitnya nggak dikasih GPS, maka mendingan pakai rekening BCA aja? Kan nggak lucu kalau udah susah2 ngambil tebusan, udah gitu langsung ketahuan lokasinya dari Google Earth ;-)

Atau.. justru ini menunjukkan maraknya penculik2 amatir? Yang nggak merancang strateginya dengan seksama? Yang hanya berpikir berapa jumlah yang mereka inginkan, tanpa mampu berpikir rumit tentang sistem pelacakan pada alat2 elektronik (dalam hal ini ATM)?

Kalau dilihat dari jumlah tebusan yang [relatif] nggak seberapa, plus kebaikhatian penculik untuk memulangkan si korban, kesannya sih yang bermain memang amatir. Mereka2 yang perlu duit, dan nggak [merasa] punya pilihan lain. Bikin miris, karena itu berarti bertambah banyak lagi korban tuntutan perut. Mereka2 yang menjadi ”penjahat” karena kemiskinan. Yang tidak lagi merasa harus terikat dengan norma2 baik, atau setidaknya merasa punya justifikasi yang sahih untuk meninggalkan norma2 itu. Poverty frees them from ordinary standards of behavior, begitu kata George Orwell dalam Down and Out in Paris and London.

Iya sih.. baru kemarin lihat demo buruh Nike lewat di depan kantor dan memacetkan jalanan depan kantor. Berarti, makin bertambah lagi jumlah orang2 yang mungkin akan being freed from the ordinary standards of behavior.

Tapi.. walaupun bikin miris, setidaknya hal itu masih melegakan toh? Setidaknya kita tahu bahwa pelakunya adalah orang2 yang didera kemiskinan. Dan.. kemiskinan, gw yakin, adalah sesuatu yang masih bisa diatasi oleh pembesar2 negeri ini. If they decide to put all efforts there ;-)

Yang lebih mengerikan adalah jika ternyata anomali ini terjadi karena kemungkinan pertama: the hunted is more sophisticated than the hunter. Naaah.. kalau itu yang terjadi, seriously, we are in a big, big, big trouble. Gimana bisa kita membuat negeri ini aman kalau penjaganya is outwitted by the criminals?

BTW, sampai tulisan hampir habis gini, ada yang nanya nggak, kenapa judulnya Kidnap Katrina? Yaah.. nggak ada hubungannya sih. Cuma.. kan lagi ngomongin penculikan, dan beberapa hari lalu inget bahwa Kidnap Katrina itu nama band-nya Anang waktu masih bujangan.. HAHAHAHA.. Jadi enak aja dijadiin judul ;-) *nggak penting banget et yahu dot ko dot ai di*

--------

APDET 26 Juli 2007:

Berita tentang penculikan di Gading Serpong itu bisa dibaca di sini. Thanks to Jenny for the link ;-). Tetap nggak dikasih tahu ya, Jen, rekening BCA-nya itu atas nama si penculik atau korban? Hehehe.. Bener2 informasi yang berkaitan dengan ketahanan dan keamanan nasional kayaknya ;-)