Wednesday, May 23, 2007

Precious Moment with Little Ima


Bahwa karena gw suka memberikan tautan yang bisa dibaca lebih lanjut di setiap topik, jangan dikira gw suka bikin kliping untuk referensi. Waktu sekolah dulu, gw paling sebal disuruh bikin kliping.

Alasan pertama sih karena gw punya emotional attachment dengan setiap buku dan majalah yg gw punya.. dan nggak tega mengguntingi serta merusak artikel di belakangnya demi sebuah kliping yg belum tentu dibaca oleh pemberi tugas. Alasan kedua.. well, gw suka sakit hati juga bahwa akhirnya kliping dinilai (setidaknya oleh guru gw waktu itu) berdasarkan ketebalan dan kerapiannya, dimana murid2 yg bikinnya rapi dan tebal akan dapat nilai lebih bagus daripada yang benar2 membaca isinya. Gw masih inget tuh, dengan semangat 45 gw bikin kliping World Cup 86 untuk tugas Penjaskes, eeeh.. nilai gw lebih rendah daripada temen gw yg bahkan nggak bisa mbedain Maradona dengan Platini :-( Cuma karena dia bikinnya lebih tebal, sementara gw gak tega ngguntingin beberapa berita yg halaman sebaliknya juga menarik.

Makanya, ketika Ima bilang diberi tugas untuk bikin kliping, gw rada mengernyit. Emang masih jaman ya, bikin kliping? Hehehe.. Jaman paperless gini, apa nggak lebih bagus tugasnya bikin blog dengan tautan ke berita2 penting ;-)?

Tambah jengkel lagi melihat tema kliping yang harus dibuat: Kliping tentang Lingkungan. Oh, well, her teacher definitely needs a slap on the back ;-) Perlu kuliah tentang Piaget dan Stage of Intellectual Development, kali ye, supaya sadar bahwa pada usia 7 - 12 tahun anak-anak masih berada di tahap Concrete Operational, dimana mereka masih kesulitan mengolah logika abstrak. Dan.. tema "lingkungan" menurut gw terlalu abstrak, terutama untuk Ima yang masih di ujung awal tahap perkembangan ini. Mbok yao dioperasionalisasikan menjadi: "bagaimana menjaga lingkungan tetap bersih?" atau apalah yang lebih konkrit. Ada bedanya antara mengajarkan anak menjadi kreatif dengan membuat anak clueless ;-)

Tapi.. ternyata.. tugas yang awalnya menjengkelkan ini berubah menjadi kegiatan ibu dan anak yang mengasyikkan :-)

Bermula dari Ima yang bingung mau mulai mengguntingi apa, dan dari mana. We have the fun make the topic more concrete. Kebetulan beberapa waktu lalu, waktu Ima dapat tugas mengarang 5 kalimat dari sebuah kata, gw mengajarinya 5W+1H+1SW. Jadi.. dalam mengkongkritkan tema luas itu, gw ajak Ima mengacu kembali ke konsep itu: apa itu lingkungan? Apa saja yang terjadi di lingkungan? Mengapa lingkungan bisa rusak? Mengapa kita harus menjaga lingkungan? Bagaimana menjaga lingkungan?..

Akhirnya, tema luas itu berhasil dikonkritkan menjadi "kondisi lingkungan di sekitar kita saat ini". Sub-temanya terdiri dari bagaimana keadaan lingkungan kita saat ini (yang dipersempit lagi menjadi: kotor dan banyak bencana). Dan.. di akhir kliping ada tema tentang bagaimana menjaga lingkungan kita serta contoh lingkungan yang kita inginkan. It starts to be fun ;-)

Selanjutnya kita tinggal mengguntingi koran. Karena sudah lebih jelas bahwa kita harus mencari gambar dan berita bencana, Ima dengan gampang menemukan gambar banjir, gambar lingkungan yang kotor, dinding yang dicoreti, sampah, pembuangan limbah di kali ...

Selanjutnya, gambar2 itu diklasifikasikan. Banjir sama banjir. Lingkungan kotor sama lingkungan kotor. Dst. Kemudian, kita sama2 membuat judul untuk masing2 klasifikasi. Ada judul "Banjir adalah Bencana di Lingkungan Kita", "Kerusakan Hutan dan Lingkungan Hidup", "Lingkungan Asri Idaman Kita", dan "Bagaimana Menjaga Lingkungan Kita".

Oh, well, memang beberapa kata di atas adalah ide gw. Seperti kata "asri", "kerusakan hutan".. definitely too advanced for a 2nd grader, ya ;-) Tapiii.. justru di situ asyiknya! Kosakata Ima jadi lebih banyak gara2 terpaksa membuat judul dan membaca penjelasan gambar foto. Seperti jaman Ima belajar bicara dulu, gw juga menjelaskan arti tiap kata yang dia tidak tahu. And it is definitely a good thing ;-)

Nah.. setelah gw cetak judul2 dari masing2 kategori itu di kertas HVS warna pink (her favorite color ;-)), dan setelah semua gambar kliping ditempel, Ima harus menulis sedikit cerita untuk tiap gambar. Di situlah.. keasyikan dan pembelajaran lain dimulai :-)

Untuk membuat cerita di tiap halaman, kembali gw ingatkan Ima tentang 5W+1H+1SW. Tentunya kan dia gak bisa nulis kalimat yang sama dengan di gambar foto, jadi... dia harus mengarang. Dan.. karena gw anti membuatkan PR untuk anak, maka gw nggak mau mengarangkan kalimat untuk dia. Yg bisa gw lakukan adalah men-challenge apa yang dia lihat/baca untuk membuat tulisan lebih lanjut. Misalnya aja:

  1. Untuk gambar tentang air pasang yang menggenangi kota Padang, pertanyaan yg gw ajukan: letak kota Padang dimana (sambil menunjukkan peta)? Jauh nggak dari pantai? Dalam sehari semalam terjadi berapa kali air pasang? Biasanya kalau air pasang rumah-rumah di Padang terendam banjir nggak ya? Kalau enggak banjir, kenapa sekarang banjir ya? Kemudian, gw ajak baca berita lengkapnya, yang bicara tentang abrasi. Satu kata lagi dipelajari Ima, yaitu: abrasi ;-)
  2. Untuk gambar tentang limbah di sungai, kasusnya lain lagi. Gw tanya: limbah itu apa ya? Kalau limbah itu sampah, dan dibuang ke sungai, sungainya jadi gimana? Kalau sungainya kotor, apa akibatnya untuk kita? Jadi deh satu lagi cerita tentang bagaimana sungai yang kotor dan beracun membuat kita tidak bisa lagi mandi dan minum dari sungai itu, sehingga orang akan kehausan ;-)
Tanpa terasa sekian belas gambar yang dikumpulkan itu berhasil dibikin cerita semuanya. Bener2 tanpa terasa, sampai2 gw nggak inget bahwa Senin malam adalah jadwal nonton CSI:NY.. hehehe.. pas gw inget untuk nonton, ceritanya udah hampir abis ;-) Tapi nggak papa deh.. sayang anak, sayang anak... hehehe... dan lagipula it's worth some sacrifice kok, secara dengan kegiatan itu gw mendapatkan precious moment with little Ima, dan kosakata Ima menjadi bertambah. Mudah2an, kemampuan berpikir terstrukturnya Ima juga bertambah lantaran gw cekoki dengan konsep 5W+1H+1SW di tiap halaman.. ;-)

Ima is so proud about her project. Tuuh.. lihat di gambar, betapa dengan bangga dia menunjukkan kliping berjudul "Mari Jaga Lingkungan Kita". Lihat juga betapa tekunnya dia menulisi lembar demi lembar dengan cerita ;-)

Sekarang sih gw tinggal berharap supaya gurunya nggak berlaku seperti guru gw dulu, yang hanya menilai kliping berdasarkan tebalnya saja. Semoga gurunya lihat bahwa tulisan2nya juga nggak asal nulis saja. Biar Ima nggak demotivated bikin tugas sejenis lagi ;-) Karena ternyata.. bikin kliping itu banyak juga manfaatnya - tergantung dari bagaimana kita memanfaatkan kegiatan itu ;-)

*tapi.. kalaupun gurunya masih seperti guru gw.. yo wis, nasibmu, Nduk.. hehehe.. kenyataan itu menggigit ;-) Tapi.. kan yang penting adalah apa yg dipelajari, bukan sekedar berapa nilai yang didapat.. iya nggak ;-)?*

------------

PS: ohya, sebelum lupa, istilah precious moments with little Ima itu dicontek dari blog Daddy-nya Nico. A very nice term, pinjem ya, Dad ;-). Sementara trigger cerita ini muncul gara2 kemarin YM-an dengan BuMil ini tentang how working mom creates quality time with her kids ;-) Thanks to both of you ;-)