Thursday, June 08, 2006

Ku SMS katanya Pailit

Kalau telat makan siang, biasanya pembeli di warung2 makan samping kantor gw dapat bonus. Bonusnya: putaran lagu dangdut dari lapak2 CD bajakan yang lagi beres2 mau pulang. Biasanya mereka membereskan dagangan sambil nyanyi keras2 mengikuti alunan lagu dari CD. Nah.. kemarin gw baru turun makan jam 14:30, udah sepi, jadi otomatis dapat bonus dangdut.

Lagu dangdut yang kemarin gw dengar gak jelas penyanyinya siapa. Tapi syairnya bener2 menggelitik:

Tulalit, tulalit, henponmu selalu tulalit
Ku SMS katanya pailit

Waaah.. canggih juga tuh lagu! Siapa yang ngarang? Bisa2nya pakai jargon canggih pailit segala.. ;-) Gw langsung kebayang tuh lagu menceritakan tentang seorang gadis yang pacaran sama pengusaha yang dipailitkan oleh krediturnya. Jangan2 HP-nya punya perusahaan tuh, sehingga ketika sudah pailit gak bisa dipakai lagi.. ;-) Termasuk harta perusahaan yang dilikuidasi.. ;-)

Tapi kok aneh ya? Mosok lagunya serumit itu? Lagian mosok kalo henpon tulalit bisa kirim SMS balik bilang pailit?

Karena aneh, jadi gw dengarkan lagu itu secara seksama. Dan kesimpulan akhir syairnya berbunyi begini:

Tulalit, tulalit, henponmu selalu tulalit
Ku SMS katanya phai-lid (=konsonan awalnya gak jelas, p atau f ;-))

HUAHAHA.. setelah dipikir2 agak lama, disambung2in sama syair2 lainnya, baru akhirnya gw ngerti! Hampir ngakak kalo nggak ingat lagi makan di warung yang udah sepi! Ternyata maksudnya: SMS FAILED, pesan yang muncul kalau SMS gagal terkirim ;-)

Antara geli dan takjub juga gw mendengar lagu ini. Gelinya, lha wong failed yang suku kata tunggal kok bisa bunyinya mirip pailit yang tiga suku kata.. ;-) Tapi gw juga takjub, karena lagu sederhana ini menunjukkan betapa gempuran modernisasi dan teknologi sudah merambah kemana2, bahkan ke kaum yang sering dimarjinalkan sekalipun. Teknologi SMS dan istilah SMS failed bukan hanya monopoli kaum berdasi dengan smartphone yang harganya nyaris 8 digit, tapi sudah jadi sesuatu yang umum bagi orang yang bahkan mungkin gak akrab dengan bahasa Inggris. Segitu umumnya sampai ada yang membikin ini jadi lagu rakyat yang dinyanyikan oleh penyanyi tak terkenal.. ;-)

Menurut gw ini sebuah bentuk pemerataan juga; pemerataan teknologi, informasi, dan kesempatan. Kesempatan punya alat komunikasi portable, walaupun mungkin hanya second hand dari tipe yang tidak terlalu canggih. Pemerataan teknologi, dalam bentuk pengenalan karakteristik fitur alat komunikasi, dalam hal ini SMS yang gagal terkirim. Dan pemerataan informasi, yang dibuktikan dengan adanya pencipta lagu yang mau menggunakannya sebagai syair. Bukankah syair lagu ini disesuaikan dengan telinga pendengar? Jadi.. kalau informasi ini dianggap layak untuk jadi syair, tentunya informasi ini dianggap sudah dimengerti oleh pendengarnya toh?

Setidaknya itu merupakan kemajuan ya? Keadaan ini kan berarti makin banyak orang yang punya akses kepada teknologi dan informasi. Tinggal gimana tiap orang memanfaatkan kesempatan ini untuk kebaikan dirinya. Yang jelas, kesempatan sudah ada, selanjutnya.. terserah Anda!

***

PS: lagu SMS Failed itu ternyata menceritakan seorang gadis yang pacarnya nggak bisa dihubungi lagi. Gak jelas juga pacarnya emang sengaja menghindar, atau nomor hapenya di-blocked gara2 gak ngisi pulsa setelah tenggat waktu pengisian berakhir.. ;-) Mungkin alasan ini dijabarkan ke sequel lagu itu. Lucu juga kalo ada lagu dangdut begini: Bukan maksud hati henponku tulalit. Apa daya, abang kurang duit buat beli pulsa. Tapi sekarang abang sudah pakai nomor flexi saja.. HAHAHAHA.. ;-)