Thursday, July 06, 2006

The Morning After

Waktu SD-SMA, gw sangat excited menjelang pementasan tahunan sekolah ballet gw. Senang dengan sensasinya; audisi tarian untuk menentukan peran di pementasan, diikuti dengan latihan berbulan2 untuk tarian tersebut. Konser tahunan sekolah musik gw juga memberikan sensasi yang sama; dari memilih lagu yang akan dipentaskan, kemudian melatihnya berbulan2. Sensasi yang sama juga berulang di kelompok karawitan SMA gw yg rutin ikut lomba nasional tahunan, serta saat ikut berbagai kepanitian Senat Mahasiswa di fakultas.

Sensasi itu juga terulang pada saat nonton reality show, nonton Piala Eropa, nonton Piala Dunia. Secara fisik, gw memang gak terlibat apa2. Tapi secara emosional, sensasi itu tetap muncul. Mulai dari memilih jagoan, ngikutin perjalanannya, ikut deg2an setiap kali penyisihan, ikut jingkrak2 setiap kali lolos..

Dan tetap merasakan gak enaknya hangover in the morning after.. ;-)

Konon kabarnya *belum pernah sih.. ;)*, kalau orang habis mabuk2an, paginya rasanya nggak enak bener. Kepala nyut2an; pingin muntah tapi gak bisa. Hilang lenyap kegembiraan luar biasa yang menjustifikasi dirinya untuk mabuk2an malam sebelumnya. Atau.. jika mabuk2an itu terjadi karena ingin melupakan sebuah tragedi, maka in the morning after kesedihan itu muncul kembali; pakai bonus sakit kepala yg kemarin gak ada.. ;-)

Well.. sensasi itu juga muncul the morning after sebuah kegiatan yg gw ikuti. Tiap kali habis pementasan, habis resital, habis lomba karawitan, habis acara kepanitiaan selesai, habis nonton reality show, habis nonton putaran final sepakbola,.. yang muncul adalah perasaan kosong dan kehilangan makna hidup. Rasanya aneh aja, bahwa setelah berbulan2 melatih koreografi, melatih rangkaian musik yang sama, menonton rangkaian acara yang sama.. all of sudden semuanya itu hilang. Setelah puncak acara, semuanya berakhir. Gak perduli akhir acara itu menyenangkan sesuai harapan atau menyedihkan, the morning after selalu menyisakan kekosongan dan ketidakbermaknaan.. ;-)

Di Piala Dunia kali ini, hangover itu sudah terjadi. Jerman kalah dua menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir. Waktu lihat Jerman kalah, lihat Michael Ballack berkaca2 matanya, lihat Odonkor dan Lahm nangis, lihat Klinsmann mukanya dikeras2kan menahan emosi, rasanya memang sedih. Tapi yang lebih gak enak lagi the morning after, beberapa jam setelah itu. Setelah masa shock lewat, setelah sadar Jerman bener2 gak bakal jadi juara dunia di tanahnya sendiri, baru muncul rasa kosong. Nggak ada lagi yg gw tunggu di piala dunia kali ini. Gak ada lagi sumber deg2an gw, sesuatu yg gw harap2kan, sesuatu yang gw takut2kan..

Hehehe.. gw gak tahu mana yg lebih bikin kosong: kekalahan Jerman, atau berhentinya sensasi kenikmatan gw nonton Piala Dunia setelah Jerman kalah.. ;-)

So.. selain mengutip komentar my favorite coach:

We’re obviously very, very disappointed, no question about it; and that is to be expected when there is so much emotion involved and when it turns out that a dream has died.

(J. Klinsmann, after Germany’s defeat in the semi)

Gw mau menambahkan kutipan gw sendiri:

I obviously feel very, very empty, no question about it; and that is to be expected when there is so much emotion involved and when it turns out that a nightmare has lived.

(M. Notodisurjo, also after Germany’s defeat in the semi)

Dan mungkin versi gw kalo Jerman yg menang:

I obviously feel very, very empty, no question about it; and that is to be expected when there is so much emotion involved and when it turns out that a dream has reached the climax.

(M. Notodisurjo, if Germany won the World Cup)

Hehehe.. kalaupun Jerman masuk final, itu hanya menunda the morning after effect saja. Setelah Klinsmann & Ballack mengangkat pialanya tinggi2, the emptiness will come. Tentu, rasanya lebih enak kalo gw baru hangover setelah lihat Klinsmann & Ballack ngangkat piala.. hehehe.. setidaknya gw puas jagoan gw berhasil menang. Tapi.. tetap aja, setelah itu gw membutuhkan asupan energi baru. A new thing to tick me.. ;-)

So.. gw ajukan aja pertanyaan yg tadinya mau gw ajukan setelah Jerman jadi juara dunia 2006: Piala Eropa 2008 kapan mulai? Udah gak sabar dukung Jerman lagi nih.. HAHAHA.. ;-)