Saturday, June 16, 2007

Lagu Kanak-kanak

Barusan nonton acara Fifi si Ikan Terbang di Indosiar: acara lagu anak2 yang dibawakan dua alumni AFI, Adit & Tiwi, bareng bintang2 tamunya. Good choice, Indos, dari dulu dua anak AFI ini gayanya emang enak dilihat, dan tidak canggung di depan kamera, biarpun soal suara [harus diakui] masih banyak yang lebih bagus ;-)

Aaanyway, nggak mau ngomongin soal pembawa acaranya, ataupun acaranya itu sendiri. Gw lebih pingin ngomongin lagu anak2nya.. hehehe..

Gw hafal buanyaaaak banget lagu anak2. Ini mungkin merupakan efek samping karena terlalu lama duduk di taman kanak2. Bayangkan, umur 2.5 tahun gw udah masuk playgroup. Tapi, gw musti nunggu sampai berumur 6.5 tahun supaya bisa masuk SD, karena ibu ngotot memasukkan gw ke SD swasta yang ketat sekali peraturannya. Apesnya, pada saat gw mau masuk SD itu, terjadi perubahan tahun ajaran (dari Januari – Desember menjadi Juli – Juni) sehingga gw kena perpanjangan setengah tahun di TK. Total, 4.5 tahun gw habiskan di kelas sebelum SD.. hehehe.. Berasa jenderal banget gak sih ;-)? Bintang 4.5 ;-)

*Jadi, kalau gw suka agak kekanak2an, yaaa.. dimaklumi ya? What do you expect? Gw terlalu lama di TK.. hehehe... *

Kembali ke topik.. gw hafal banyak lagu TK. Selain lagu yang bervariasi, gw hafal juga bait kedua dan ketiga beberapa lagu yang biasanya orang nggak hafal. Bahkan nggak tahu kalau bait kedua dan/atau ketiga itu exist ;-). Lagu2 ini buanyak banget gunanya waktu Ima bayi. Agar dia tidak terlalu sering minta digendong, sekaligus untuk menstimulasi indera pendengaran, dan menambah kosakata, gw sering menyanyikan buat Ima lagu anak2. Jangan salah, lagu2 ciptaan AT Mahmud atau Ibu Soed itu banyak sekali kosakata yang tidak lazim dalam percakapan sehari2, contohnya: penat, elok, jemu, sunyi, dll

Contohnya aja lagu “Tik, Tik, Tik Bunyi Hujan” ini. Hayooo... ada yang ingat bait kedua dan ketiganya nggak? Hehehe... Ini bait beneran lho, bukan karangan gw. Gw baca di salah satu buku lagu2:

Teks Umum

Tik, tik, tik
Bunyi hujan di atas genteng
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua

Bait 2:

Tik, tik, tik
Hujan turun bagai bernyanyi
Saya dengarkan tidaklah jemu
Kebun dan jalan semua sunyi
Tidak seorang berani lalu

Bait 3:

Tik, tik, tik,
Hujan turun dalam selokan
Tempatnya itik berenang-renang
Menari-nari, menyelam-nyelam
Karena hujan bersenang-senang

Ada lagi lagu yang gw suka waktu kecil, “Malam Tiba”. Gw emang dari kecil suka lagu mellow goeslow, jadi jangan heran kalo suka lagu kalem ini ;-) Setiap kali gw nyanyi ini, jarang banget orang yang inget. Apalagi inget bait keduanya ;-)

Teks Umum:

Hari sudah senja,
Alam mulai sunyi
Burung-burung semua
T’lah berhenti bernyanyi
Anak gembala kerbau
Menghalau ternaknya
Pulang menuju dangau
Jauh di tepi lembah

Bait 2:

Matahari silam,
Sunyi senyap di desa
Alam menjadi tenang
Bintang-bintang bercahya
Jangkrik ramai bergurau
Dalam rumput hijau
Tanda bersuka ria
Karena malam tiba

Mau lagu apa lagi? Hehehe... Lagu kesukaannya Ima waktu kecil ya.. “Bunga Mawar”. Coba, ada yang inget nggak lagunya ;-)

Lihat kembangku sekuntum mawar
Mekar kelopaknya bagai mahkota
Merah, merona warnanya
Segar menghiasi tamanku indah

Kumbang dan kupu-kupu ramai datang ke sana
Riang menyambut bunga mawar merah
Kumbang dan kupu-kupu ramai datang kesana
Riang menyambut mawar merah

Kalimat terakhir nggak salah. Memang coda-nya nggak menyertakan kata “bunga” lagi, langsung mawar merah.

BTW, Ima memang suka kupu2 sejak kecil, makanya salah satu lagu kesayangan lainnya adalah “Kupu-kupu”. Ini juga ada bait keduanya lho.. yang rata-rata orang nggak ingat ;-)

Teks Umum:

Kupu-kupu yang lucu
Kemana engkau terbang?
Hilir mudik mencari
Bunga-bunga yang kembang
Berayun-ayun
Pada tangkai yang lemah
Tidakkah sayapmu
Merasa lelah?

Bait 2:

Kupu-kupu yang elok
Bolehkah saya serta?
Mencium bunga-bunga
Yang semerbak baunya
Sambil bersenda
Semua kuhampiri
Bolehkah ku turut
Bersama pergi?

Tuh, ada satu kata lagi yang nggak lazim dalam percakapan sehari-hari: bersenda. Maksudnya senda-gurau, alias bercanda-canda.

BTW, Ima dulu senang sekali lagu ini, selain karena kupu-kupu, juga karena banyak kata “bunga-bunga” di sini. Maklum, salah satu teman imajiner-nya, yang menurut dia adalah anak perempuan berusia sekitar 5 tahun, bernama Mbak Bunga-bunga.

Hehehe.. masih banyak lagi lagu anak2 yang tersimpan di kepala gw. Tapi kali ini cukup segini dulu ya. Dihafalin aja dulu, nanti kalau mau lagi boleh tambah ;-)

Buat yang punya anak bayi, boleh dicoba untuk menyanyikan si kecil. Bayi tuh senang sekali dininabobokan dengan nyanyian, dan bagus juga untuk perkembangan otaknya. Yaah.. ini sih disebutnya Mozart Effect, tapi kata Mozart di sini tidak harus diartikan secara harafiah sebagai Wolfgang A Mozart lho ;-)

Cuma.. gw mesti kasih warning dulu mengenai efek sampingnya untuk orang tua yang mau mencoba2 ;-).

Yang pertama, kebiasaan menyanyikan lagu anak2 ini bisa menimbulkan konflik dengan ibu guru TK kelak. Waktu Ima di TK, gw “berantem” sama gurunya tentang syair yang benar, karena syair yang diajarkan ibu guru sering salah2.. ;-) Ima udah gw ajarin versi aslinya, malah dirusak sama ibu gurunya.. ;) Dan si ibu guru ini gak hafal bait keduanya... grrrrhhhhh... ;-)

Efek samping kedua: kalau si ibu/ayah suaranya jelek, fals, bisa jadi anaknya nanti ikut fals. Sampai sekarang gw juga nggak tahu apakah suara fals itu genetik atau hasil stimulasi lingkungan, tapi.. kalau Ima nyanyinya agak off key, gw suka merasa bersalah. Jangan2, gara2 gw sering nyanyi dengan suara mirip Astrud Gilberto ini (maksudnya agak2 off key tapi teteup, enak didengar), pengenalan nada Ima jadi salah kaprah ;-)

--------

Tambahan 19 Juni 2007:

Setelah baca komentar Popsie tentang salah nada ini, gw jadi ingat satu lagu lagi yang wajib untuk ditulis di sini:

Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak tiada takut
Menembus badai sudah biasa

Angin bertiup, layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda b'rani, bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai

Aku tukang pos rajin sekali
Surat kubawa naik sepeda
Siapa saja aku datangi
Tidak kupilih, miskin dan kaya

Oh, well, bait terakhir sih sebenernya bukan bagian dari lagu yang sama. Tapi, swear! Nadanya sama persis.. hehehe..