Monday, July 10, 2006

Serenity Prayer

God, grant me the serenity
To accept the things that I cannot change
The courage to change the things I can
And the wisdom to know the difference
(
Serenity Prayer, Reinhold Niebuhr)

Kutipan itu gw baca di sebuah mug beberapa bulan lalu. Mug itu souvenir dari seorang tante, sepupunya ibu, untuk merayakan tumbuk yuswa 8 windu (ulang tahunnya yang ke 64, dihitung sesuai penanggalan Jawa). Kutipan itu memang cocok untuk menggambarkan tante gw itu; the fun fearless female versi Jawa.. ;-). She is full of courage, sangat berani melakukan perbedaan2 di sekelilingnya. Courage itu membawanya ke puncak karir yang sangat tidak biasa untuk perempuan Jawa seangkatan beliau. Sukses? Tentu. Tapi coba tanya pada tante saya itu. Jawabannya akan berkisar pada: saya baru setengah sukses setelah saya sadar bahwa courage harus berbagi tempat dengan serenity, dan saya baru sukses setelah saya punya wisdom untuk membedakan keduanya.

Ya, tante gw itu merasa sukses, justru karena menjelang masa tuanya dia berhasil menyeimbangkan courage dan serenity-nya. And thus she finally obtains wisdom.. ;-)

Buat gw, kutipan ini bagus sekali. Seperti tante gw, I believe that we can change everything. Yang membedakannya hanya waktu yg dibutuhkan untuk mengubah sesuatu; ada yang cepat, ada yg butuh waktu lama. Just like her, I have the courage. Sayangnya, seperti beliau juga, mungkin gw so full of courage, sehingga sedikit sekali tempat tersisa buat serenity. Dan karena gw hanya punya courage, tidak terbiasa dengan serenity, bagaimana gw bisa mencapai wisdom untuk membedakan keduanya?

Tadi malam, saat nonton Desperate Housewives, gw mendapatkan kutipan yang sama di episode ini. Kutipan yang sudah diletakkan dalam konteks yang tepat, sebagai wrap up narration di akhir episode. Membuat kutipan ini lebih dalam lagi maknanya buat gw:

Bree: God, grant me the serenity to accept the things that I cannot change
For some of us rage at the hand life handles us
Bree: The courage to change the things I can
For some of us are too coward to stand up for what is right
Bree: And the wisdom to know the difference
For some of us lose hope and faith when we hit the wall
The good news is that God always hears whatever prayer we say
The bad news is that sometime the answer to our prayer is: NO

Courage dan serenity memang tidak terpisahkan. Keduanya berpasangan, seperti semua hal yg ada di dunia ini. Dua2nya harus punya porsi yang sama, karena memang tidak semua hal bisa diubah. Ada hal2 yg harus diterima, gak perduli betapa gak adilnya, betapa buruknya, betapa menyakitkannya. Dan kadang hal yang bisa diubah dan tidak bisa diubah tampak begitu mirip, sehingga tidak dapat dibedakan secara kasat mata. And that is why we need wisdom.. :-)

Courage, serenity, dan wisdom memang dimulai dengan C, S, dan W. Tapi bukan berarti harus diikuti sesuai abjad, karena kalau sudah keasyikan sama courage, udah pede bisa ngubah segalanya, mungkin akan lupa mengejar serenity. Padahal wisdom baru bisa didapat kalau udah punya dua2nya secara imbang. Itu mungkin kali ya, kenapa yang disebut serenity duluan.. ;-) Biar orang gak keburu asyik sama courage.. ;-)

Well, anyway, I have the courage. Mudah2an gw gak butuh seumur hidup untuk mendapatkan serenity dan wisdom.. ;-)

Dan gw berharap, Serenity Prayer bukanlah jenis doa yang akan dijawab oleh Tuhan dengan kata: TIDAK.