Friday, June 30, 2006

Perhaps Blog

Blog to some is like a cloud
To some as strong as steel
For some a way of living
For some a way to feel
..
And some say blog is everything
And some say they don’t know

(diplesetkan dari Perhaps Love, John Denver)

Bermula dari suatu sore, blogwalking di links teman2nya Zilko. Ada ibu2 yang hampir tiap hari cerita tentang anak tirinya yang bandel ;-). Ada mantan penyanyi yang blognya mirip brosur Europe Tour di biro perjalanan ;-). Semua sedang saling melemparkan topik posting pada yang lainnya: segala tentang 4 (4 tempat tinggal, 4 tempat kerja) dan segala tentang 6 (6 kesedihan, 6 kebahagiaan). Bikin gw mikir: blognya kayak bul-bo Friendster ya, kalau gitu bul-bo Friendsternya kayak apa ;-)? Dan tentunya bikin gw mikir lebih jauh lagi: kenapa ya mereka melakukan ini terhadap blog-nya? Apa arti blog buat mereka?

Beberapa hari setelah sore itu, gw terlibat sebuah enlightening discussion tentang product positioning. Dasar diskusinya adalah buku The Hero and The Outlaw: Building Extraordinary Brands through the Power of Archetypes (M Mark & CS Pearson). Dalil di kantor gw: if marketing is a religion, then this book adalah kitab sucinya ;-). Buku ini ngebahas sisi jiwa konsumen yang mana yang dipanggil oleh sebuah brand tertentu.

Langsung deh ingat diskusi dengan Luigi beberapa bulan lalu tentang kepribadian sebuah blog dikaitkan dengan kepribadian penulisnya dan kepribadian pembacanya, yang mirip sama hubungan antara produk-manufaktur-konsumen. Iseng2 gw memetakan blog2 yang sering gw baca ke dalam archetypal theory.. ;-). Dan.. memang, terlepas dari kepribadian penulis maupun pembacanya, blog ternyata punya identitasnya sendiri.

Well.. gw kasih tabelnya aja ya, untuk dapat gambaran tentang brand archetype:

Archetypes and Their Primary Function in People’s Lives

Archetype

Helps people to:

Brand Example

Blog Example

Creator

Craft something new

Williams-Sonoma

 

Caregiver

Care for others

AT&T

 

Ruler

Exert control

American Express

 

Jester

Have a good time

Miller Lite

Hans’

Regular Guy

Be OK just as they are

Wendy’s

Zilko’s

Lover

Find and give love

Hallmark

 

Hero

Act courageously

Nike

Revolusi Hidup

Outlaw

Break the rules

Harley-Davidson

Intan’s

Magician

Affect transformation

Calgon

 

Innocent

Retain or renew faith

Ivory

KC’s

Explorer

Maintain independence

Levi’s

Okke’s

Sage

Understand their world

The Oprah Show

My Blog

(Kolom 1 – 3 dikutip dari hal. 13, kolom ke-4 tambahan dari gw)

Tentang alasan klasifikasi blog di atas, kapan2 gw bahas deh (kalau gak keburu basi atau gw kehilangan minat.. ;-)). Tapi.. kalau baca bukunya, maka akan terang benderang seperti bintang kenapa gw menggunakan blog2 tersebut sebagai contohnya. Sekarang gw bahas aja kenapa gw menggunakan blog ini sebagai contoh untuk The Sage.. ;-)

Well.. jelas alasannya bukan karena gw adalah orang bijak. Semua orang yang kenal gw bakal bilang bahwa gw bukan si bijak.. ;-) Alasannya lebih karena ternyata fungsi utama blog ini gw harapkan sama dengan fungsi utama The Sage brands terhadap kehidupan orang. Atau lebih gampangnya: sama fungsinya seperti The Oprah Show: memanggil sisi the sage yang ada pada setiap individu.. ;-)

Setiap manusia punya kedua belas sisi di atas, sehingga otomatis punya sisi the Sage. Mungkin sisi ini tidak dominan, tapi tetap ada di dalam dirinya. Sisi ini adalah sisi yang percaya pada kemampuan manusia untuk belajar dan berkembang hingga pada titik untuk mengubah dunia. Sisi yang membutuhkan kesempatan untuk berpikir secara mandiri dan memiliki serta mempertahankan pendapatnya sendiri. Sisi ini bukanlah sisi yang senang diberi petunjuk; berperan pasif menjadi penerima tips. Sisi ini adalah sisi yang senang diberi pengetahuan yang tepat, untuk kemudian menggunakan proses elaborasinya sendiri untuk mendapatkan personal insight.

Untuk memuaskan sisi yang ini, bukan tips atau petunjuk yang diberikan. Sisi ini akan lebih puas dengan tantangan2. The challenge of the mind to think, guess, and/or imagine.

Dan hal itulah yang sukses dielaborasi oleh Oprah. Dengan formula empathy-analyze-work through yang dititikberatkan pada empathy dan analyze, Oprah bisa memuaskan penontonnya. Buat penonton2nya, yang terpenting bukan bagaimana seorang tamu Oprah menyelesaikan masalahnya. Itu hanyalah nice to know information! Mereka lebih tertarik untuk memahami dinamika kasus itu untuk kemudian mencari insight sendiri tentang apa yang akan mereka lakukan jika mereka mengalami hal itu. Empathize with the problem, and then analyze the situation.. ;-) Then I’ll work through the problem myself!

Gw tentu saja bukan Oprah. Tapi moga2 blog gw bisa berfungsi beda2 tipis, sehingga orang yang selesai baca blog gw selangkah lebih bijak. Bijaknya bukan karena apa yang gw tuliskan pasti benar! Tapi.. karena kemampuan mereka sendiri untuk berpikir, berimajinasi, dan menganalisa yang kebetulan terprovokasi oleh pendapat gw. Insight yang didapat tiap orang bisa berbeda, karena memang gw gak ingin menyetir pendapat orang. Gw cuma pingin cerita aja, membuat pembaca bisa berempati dan menganalisa dengan kasus yang gw tulis, untuk kemudian work through the problem yourself. Kalau perlu, kita work through together, supaya gw juga dapat insight baru.. ;-)

So.. gw pingin positioning blog gw menjadi seperti plesetan lagu tadi:

Perhaps (my) blog is like a window
Perhaps an open door
It invites you to come closer
It wants to show you more
And even when you lose yourself
And don’t know what to do
The memory of (my) blog will see you through

But it’s for you to work through.. ;-). You may not agree with me.. and when that happens, it means I successfully challenge you to think, guess, or imagine ;-).

*kalo nulis gini, gw udah cukup narsis belum.. ;-)?*

---

Special thanks to SAW (boss gw yang cukup narsis untuk memakai inisial highly associated with Nabi Muhammad) untuk diskusinya ;-)