Thursday, June 15, 2006

Menjelang Minggu

Ada berbagai alternative yang bisa gw beli untuk memanjakan diri sendiri di hari Minggu besok:

1.      Angels and Demons serta Da Vinci Code illustrated edition, yang masih nampang dengan manisnya di TGA Mal Kelapa Gading (nunggu gw beli ya.. ;-)?)

2.      Segelas besar Starbucks’ Green Tea Frappuccinno dgn Caramel yang manis diikuti segelas sedang Sulawesi Coffee yang keras pahit. Boleh juga ditemani sama sepotong Cheesecake.. ;-)

3.      All-complete-7-seasons-DVD Star Trek The Next Generation, hasil karya the pirates of Hong Kong, yang masih menggoda gw di Ratu Plaza

Sayang.. manusia memang tidak pernah puas. Begitu banyak yang bisa gw beli, tapi gw justru paling menginginkan hal yang tidak bisa gw beli.

Memang, apa yang paling gw inginkan itu sudah tidak beredar di pasaran. Collectible item, limited edition. Hanya satu orang yang punya. Sayangnya, sudah berkali-kali gw bujuk, tetap aja dia nggak bergeming.

Beberapa kali sih si pemilik bertanya: will you pay the price?

Masalahnya, dia nggak pernah nyebut dengan pasti berapa harga yg dia minta untuk melepas koleksinya itu. Jadi mana bisa gw tahu gw bisa afford atau tidak. Gw pernah coba nawar sih, sejumlah yang sesuai kantong gw, tapi kayaknya yang gw tawarkan itu jauuuuuuuuhhhh dari maunya dia. Soalnya dia cuma mesam-mesem sambil bilang betapa absurdnya penawaran gw.. ;-)

Buset deh. Susah ya?

***

Sebenernya, kalau hasilnya bisa diprediksikan, harga atau kesulitan sebesar apa pun kan bisa dihitung sebagai investasi jangka panjang. Masalahnya gak segampang itu. Ada benda2 seperti lipstik misalnya yang baru ketahuan cocok atau enggak kalau udah dibeli. Kalau belum dibeli kan cuma bisa nyoba testernya di kulit tangan, belum ketahuan di bibir cocok atau enggak. Jangan sampai ngalamin kayak tulisannya Irfa yang lugas ini:

Aku ingin cinta ini jadi Tai! yang gw kluarin dari perut gw! trus gw flush di closet. abis itu...ahhhh!!! LEGA!!! gw jadi dah ga mikirin lo. apalagi berharap lo kembali.

tapi gimana caranya ya?? karna cinta ini spt nya udah jadi darah yang muter muter di seluruh tubuh gw, udah jadi oksigen yang gw butuhin yang memenuhi paru2 gw, hingga membantu kerja otak sinting ini! udah jadi lemak yang bikin gw capek saat lari ngejar kenyataan.

Nah.. susah ya? Kadang kita sudah mendapatkan apa yg kita inginkan, whatever the price is. Tapi ternyata setelah dicoba gak cocok. Nggak jadi happy juga deh, malah jadi tambah susah hidupnya, karena dia tetap harus hidup dengan hal yg tidak sesuai itu. Barang yang sudah dibeli kan tidak dapat ditukar atau dikembalikan.. hehehe.. ;-) Nggak ada after sales service buat barang2 tertentu ;-)

***

Jadi inget iklannya Mastercard. Yang tagline-nya: There is something in this world money can’t buy. For everything else: there’s Mastercard.. ;)

Hehehe.. uang [atau dalam hal ini: Mastercard] emang gak bisa beli segalanya ya? Katanya sih uang hanya bisa beli 99% dari segalanya.. HAHAHAHA.. ;-) Cuma, kadang2 emang yg 1%, yang nggak kebeli sama duit itu, yang paling berharga dan paling diidamkan.. ;-) Yang giliran udah didapat, terus gak sesuai dgn bayangan kita, lantas susah banget untuk dihilangkan dari hidup kita.. ;-)

So, gimana dong? Kata seorang teman, memang harusnya di dalam hidup ini pasrah aja, jangan pernah berharap, jangan pernah menginginkan sesuatu. Tapi.. gw kok gak bisa sepenuhnya setuju juga ya? Bukannya menginginkan sesuatu itu bakal jadi pemacu bagi kita untuk berusaha lebih baik?

Atau, mendingan berkiblat pada nyanyiannya Mariah Carey:

There can be miracles when you believe
Though hope is frail, it’s hard to kill
Who knows what miracle you can achieve?
When you believe, somehow you will
You’ll know when you believe

Hehehe.. berharap ada miracle yang bikin gw dapat apa yg gw inginkan, dengan harga yang gw inginkan, dan hasilnya sesuai dengan apa yg gw inginkan. Doooowwwh.. itu sih namanya maruk ya?

Tapi ngomong2, mau dilepas harga berapa sih tuh koleksi? Bukan harga mati kan.. ;-)