Tuesday, March 21, 2006

40-year-old Virgin: A Movie

Mulanya gara2 ngomongin RUU APP dengan seorang teman (nun di seberang lautan sana ;-)), dan beranjak ke pertanyaannya: “Kalo film 40-year-old Virgin itu bisa kena jerat UU APP gak ya?” Kata teman gw itu, film ini sukses banget di belahan dunianya. Berhubung belum nonton, gw gak bisa kasih komentar. Jadinya cari2 dulu deh di lapak2 bajakan, dan akhirnya nemu juga minggu lalu.

Sebelum nonton, udah sempat lihat resensinya di IMDB, dan agak2 takjub juga ketika ada peringatan: Expect to blush, as well as having a good laugh! Gila, emang sevulgar apa sih, sampai si pembuat review (yang notabene hidup di masyarakat yang lebih terbuka soal beginian) aja blushing? Well.. ternyata filmnya emang vulgar abis. Lucu sih, tapi vulgar! Gw cukup sakit kuping mendengar the F-word diulang2 secara eksesif di film ini, belum lagi dengan adegan2 bangun tidurnya Andy (dan semua ritual yang harus dijalaninya begitu bangun – don’t ask, you know what I mean ;-) tapi kalo pembuat RUU APP fair, harusnya ini dikategorikan pornografi juga, biarpun pelakunya cowok ;-)).  Still, kelihatannya film ini cukup realistis. Mungkin emang begitulah hidupnya para cowok2.. gw belum pernah jadi cowok sih ;-)

Separuh pertama film-nya, gw mulai bosan. Bolak-balik muter2 di soal keperjakaan Andy, dan teman2nya yg sibuk mencoba memperkenalkan Andy dengan berbagai perempuan menarik. Gw baru mulai suka ketika Andy bertemu dengan Trish.

Trish ini adalah single mom dengan 3 anak. Usianya udah gak muda lagi, around 40, sebaya dengan Andy. Tentunya bukan pilihan utama untuk Andy (I mean.. kalo bisa dapat yang lebih muda dan kinyis2, ngapain buang2 waktu dengan ibu beranak tiga yg pastinya udah butuh re-modeling ;-)) Ternyata justru Trish ini yang paling bisa dekat dengan Andy, sehingga akhirnya mereka mulai berkencan.

Di situ mestinya film ini bisa berkembang dgn lebih baik. Banyak hal yang bisa dieksplorasi dari hubungan Andy – Trish. Andy si bujangan yang gamang dengan tugas2 dan tanggung jawab Trish sebagai ibu. Si bujangan yang tiba2 mendapati dirinya diharapkan ikut berperan sebagai ayah bagi ketiga anak Trish, at least sebagai teman berbagi perasaan dgn si ibu yang sedang mengalami masa2 bad relationship with her teenage daughter.. Lantas juga bagaimana Andy mendapati bahwa living together means some compromises, gak bisa lagi sebebas2nya yg dia suka, ketika Trish mau menjualkan beberapa koleksi miniature superhero-nya untuk modal kerja Andy.

Well, film ini sebenarnya bisa menjadi film komedi yang cerdas dengan mengeksplorasi kelucuan dan kecanggungan antara dua manusia yang saling berusaha menyesuaikan diri. Atau bisa menjadi film drama yang bagus, tentang bagaimana cinta bisa hinggap di mana pun, pada tokoh2 yang tak terduga sekalipun, serta bagaimana mereka menyelesaikan perbedaan antara mereka.

Sayangnya, film ini cukup puas dengan menjadi komedi ringan tentang keperjakaan seseorang, sehingga gak memanfaatkan aspek2 menarik yang ada. But it’s okay, sebagai film komedi, idenya lumayan segar. And I did have several good laughs, as well as some blushing moments!