Tuesday, September 26, 2006

Jatuh Cinta

Beberapa waktu lalu seorang sahabat minta tolong gw membaca dan mengeditkan calon novel perdananya. Dua bab pertama gw bantai abis.. hehehe.. gak jelas si ibu itu bikin novel atau lagi curhat di buku harian ;-). Tapi di bab ketiga gw terpana waktu tokoh utamanya jatuh cinta sama orang yang enggak banget. Dalam keadaan biasa, rasanya nggak mungkin tuh cewek jatuh cinta sama cowok itu. Tapi toh, akhirnya si cewek jatuh cinta juga simply because of the right place, the right time, and the right moment.

*gak bisa cerita mendetil, tunggu aja novelnya terbit ya ;-) Moga2 si penulis gak krisis pede dan memutuskan gak jadi cari penerbit ;-)*

And lastly, there are those couples that marry for their parents, for money, or play it safe and marry a friend. These are the most unfortunate ones in the world… and they don’t even know it.

Until one day, riding the fast train of life they run into their soulmate; and are faced with the hardest question of all: What do you do when you meet the love of your life and you are married to someone else?

Director’s Note

Jadi inget beberapa hari lalu akhirnya bisa juga nonton Kabhi Alvida Naa Kehna, walaupun kualitas DVD bajakannya gak jelas mau bikin film B&W atau sepia ;-). Mana frame-nya miring2 gak karuan lagi! Yah, namanya juga barang bajakan, mana bisa sebagus aslinya ;-)? Itu juga udah untung bisa dapat filmnya di pinggir jalan; lha wong gw beberapa kali nanya ke penjual langganan, mereka malah bengong dan menatap gw dengan pandangan tak percaya. Nggak biasa2nya ada pelanggan nanya film India kali ya.. hehehe..

Sebenernya gw juga gak banyak referensi film India. Seumur hidup gw baru satu kali nonton film Bollywood full dari awal sampai akhir: Kuch Kuch Hota Hai. Itu pun nontonnya di VCD yang dibeliin bapaknyaima buat Ima gara2 Ima kesengsem sama Anjali kecil. Tapi.. gara2 baca review-nya Neng Yanti, sungguh mati aku jadi penasaran nonton K-A-N-K. Sampai ngublek2 websitenya 21Cineplex dan kecewa ketika ternyata film itu cuma diputar di Cineplex yg jauhnya antah berantah dari daerah jajahan gw, dan.. ketika akhirnya gw sempat mau nonton di akhir pekan: FILMNYA TINGGAL DIPUTAR DI MEDAN, CIREBON, DAN MENADO!

Apa sih yang bikin gw penasaran banget sama K-A-N-K ini? Tak lain tak bukan tema ceritanya yang ambigu banget. What will you do if your true love comes after you are married to someone?

Setiap orang dengar alasan gw pingin nonton K-A-N-K pasti komentarnya: oooh, film tentang perselingkuhan ya? Susah buat orang menerima bahwa film ini bukan tentang bosan pada pasangannya, bukan tentang icip2 daun muda yang lebih segar, tapi tentang jodoh yang baru datang setelah masing2 dari mereka menikah.

Oh.. well, mungkin kata jodoh kelewat berlebih, kali ya? Bagaimana pun kita nggak pernah tahu jodoh kita siapa. Pandangan umum sih kalau seseorang menikah itu berarti memang jodoh. Tapi.. kalau menikah itu berarti jodoh, kalau cerai artinya apa? Kalau baru menikah lantas meninggal, berarti apa? Jodohnya pendek, begitu? Atau bukan jodoh? Dan kalau sampai menikah lagi, artinya apa? Jodohnya ada dua, gitu? Atau yang pertama nggak jodoh? Hehehe.. Kalau gitu gak usah bicara soal jodoh deh, kedengarannya sok tahu banget. Bicara soal jatuh cinta aja ;-)

Pada intinya, menurut gw, selalu ada kemungkinan bahwa kita ketemu orang lain walaupun kita sudah menikah. Dan selalu ada kemungkinan untuk jatuh cinta, walaupun tidak diniatkan sama sekali. Bahkan, mungkin sekali kita ketemu dan jatuh cinta pada orang yang kalau dipikir2 gak ada lebih2nya daripada pasangan kita. Jatuh cinta memang bukan selalu tentang finding Mr or Miss Right, tapi masalah meet someone at the right time, the right place, and the right moment.

Seperti Maya (Rani Mukherjee) dan Dev (Shahrukh Khan) di film ini. Walaupun gak banyak digambarkan adegan2 saat bertemu suami/istri masing2, jelas bahwa mereka nggak ujug2 menikah. Pasti ada cinta di antara mereka. Kalau kemudian Maya & Dev bertemu, lantas jatuh cinta, lebih terlihat sebagai hasil dari the right place, the right time, and the right moment. Perasaan senasib, saling bertukar saran, ketika dua2nya sedang terpuruk, itulah yang menyatukan mereka. Entah boleh disebut berjodoh atau tidak, tapi yang jelas cinta itu tidak datang karena iseng atau icip2 kan? Beda lah sama jatuh cintanya seseorang pada cewek yang lebih seksi/cantik daripada istrinya, atau pada cowok yang lebih gagah/kaya daripada suaminya ;).

Salahkah mereka? Menurut gw sih prosesnya nggak salah. It is the natural result for the right combination of place, time, and moment. Yang salah adalah jika mereka mengejar cinta itu dan melanggar komitmen yang sudah dibuat dalam pernikahan. Salahnya bukan karena jatuh cinta, tapi karena melanggar komitmen.

Kalau gw jadi sutradaranya, film ini berakhir ketika Maya & Dev memutuskan untuk mengakhiri semuanya, dan kembali ke pasangan masing2. Atau berhenti ketika Rhea & Rishi memutuskan bahwa mereka tidak bisa menerima itu, dan mengakhiri pernikahan dengan Maya & Dev. Atau ketika Maya & Dev memutuskan untuk berbohong kepada yang lainnya, mengatakan bahwa pernikahan mereka baik2 saja, karena tidak ingin merusak rumah tangga yang lainnya.

*Jadi ingat ceramahnya Pak Quraish Shihab di Metro TV hari kedua puasa, tentang kebohongan yang diperbolehkan. Salah satunya adalah untuk mencegah terjadinya peperangan. Kalau bohongnya Maya & Dev ini bisa dimasukkan ke kategori itu gak ya? Berbohong supaya yang lain tidak ribut dengan pasangannya ;-)?*

Sayang gw bukan sutradaranya.. hehehe.. Dan tujuannya si sutradara lebih ingin menunjukkan cinta sejati yang muncul setelah menikah. Jadinya.. ya dibikin happy ending deh ;-)