Wednesday, November 29, 2006

Percakapan Babi

Ini bukan percakapannya Snowball dan Napoleon, dua babi yang mengambil alih peternakan Mr Jones dalam satire klasik Animal Farm. Bukan pula percakapan Senir, Senar, dan Senor, tiga anak babi di majalah Donal Bebek. Ini adalah percakapan tentang babi yang gw comot dari sebuah tempat. Untuk sementara link ke tempatnya gak bisa gw sertakan, karena perijinan baru clear dari salah satu subyek. Kalau posting ini mendadak hilang, berarti nggak dapat ijin dari subyek yang satunya.. HAHA.. makanya, cepet2 disimpan ya, karena ini bisa jadi collectible item ;-)

Percakapan antara Subyek X (selanjutnya disebut X saja) dan Subyek Y (selanjutnya disebut Y saja) adalah sebagai berikut. Nggak dipotong apa2, langsung copy paste dan di-set supaya enak dibaca saja:
X: Science diperlukan. Tanpa science, hanya dogma dan retorika saja.

Y: Dalam beragama pun saya tidak meninggalkan science. Tapi akhirnya menemukan bahwa apa yang dikatakan agama adalah benar; hanya saja science belum menemukannya. Contoh kecil: larangan makan babi. Babi jelas2 diharamkan. Kenapa? Pertama2 ditemukan alasan bahwa babi tidak berleher, sehingga sulit disembelih secara halal. Setelah itu ditemukan babi adalah inang dari segala penyakit. Terakhir, 30 tahun terakhir ini, ditemukan bahwa babi memiliki struktur fisik yang paling mirip dgn manusia. Memakan sesuatu yang struktur fisiknya mirip tentu mendatangkan bahaya tersendiri, karena dalam tubuh akan terjadi dekomposisi bahan makanan yang setara dengan dekomposisi tubuh kita setelah mati.

X: Sekarang makan Ayam karena Flu Burung lebih berbahaya Anda tidak mengatakan berbahanya. Coba Anda hitung dana untuk menanggulangi Flu burung, Antrax berapa besar dibandingkan penyakit dari babi....dari penjelasan Anda menunjukan Anda sudah dibodohi agama (ini bukti, bukan saya yang omong) bukan? Babi diidentikan dengan manusia. Babi = Manusia. Jadi, tidak boleh dimakan karena strukturnya sama. Betapa mulianya hewan Babi. Anda tahu dalam kisah Sie Yu Cie, ada Dewa Babi (Pa Kai). Nah siapa tahu, saudagar Arab yang pulang dari China pada masa lalu takut makan babi, sehingga muncullah larangan makan babi itu.

Y: Flu burung dan sapi gila adalah virus, bukan struktur fisik. Virus bisa diatasi, tapi bagaimana mengatasi struktur fisik? Dan dasar ilmiah apa yang Anda punya untuk mengatakan bahwa larangan itu muncul karena pengaruh Cina, dalam hal ini kepercayaan tentang Dewa Babi? Kita bicarakan ini lagi kalau Anda sudah bisa membuktikan bahwa babi dicantumkan hal itu, bukan hanya berdasarkan siapa tahu, karena bukti ilmiah tentang larangan itu sudah ada. Jangan disangkal hanya dengan siapa tahu.

X: Point Anda mengatakan babi bisa menimbulkan penyakit. Tentang struktur Anda sangat naif. Coba Anda perhatikan: APA ADA BABI PERCOBAAN? Mengapa ada Kelinci Percobaan? Mengapa dalam penelitian medis, Tikus dan Monyet digunakan sebelum diterapkan pada manusia? Seharusnya babi kan yang mirip manusia ?????? Ini fakta yang berbicara! Jadi monyet lebih mirip manusia demikian Evolosi Darwinisme! Arkeologi menemukan fosil-fosil manusia purba bukan fosil Adam!!!

Y: Tidak ada babi percobaan ya? Coba perhatikan jurnal2 ini: penelitian tentang kulit dan penelitian tentang dekomposisi Bukankah keduanya adalah percobaan dengan babi untuk diaplikasikan pada manusia? Mengapa dulu dipakai kelinci dan monyet dalam percobaan? Karena ilmu pengetahuan belum mengerti tentang babi. Saat ini, setelah mereka menyadari, penelitian dengan babi mulai banyak. Poin saya tentang babi, hmm.. babi merupakan inang dari berbagai penyakit. Selalu tentang struktur fisiknya yang saya bahas, karena memag struktur fisik babi akhir2 ini terbukti sangat kondusif terhadap berbagai penyakit; bukan hanya penyakit tertentu seperti avian flu ataupun mad cow

X: Wait! Soal Babi itu mendatangkan penyakit menurut Anda dan agama...tapi di Indonesia...belum pernah ada penyakit babi gila yang ada sapi gila dan flu burung...mungkin Anda terpaku pada istilah Gila babi yang sering digunakan untuk memaki orang.. jadi Anda mengatakan manusia itu sama dengan babi.. hahaha.. Pokok persoalannya, agama hanya mempermasalahkan babi saja. Burung dan sapi tidak. Jadi masih kurang...dan itu wajar...karena zaman berkembang....sementara dogma tetap terbelenggu dan science berlenggang kangkung.

Y: Kemarin Anda mengatakan tidak ada babi percobaan, untuk menyangkal informasi (dari saya) bahwa babi memiliki struktur fisik mirip manusia. Saya berikan bukti ilmiah berupa jurnal bahwa ada babi percobaan, yang jelas mengatakan bahwa struktur fisik babi (dalam penelitian ini: kulit & lemak) mirip dengan manusia dan ideal untuk meneliti tentang jaringan manusia. Dan apa yang Anda lakukan? Anda tidak mau menerima informasi ini. Sebaliknya, justru Anda menceracau tentang ayam dan sapi, sementara sudah dijelaskan bahwa ayam dan babi menjadi medium sebuah virus, sementara pada babi masalahnya adalah struktur fisik yang menjadi inang (=induk/tempat tumbuh) berbagai penyakit dan memiliki kemiripan dengan manusia. Seorang ilmuwan yang perduli pada fakta tentu bisa membedakan medium dan induk, virus dan struktur fisik ;). Ayam dan sapi aman dimakan jika dipastikan tidak mengandung virus tertentu, sementara untuk babi.. bagaimana mengubah struktur fisiknya ;)? Satu sikap yang bertentangan dengan sikap ilmiah ;) Karena ilmuwan, ilmiah, selalu terbuka pada fakta/informasi baru ;).
Udah baca percakapan di atas? Nah.. sekarang pertanyaan dari gw ya.. HAHAHAHA..

Pertanyaan pertama: Dengan memperhatikan interaksi antara X dan Y saja (lupakan dulu topik percakapannya), construct apa yang bisa kita observasi (dan selanjutnya kita buat alat ukurnya) dari percakapan ini?

Pertanyaan kedua: Bisakah persamaan [science => logika => X <= faith <= agama] digunakan untuk menjelaskan percakapan di atas? Jika ya, sebutkan dimana letak X dan Y pada persamaan tersebut serta jabarkan alasannya. Jika tidak, sebutkan alasan Anda dan buat persamaan baru yang dapat menjelaskannya.

Yang bisa menjawab dengan baik dapat hadiah senyum manis dari gw ;-). Jangan khawatir, senyum manis gw mahal harganya; soalnya gw jarang senyum, biasanya ekstrim aja kalau gak cemberut, ya ngakak ;-).

Yang pingin jawab pertanyaan pertama, tapi masih bingung construct tuh apaan, boleh ngambil mata kuliah Konstruksi Tes asuhan Bapaknyaima and his vestal virgins dulu.. hehehe.. Mata kuliahnya nggak dijamin asyik dan gampang, tapi setidaknya asistennya semua layak pandang; cantik2 kok.. yang ganteng juga ada ;-) Ayo, ayo, yang asisten, yang asisten.. dipilih, dipilih.. duduknya rapat dikit, Neng, empat-enam, empat-enam..

Ohya, sayembara tertutup bagi PapanyaNaya yang udah kelanjur jawab sebelum ditanya. Katanya: apalah gunanya GPS kalau nggak punya peta, karena hanya jadi kumpulan koordinat tak bermakna ;-) Nice answer!

PS: Nggak usah serius2 mikirin jawabannya.. hehehe.. Tapi kalau mau serius nggak dilarang ;-)