Tuesday, November 14, 2006

Human Information Processing

Sabtu lalu gw pergi bareng Ima. Gw nyetir, Ima duduk di sebelah gw. Tiba2 dia ngomong:

Oh, Mbak Ima kira di belakang kita masih truk gede yang mengerikan tadi, yang rodanya sepuluh. Untung udah disalib sama mobil Atoz

Gw ngelirik lewat spion tengah, yang pertama kali gw lihat adalah logo di kap mobil. Betul, logonya Hyundai. Jadi tentu varian mobilnya Atoz, dilihat dari bentuk mobilnya. Tapi.. bentar deh! Gw kan tahu itu Atoz dari logonya, sementara Ima yg lihat lewat spion kiri sudah pasti gak akan melihat logonya. Darimana dia tahu?

Kan Mbak Ima hafal bentuk depan mobilnya, Ibu! Kalau bentuknya gitu, itu mobil Atoz!

Hehehe.. sepele ya? Tapi menggambarkan betapa berbedanya skema penyimpanan data dan pemrosesan informasi di kepala kami. Dari jawabannya, Ima terlihat cenderung membentuk template bentuk2 mobil di kepalanya. Dengan demikian, begitu lihat bagian samping mobil, dia langsung bisa menentukan jenis mobilnya, karena sudah dicocokkan dgn template di kepalanya. Gw cenderung mirip Windows Explorer dengan banyak folder di kepala gw. Untuk menentukan nama mobilnya, gw butuh lihat logonya, membuka folder yg tepat di kepala gw. Tanpa logo, mungkin gw gak akan bisa membedakan Atoz dari Visto atau Karimun, apalagi kalau cuma lihat sampingnya dari spion ;-).

Hehehe.. gw memang sangat terokupasi pada struktur dan keteraturan. Beberapa minggu lalu, misalnya, gw tiba2 panik karena baru sadar bahwa selama 34 bulan ini pembayaran angsuran suatu pinjaman kami ternyata selalu kurang Rp 11. Pasalnya, gw mengikuti perjanjian awal, yang masih lisan, bahwa jumlah angsuran nominalnya per bulan berakhiran Rp 489. Padahal, di surat kontrak yang diberikan beberapa minggu sesudahnya, angsuran per bulan digenapkan menjadi Rp 500. Gw jadi panik lantaran salah satu klausulnya berbunyi: dikenai bunga berbunga harian untuk tiap tunggakan. Rp 11 rupiah, tapi kalau dikali 34 bulan x 30 hari, kan banyak!

Tabel buatan Bapaknyaima

Tgl

Januari

Februari

1

12,000

12,020

24,637

24,678

2

12,020

12,040

24,678

24,719

3

12,040

12,060

24,719

24,761

4

12,060

12,080

24,761

24,802

Bapaknyaima tahu: percuma menenangkan gw. Gw hanya percaya bukti, bukan janji.. HAHAHAHA.. Makanya dia langsung buka MSExcel dan menghitung jumlah bunga berbunganya. Gw juga buka MSExcel di komputer lain dan menghitung untuk menghilangkan kecemasan gw.

*Jangan heran! We are nerd couple yang benar2 memaknai PC sebagai PERSONAL Computer, dengan penekanan pada kata personal ;-)*

Hasilnya kurang lebih sama, tapi.. ternyata metodenya beda! Perhatikan kutipan tabel bikinan bapaknyaima di samping kiri, dan bikinan gw di samping kanan.

See?

Tabel buatan Ibunyaima

Tgl

Januari

Februari

1

Rp 11,00

Rp 22,56

2

Rp 11,02

Rp 22,60

3

Rp 11,04

Rp 22,64

4

Rp 11,06

Rp 22,68

Bapaknyaima pakai cara cepat, dengan angka yang dilebihkan dari jumlah asli, tapi tampilannya asli nggak indah ;). Kolomnya kebanyakan, dan banyak pengulangan isi tabel. Sebaliknya, gw menghitung detil secara persis. Kalau selisihnya Rp 11, ya gw tulis Rp 11, bukan Rp 12 ;-). Dan gw mencoba membuat rumus yang seefektif mungkin, sehingga kolomnya nggak terlalu banyak. Tampilannya jauh lebih cantik dan lebih tidak membingungkan. Tapi bikinnya jauh lebih lama.. hehehe..

Ini juga sebenarnya masalah sepele. Tapi menggambarkan betapa cara pemrosesan informasi bisa sangat berbeda antar orang. Ada orang2 seperti bapaknyaima dan Ima yang act first. Bukannya gak pinter, bukannya nggak mikir, tapi selalu spontan dan tidak memikirkan detilnya. Ada orang yang meticulously memikirkan seluruh detilnya dulu, merapikan dulu semuanya, baru bertindak kayak gw.

Mana yang lebih bagus?

Well.. nggak bisa dibilang mana yang lebih bagus juga kali ya! Masing2 punya kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan. Gw, misalnya, selalu ketinggalan kereta kalau harus mengerjakan sesuatu. Kalah cepat dari orang2 spontan seperti bapaknyaima (dan mungkin, kalau Ima sudah besar, gw bakal kalah cepat dari Ima juga ;-)). Tapi.. gw jarang bikin revisi besar.. hehehe.. Gw jarang harus membuat sesuatu dua kali. Dan.. karena informasi tersimpan secara rapi di kepala gw, mendengar satu keyword aja gw bisa menyambungkan ke data2 lain yang [buat banyak orang] jaka sembung nyetir VW, nggak nyambung, weeek.. ;-)

Tapi ya itu.. sekali gw panik atau bingung, udah kayak komputer korslet deh! Prosesor jalan, RAM jalan, tapi gak bisa baca data.. hehehe.. Gw lebih teratur, lebih akurat, tapi.. juga lebih susah bermanuver kalau ada hambatan di tengah jalan.

Anyway.. kenapa ya gw nulis posting ini? Yaah.. gak ada niat khusus sih! Tiba2 aja gw lagi takjub sama hal2 kecil sepele, sehari2 banget, yang ternyata mengacu pada hal yang sangat mendasar: skema pengolahan dan penyimpanan informasi manusia. Betapa banyak yang bisa dipelajari tentang manusia dari memperhatikan detil2 yang kecil seperti ini. Dan betapa hal2 seperti ini sebenarnya (atau seharusnya?) bisa digunakan untuk menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat, sehingga semua hasil kerjanya bisa optimal ;-). Jangan sampai orang2 spontan diberi job desc yang menuntut tingkat ketelitian dan keteraturan yg tinggi. Sebaliknya, jangan sampai orang yang kayak gw dikasih job desc yang menuntut spontanitas tinggi. Bisa berabe.. hehehe.. ;-)