Tuesday, February 27, 2007

Count your Happiness

Kemarin gw nonton pengambilan data, berupa in-depth interview yang dilakukan oleh salah satu teman. Respondennya seorang stay-at-home mom yang dengan detil menceritakan kegembiraannya bertamasya ke sebuah taman bunga.

Eh, bentar! Detil bukan kata yang tepat! Yang tepat adalah super detil, karena dia menceritakan bagaimana dia bangun pagi2 sekali mempersiapkan perlengkapan untuk tamasya: rice cooker yang akan dibawa, piring2 dan gelas2, nasi yang harus dibuat sebelumnya, ayam yang harus digoreng, dst, dst.. jujur gw nggak inget, karena begitu banyak langkah persiapan yang terdengar asing buat gw.

Gw sempat bete karena kegiatan tamasya yang [menurut gw] ajang untuk bersantai dan berpraktis ria, malah jadi kegiatan yang merepotkan. Lantas, fun-nya dimana? Itu pertanyaan yg bikin gw bisik2 dengan sesama pengamat lainnya.

Kebingungan gw berlangsung cukup lama, hingga gw mendengar penggalan jawaban atas pertanyaan ini:

"Apa sih, Bu, yang membuat Ibu bahagia sekali? Padahal kan repot, mesti menyiapkan macam2, pindah makan di luar"

"Bahagianya melihat anak2 bisa lari2 begitu. Kapan lagi mereka bisa senang2 seperti itu, main, lari sama teman2nya. Kalau kita repot sih memang sudah biasa, yang penting anak senang"

Happiness, for her, is as simple as that!

Eh.. tiba2 aja gw jadi bertanya dalam hati: kapan ya, terakhir kali gw bisa bahagia untuk hal2 kecil seperti ini? Bahagia untuk hal2 yang remeh-temeh seperti si ibu ini?

Dan gw agak malu karena gw nggak ingat kapan kali terakhir gw bahagia akan hal2 yang kecil2 ;-)

Terus.. gw jadi mengingat2 lagi deh kehidupan gw 1-2 minggu terakhir ini. Bener nggak sih, hidup gw udah segitu nggak asyiknya, sampai gak ada hal2 kecil yang bisa bikin gw bahagia? Ternyata.. gw menemukan BANYAK hal yang bisa bikin gw bahagia, tapi berlalu begitu aja karena gak gw perhatiin.

Beberapa hal yang bisa gw masukkan dalam daftar hal2 kecil yang [sebenarnya] bisa bikin gw bahagia dalam 2 minggu terakhir adalah:

  1. Minggu ini Ima sehat wal afiat. Padahal, anak sepupu gw dirawat di RS karena diduga flu burung. Syukur alhamdulillah, ternyata cuma sakit "flu orang", ya Saras, walaupun sakitnya setelah ketemu anak burung yang mati mendadak ;-)
  2. Kemarin pagi, Jalan Pramuka yang sudah 1 minggu macet abis, tiba2 lengang luar biasa. Gw jadi punya waktu ekstra pagi2 di kantor, karena datang sebelum jam 8.
  3. Kemarin sore, gw sempat menginjak rem ketika ada motor bersinggungan dengan Metromini. Motornya jatuh tepat di depan gw, tapi karena gw udah nge-rem, jadi gw nggak ikut kena perkara. Bayangkan jika gw terlambat nge-rem 2-3 detik saja.
  4. Tadi pagi terpaksa jalan memutar; cari SPBU karena bensin tinggal 1/2 tangki. Udah yakin bapaknyaima bakal telat sampai di kantor, eeeh.. nggak tahunya nggak telat. Entah gimana, kami berhasil ngejar waktu. Lumayan, mengurangi satu absen merah di kartu kehadiran ;-)
  5. Sepuluh hari lalu, pas killing time di Kinokuniya, eeeeh.. lihat Harry Potter 7 udah boleh pre-order. Jadilah gw salah satu pemesan pertama :-) Asyeeek.. nggak usah bingung gimana beli Har-Pot, dan gak usah takut gigit jari kalau ada yang mau bikin spoiler ;-).
  6. Sepuluh hari lalu, seorang teman yang biasanya bilang baru bakal nikah menjelang menopause, akhirnya bertemu juga dengan calon mertua ;-) Dan ternyata sang camer cocok sama "sampelnya". Jadi deh berkongsinya ;-). Seneng deh mendengar kabar bahagia ini :-)
  7. Hampir dua minggu lalu, seorang teman lama tiba2 muncul lagi ke dalam lintas orbit gw. Hopefully it is a good sign ;-)

Yang terakhir.. Minggu lalu, gw udah panik karena transaksi kartu kredit [yang kami anggap] gagal di Hotel Sasando International Kupang, ternyata ditagihkan pada rekening gw. Nggak tanggung2, transaksi itu tercatat 3x! Padahal, saat digesek, slip transaksi tidak keluar karena kerusakan mesin.

Dan sedih sekali ketika bank pemberi kartu kredit "tidak mau tahu".. gw harus tetap bayar tagihannya, dan dana baru dikembalikan jika gw terbukti tidak bersalah. Gilaaaa... habis dong, duit gw untuk bayar tagihan gagal? Mosok gw mesti korupsi uang sekolahnya Ima?

Gw udah pingin nangis. Tapi.. tiba2, hotelnya itu dengan baik hati mentransferkan jumlah 3x transaksi itu dengan janji, "Nanti kalau dana sudah dikembalikan kepada Ibu, mohon ditransfer kembali ke kepada kami". Alhamdulillah, ternyata setelah kesulitan [selalu] ada kemudahan ;-). Biarpun masalah belum selesai tuntas, tapi sudah bikin gw bisa tersenyum.

Ternyata.. BANYAK sekali hal yang bisa bikin gw happy ya, yang selama ini gak gw perhatikan. Memang, gw (baca: kita?) sering sekali sibuk dengan batasan2 gw (baca: kita?) sendiri, sehingga lupa mengapresiasi hal2 kecil yang indah.

UPDATE malamnya:

Di perjalanan pulang, gw baru ingat bahwa beberapa minggu lalu seorang teman nge-SMS gw menjelang tengah malam cuma untuk tanya: define your happiness, please?. Waduh, pertanyaannya terlalu cepat beberapa minggu tuh.. HAHAHAHA.. BTW, Non, posting ini gak bermaksud nyontek ide loe tentang happiness sih, tapi entah ya.. kalau jejak2 ingatan gw terhadap SMS loe yang mengganggu jam tidur gw itu membuat antena gw lebih cepat menangkap kalimat si ibu responden ;-)