Friday, March 10, 2006

"Saya s**si, Bapak e***si..."

"Lah Ibu itu harusnya sadar, Ibu telah melakukan pornoaksi dengan memperlihatkan tonjolan Ibu itu, oleh karenanya Ibu kena denda"

"Tonjolan ini maksud Bapak? Atau tonjolan di celana Bapak itu? Harusnya Bapak kena denda juga tuch... masak memperlihatkan tonjolan itu ke depan saya dan di tempat umum begini. Itu kan pornoaksi juga Pak!"

"Ibu benar-benar sudah keter...."

"Aaaaacchhh jangan banyak alasan pak. Saya seksi, bapak ereksi... jadi impas kan??? Gak usah saling nyusahin deh.  Bapak denda saya, nanti saya tuntut juga loh Bapak..."

(dikutip dari posting Hans yang ini, kalo mau baca jang ketinggalan sequelnya ya!)

***

Ribut2 RUU APP bikin gw pingin ketawa ngakak. Mau ngebahas serius, gw udah kalah set sama para pakar yg sudah pada turun gunung itu. Bayangin aja, di Kompas kemarin ada tulisan pakar yang mengangkat isyu male chauvinism, ada lagi pakar yang bicara tentang the finest essence of moral… ;-) Untuk ngebahas secara haha-hihi pun gw gak punya gigi. Lihat dong kutipan di atas.. teman gw Hans sudah membahasnya dengan lucu-tapi-nendang-abis ;-)

Sebenarnya gw gak punya masalah dengan RUU APP. Gw emang masih dalam tahap mencari draft komplitnya, jadi gak bisa komentar banyak, tapi… dari potongan2 pasal berikut ini, gw (pribadi) merasa nggak punya masalah dengan esensinya.

Sebagian Pasal pada RUU APP

Pasal 1: pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika.

Pasal 2: pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika di muka umum.

Pasal 4: Setiap orang dilarang membuat tulisan, suara atau rekaman suara, film atau yang dapat disamakan dengan film, syair lagu, puisi, gambar, foto, dan /atau lukisan yang mengeksploitasi daya tarik bagian tubuh tertentu yang sensual dari orang dewasa.

Pasal 25 (1): setiap orang dewasa dilarang mempertontonkan bagian tubuh tertentu yang sensual.

Penjelasan Pasal 4: Yang dimaksud dengan bagian tubuh tertentu yang sensual antara lain adalah alat kelamin, paha, pinggul, pantat, pusar, dan payudara perempuan, baik terlihat sebagian maupun seluruhnya.

(dipinjam dari artikel ini)

 

Esensi dari pasal2 yang terkutip di kotak sebelah ini, misalnya, sangat bisa gw mengerti. Memang ini menghalangi kebebasan berekspresi orang2 yg suka seni tertentu. Tapi.. OK lah, kalo ada orang2 yg nggak nyaman dgn ekspresi seni yg seperti itu, I think we can compromise a little. I’m sure these people can live without foto Anjasmara telanjang dada, gambar Sophie Navita pakai lingerie, goyang Inul dan Annisa Bahar, Playboy magazine, situs2 free erotica stories… ;-) 

Ini kan prinsipnya seperti gambar kartun Nabi Muhammad SAW itu. Hak seseorang di ruang publik dibatasi oleh hak orang2 lainnya. Jadi.. biarpun itu hak loe, kebebasan berekpresi loe, kalau itu membuat orang lain di sekitarnya menjadi tidak nyaman, ada baiknya loe tidak melakukannya… ;) Setidaknya tidak melakukan secara terbuka di tempat orang2 yg merasa tidak nyaman itu berada.

Untuk beberapa pasal yang katanya juga melecehkan perempuan, yang mengatur tentang pakaian perempuan, gw pun tidak merasa masalah. Ya.. mungkin emang gw gak credible buat ngomentarin ini ya; lengan baju gw selalu setidaknya mencapai siku (even kalau pesta dengan spaghetti strap gown pun gw selalu menutupi dgn selendang – gak PD dengan bahu gw yg lebar) dan kalo pakai rok minimal mencapai lutut (thanks to Santa Ursula yg membiasakan rok murid2 minimal 10cm di bawah lutut.. ;)).

Tapi.. apa yg gw khawatirkan dan juga dikhawatirkan oleh para penolak RUU APP adalah aplikasi dari peraturan ini.

Esensinya memang benar, bahwa jangan melakukannya di muka umum. Tapi batasan umum itu apa? Foto Anjasmara & Isabel dulu juga hanya dipertontonkan di museum. Menurut gw sih itu udah niche, small audience, bukan public lagi. Sudah kelompok, bukan umum. Tapi toh tetap diprotes kan?

Esensinya juga memang benar, bahwa gak boleh berbuat cabul di depan umum. Tapi aplikasinya gimana? Umum itu apa? Jaman gw kecil dulu, gw sering dengar tentang “tenda goyang”.. dan setelah gedean dikit denger tentang “mobil goyang”. Nah.. kalo itu gw setuju dikategorikan sebagai berbuat cabul di depan umum. Itu kan pantai! Semua orang yg lewat bisa lihat tendanya, atau mobilnya, goyang. Tentu hal ini berbeda dengan bapak2 yang berkencan di kamar hotel bintang 3 toh? Kan dilakukannya di dalam kamar, tertutup, terkunci. Hanya si bapak, teman kencan, serta Tuhan yg tahu kan? Tapi toh ada orang yg menganggap ini tempat publik, bagian dari umum, sehingga menjustifikasi tindakan untuk sweeping ke kamar2 hotel yang tertutup, terkunci, dan tidak terlihat isinya oleh umum.

Gw belum baca pasal2 yang lain.. tapi kalo menurut desas-desus ada juga aturan gak boleh ciuman di muka umum. Well, sekali lagi gw sih gak keberatan dgn esensinya. Gw juga risih kok kalo lihat orang ciuman – di bibir, apalagi kalo passionate French kiss ya! – di tempat ramai. Tapi balik lagi.. gimana ntar aplikasinya? Jangan2 ntar gw & si Mas ditangkap juga gara2 kalo nge-drop dia di kantor selalu berpisah dengan sedikit kecupan? Lha.. mencium suami/istri sendiri kan legal toh? Tapi kalo menurut UU ini, apa gak dikategorikan sebagai pornoaksi ya ;-p? Dikategorikan sebagai ekploitasi seksual ya? Kan.. gak semua orang pakai metode “Wham! Bam! Thank you, Ma’am!” ;-p

Yaa… jadi gitu deh! Gw sih masih bisa terima kalo ada UU ini, kalau itu dianggap membuat dunia lebih nyaman. Tapi.. pemerintah udah mikirin belum infrastrukturnya? Udah dibayangin belum gimana menjalankannya? Bagaimana menentukan batasannya yg jelas di kehidupan nyata? Jangan sampai ntar kejadiannya kayak tulisan Hans di atas: “Saya s**si, bapak e***si”… ;) Alias aplikasinya didasarkan pada reaksi2 hormonal (tsah!) “polisi moral”nya saja, yang tentunya amat sangat subyektif ;-)

*Kan gawat kalo besok2 gw diproses di kantor polisi hanya gara2 ada orang yg udah 3 bulan gak ketemu istrinya ikut nafsu lihat pipi gw dicium suami… ;-) Eh.. sungguh! PIPI gw SENSUAL lho… ;-) Chubby, bener2 kissing material ;-) Apakah berarti besok2 gw harus menutupi pipi gw… ;-)?*